Aku adalah anak gembala
Masih ingat bagaimana gaya Tasya menyanyikan lagu ”Anak Gembala” 10 tahun lalu di TV? Penampilan Tasya yang lucu dan menggemaskan membuat salah satu lagu anak sepanjang masa karya AT Mahmud tersebut populer saat itu.
Selain ”Anak Gembala”, Tasya juga membuat anak-anak pada masa itu menyukai lagu ”Libur Telah Tiba”. Tasya, yang pada saat itu berusia 7 tahun, memang tengah memopulerkan lagu-lagu karya AT Mahmud melalui album Libur Telah Tiba (2000).
Lima tahun kemudian, Tasya kembali memopulerkan lagu-lagu anak zaman dulu yang digabungkan dengan lagu baru seperti ”Jangan Takut Akan Gelap” karya Eros (Sheila on 7) dalam album The Very Best of Tasya.
Bernyanyi adalah salah satu kegiatan yang paling digemari oleh anak-anak. Kata-kata yang mengalun diringi oleh iringan musik mampu memberikan semangat tersendiri bagi mereka. Bahkan tidak jarang sang guru mengajarkan atau menghafal sesuatu dengan bernyanyi. Dengan lirik yang sedemikian rupa adanya, mampu membantu daya ingat dan cara bicara anak.
Ketika kita membuka kembali memori masa lalu, saat masih terbalut seragam Taman Kanak-kanak (TK) akan ada gambar kebahagiaan disana. Semua orang saat itu pasti memiliki kenangan indah tersendiri. Dalam jenjang pendidikan anak usia dini itu, ditekankan pada pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Setiap anak akan diajarkan mengenai agama, budi bahasa, berhitung, membaca, bersosialisasi dengan dalam lingkungan keluarga dan teman-teman sepermainannya, keterampilan, dan bernyanyi. Semua dirancang sebagai upaya menumbuhkembangkan daya pikir dan peranan anak kecil dalam kehidupannya. Semua kegiatan belajar ini dikemas dalam model belajar sambil bermain.
Sebelum era Tasya, di paruh kedua era 1970 & 1980-an Chicha Koeswoyo dengan lucu menaynyikan ”Helly,” yang bertutur tentang anjing kecil kesayangannya. Chicha dan Helly-nya menjadi loko penarik lagu-lagi anak-anak dari Joan Tanamal, Adi Bing Slamet Ira Maya Sopha, &Janter Simorangkir & masih banyak lagi.
Kemudian di era 1990-an Enno Lerian populer lewat salah satunya lagu ”Nyamuk Nakal”, Melisa dengan ”Semut-semut Kecil”, dan Trio Kwek Kwek ”Jangan Marah”. Lalu muncul Sherina yang tak hanya menyanyi, tetapi juga terkenal melalui film Petualangan Sherina. Penyanyi seperti Chikita Meydi, Eno Lerian, Leoni, Dea Ananda, dan banyak lagi yang kesemuanya memberi ikon masa kanak-kanak yang khas lewat lagunya tentang persahabatan, pendidikan, kasih sayang ibu, sebuah harapan dan cita-cita layaknya syair lagu Joshua yang berangan menjadi seorang Habibie, Kak Ria Enes dan Suzan yang bercerita tentang cita-cita menjadi dokter, insinyur hingga presiden, Fadly yang bercerita tentang kerasnya perjuangan hidup anak jalanan untuk sekolah atau banyak hal tentang semangat militansi dunia anak. Kini, ke mana tema-tema lagu anak tersebut? Kasihan, jangan-jangan anak-anak telah kehilangan dunianya.
Pada saat kecil mungkin dari kita pernah ingat betapa menyenangkannya menirukan sebuah lagu anak anak yang didengarkan oleh orangtua kita. Bahkan tidak luput juga menirukan gaya penyanyinya. Berjoget, menari, dan menyanyikannya dengan penuh gaya seakan di atas panggung.
Berbicara tentang lagu anak-anak, kita tidak bisa melupakan nama-nama, seperti almarhum Pak Dal, Pak Kasur, dan Ibu Kasur. Mereka umumnya guru yang sering berkumpul dengan anak-anak. Hal ini mendorong mereka menciptakan lagu yang sesuai perkembangan psikologi anak. Maka, lahir lagu anak-anak untuk permainan, atau yang berbicara tentang alam, atau mengungkap kasih orangtua.

Selamat jalan Pak AT Mahmud, semoga lagu-lagu yang beliau ciptakan dan membuat hati anak-anak merasa gembira menjadi amal yang tidak berkeputusan bagi beliau.
Meninggalnya AT Mahmud pada hari Selasa kemarin (06/07/2010) merupakan kehilangan besar bagi dunia seni musik, utamanya musik anak-anak. Betapa tidak, AT Mahmud dalam usianya yang sudah sepuh itu masih rajin memerhatikan perkembangan lagu anak-anak. Ia mengaku prihatin ketika menyaksikan anak-anak di televisi menyanyikan lagu-lagu orang dewasa.
Di masa hidupnya, penerima Piagam hadiah seni dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini memang telah menciptakan sekitar 500 judul lagu anak-anak. Lagu-lagu ciptaannya antara lain Amelia, Cicak, Pelangi, Bintang Kejora, dan Ambilkan Bulan, sangat terkenal dan baik untuk anak-anak. Semua lagu ciptaannya mengandung unsur pendidikan yang sangat bermanfaat bagi perkembangan kecerdasan dan kepribadian anak-anak Indonesia.
Pada saat ini tidak bisa dipungkiri bahwa lagu anak anak sekarang sudah tidak sepopuler lagu lagu pop di tanah air. Sehingga tidak jarang pada saat ini banyak anak anak yang lebih condong menyanyikan lagu pop dari pada lagu anak. Walaupun sebenarnya lagu anak lebih sesuai untuk dinyanyikan dalam tahap perkembangan anak.
Bernyanyi, jika dilihat secara sekilas terlihat suatu kegiatan olah vocal biasa bagi anak. Tetapi dengan bernyanyi, akan memberikan banyak manfaat positif bagi anak. Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa diambil dari anak bernyanyi:
- Melatih motorik kasar. Dengan melakukan kegiatan bernyanyi anak dapat juga melakukannya dengan menari, bergaya, bejoget dan lain-lain. Dan hal ini bisa meningkatkan dan melatih gerakan motorik anak.
- Membentuk rasa percaya diri anak. Bernyanyi merupakan kegiatan yang menyenangkan bagi anak. Sehingga dengan meniru dan ikut bernyanyi dapat memberikan rasa percaya diri bahwa ia pandai untuk bernyanyi. Jangan lupa untuk memberikan pujian bagi anak.
- Menemukan bakat anak. Bernyanyi bisa menjadi kegiatan yang sering dilakukan oleh anak. Ia sangat suka dan pandai sekali bernyanyi dengan diiringin musik, dengan gaya bernyanyinya yang khas dapat memberikan ia pemyaluran yang tepat dengan mengikuti lomba anak bernyanyi.
- Melatih kognitif dan perkembangan bahasa anak. Bernyanyi tentu saja tidak bisa lepas dari kata dan kalimat yang harus diucapkan. Dengan bernyanyi dapat melatih peningkatan kosa kata dan juga ingatan memory otak anak.
Dari sekian penjelasan diatas tentu kini kita telah tahu beberapa manfaat dari kegiatan bernyanyi. Dibandingkan dengan lagu pop, lagu anak anak akan lebih tepat dinyanyikan oleh anak kita. Karena pada tahap perkembangannya, anak masih dalam tahap perkembangan praoperasional, dimana anak masih dalam proses pengenalan akan dunia.
Apa yang dilakukan oleh anak-anak adalah pembelajaran secara langsung maupun tidak langsung dari lingkungan sekitarnya. Apa yg dilihatnya dan menjadi apa yang dilakukan, itulah hasilnya. Syukur bila hasilnya positip, tetapi jika tidak ? Siapa yang salah ?.
Akan sangat menyesal bagi para orang tua jika hasil pembelajaran anak2 dari lingkungannya berbuah negatip, dan melekat menjadi karakter yang dibawa sampai nanti. Dalam beberapa kesempatan, seringkali saya katakan bahwa ‘ pengkarbitan ‘ anak-anak dalam segala hal termasuk melalui event Seni, baik Lagu, Sinetron dsb-nya bisa menjadi petaka bagi masa depan anak2. Sebenarnya apa yang dibanggakan dengan kemenangan anak-anak dalam suatu event yang berada diwilayah orang dewasa ?
Melihat perkembangan lagu anak-anak sekarang ini, beliau sangat prihatin. Menurutnya, banyak sekali lagu yang dinyanyikan anak-anak bukan lagu anak melainkan lagu orang dewasa dengan pikiran dan kemauan orang dewasa. Anak-anak hanya menyanyikan saja. Tanpa pemahaman dan penghayatan akan isi lagu. Menurut beliau, lagu anak-anak hendaknya mengungkapkan kegembiraan, kasih sayang, dan memiliki nilai pendidikan yang sesuai dengan tingkat perkembangan psikologis anak. Bahasa dalam lagu anak pun harus menggunakan kosakata yang akrab di telinga anak. Semoga dengan tulisan ini kita menjadi lebih peduli dengan perkembangan anak-anak kita. Labih perduli untuk membuat lagu-lagu yang bermutu untuk dunia mereka. Jangan biarkan lagi anak-anak mendengar lagu-lagu yang bukan konsumsinya.



























