WORKSHOP MRI READING (PERDOSSI)

Kamis(3/6/2008), Siber sudah mulai bertugas sebagai panitia TEMILNAS PERDOSSI di SUNAN HOTEL SOLO.
Sebenarnya acara TEMILNAS baru dimulai hari ini (4/6/2008),tetapi kemarin acara MRI (MAGNETIC RESSONANCE IMAGING) WORKSHOP READING telah dimulai terlebih dahulu sebagai pemanasan dengan pembicara tunggal DR.MED.Luqman Adji s,dr., Sp.Rad(k),Sp.KN.
Penjelasan yang paling menarik adalah tentang penggunaan MRI diatas 1,5tesla (padahal yg paling bagus minimal 3tesla).

Siber beruntung sekali dapat mengikuti workshop dari awal sampai akhir karena didaulat sebagai Operator Laptop selama presentasi workshop.

Quotes: Sempat siber dan teman2 nyindir, “RSDM kan gak punya MRI?lha gimana mo belajar aplikasi?”,langsung adik tingkat nyaut,”halah mas,CT Scan qta aja rusak kok Mas?”, Siber bales “lha berarti cuma sinau RONTGEN thok lak an? gimana bisa maju??”

Komentar (2) »

Test Mobile Blogging

Mohon maaf kepada seluruh “fans” sibermedik *GLODAKZ?!@*, setelah lama absen posting kini siber back 2 blog again.

spesial thanks 4:
1. opera mini 4.0
2. http://m.wordpress.com

Rasanya dunia blogging ada digenggaman.

**::WELCOME TO MEDICAL MOBILE LEARNING ERA::**

Komentar (2) »

Suwe Ora nge-Blog

Suwe Ora nge-Blog…nge-Blog Ora Suwe…

Suwe Ora nge-Blog, nge-Blog pisan Ora Suwe…..

 

Testing Posting pakai MS Word 2007

Komentar (6) »

Selamat Ulang Tahun Surabaya-ku

::::SELAMAT HARI JADI KOTA SURABAYA KE-715::::

Hampir 4 bulan saya belum pulang ke Surabaya, rasanya kangen sekali dengan kota yang penuh kenangan ini. Malam ini apalagi, kota yang kini telah berusia 715 tahun (walau banyak pro & kontra tentang hari jadinya) sedang merayakan hari jadinya.

Beberapa postingan yang saya buat selama di ‘rantau’ , merupakan pengobat rindu hati untuk mengenang Kota Pahlawan ini. Postingan-postingan tersebut antara lain:

  1. Kangen Surabaya Again: Safe@Ride
  2. Kangen Surabaya: Memory 80-90′an
  3. Dokter Juga Pahlawan (3): Dr.Soetomo Arek Suroboyo!
  4. Surat-surat Cinta Sang Pahlawan
  5. Ngapain aja abis lebaran, Om??
  6. Surabaya…i’m Coming (^_^)/~

Dari tulisan-tulisan inilah penulis berharap spirit sebagai Arek Suroboyo tetap hidup walau sekarang berada ditempat lain. Arek Suroboyo yang Pemberani, Cerdas, Ulet, Kreatif, dan Opo ono’e (apa adanya), merupakan identitas diri bahwa kami bangga tumbuh dan besar di Kota ini.

Arek Surebeje

:::IRONI SURABAYA:::

Tiap kota memiliki kisahnya sendiri, begitupula Surabaya. Ada beberapa hal yang mengusik penulis untuk mencurahkan kritik tentang Ironi Surabaya:

  1. PROSTITUSI DI SURABAYA. Sejarah tentang Prostitusi kota ini mungkin catatan hitam yang harus kita hapus, tidak layak anak cucu kita hidup dalam stigma surabaya adalah surga lelaki hidung belang. Apalagi muncul rumor bahwa pendapatan pajak terbesar Surabaya berasal dari bisnis dunia malam.
  2. JALAN YANG RUSAK. Kemacetan hingga kecelakaan telah menghiasi Kota ini,. Apa yang terjadi dengan Angkutan TREM jaman dulu? Lengangnya Jl.Tunjunga? Asrinya taman-taman tempoe doeloe? (lihat video diatas)
  3. GEDUNG-GEDUNG TUA TAK TERAWAT. Potensi wisata gedung-gedung bersejarah seharusnya dapat dimanfaatkan untuk menarik wisatawan domestik maupun manca, namun yang terjadi malah gedung-gedung itu menjadi tak terawat malah menjadi tempat tinggal para GePeng. Sungguh ironi…Apalagi setiap tahun Surabaya justru menambah Mall & Plasa dengan menghancurkan saksi-saksi bisu sejarah.
  4. SINOMAN VS INDIVIDUALISME. Semangat Arek-arek Suroboyo saat peristiwa 10 November tidak lepas dari semangat Sinoman (baca: kepemudaan). Sinoman merupakan sistem sosial alamiah masyarakat Surabaya (terutama pemuda) yang multietnis untuk saling bahu-membahu membantu suatu kegiatan untuk kepentingan bersama. Tetapi sekarang semangat sinoman ini terkikis oleh hedonisme & individualisme dimana terkesan “..gak ngereken awakmu..”, lalu apa artinya kita sebagai mahluk sosial? Naik haji berkali-kali tetapi tetangga kelaparan? naik mobil mewah tetapi tetangga tidak mampu beli minyak tanah???

Ayolah Rek!!…benahi kota ini!!…Mulai dari yang kecil..mulai dari diri sendiri..dan..mulai saat ini juga…

pawai hari jadi surabaya

Jangan cuma bisa demo dengan mulut, suara, anarki…tapi mulailah dengan perbuatan nyata…tunjukkan bahwa kita bisa memberi warna kota ini menjadi lebih baik.

Komentar (14) »

100 TAHUN KEBANGKITAN NASIONAL semoga bukan KEBANGKRUTAN NASIONAL

Sambil melihat statistik blog ada fenomena yang menarik, banyak visitor yang mengunjungi postingan tentang seri sejarah dunia kedokteran. Pertanyaannya mengapa?

kunjungan

Dokter Juga Pahlawan (3): Dr.Soetomo Arek Suroboyo!

Dokter Juga Pahlawan..(Part2)

Dokter Juga Pahlawan…(part1)

Dokter-dokter pengukir sejarah bangsa

Rintisan Sejarah Kedokteran Indonesia (1500-1950)

Artikel-artikel yang saya posting diatas sebenarnya hanya untuk penyemangat bagi para calon rekan sejawat bahwa menjadi dokter adalah panggilan hidup.

Tntang Boedi Oetomo Sendiri akan sedikit saya kutip dari beberapa sumber yang akan saya jelaskan dibawah ini. Mengingat di dekat Kampus SiberMedik terdapat situs Laweyan. Dari Laweyan juga lahir tokoh pergerakan nasional, KH Samanhudi pendiri Serikat Dagang Islam (SDI) yang berikutnya menjadi Serikat Islam. Jadi dari kampung tua itu, pengunjung juga menemukan sejarah pergerakan nasional. KH Samanhudi juga di makamkan di sana.

100 Tahun Kebangkitan Nasional?

Bila kita mengukurnya dari pembentukan organisasi modern, maka sejarah Indonesia bukan dimulai dari terbentuknya “Boedi Oetomo” (20 Mei 190 8) , karena organisasi pertama yang berdiri di Indonesia adalah “Jamiat al Khair” pada tahun 1905, lalu diikuti “Serikat Dagang Islam” (1906). Inilah fakta sejarah yang jarang diungkap, sehingga mengesankan bahwa kalangan Muslim seolah-olah tidak nasionalis, padahal justru termasuk kelompok pertama yang memunculkan aspirasi kebangsaan Indonesia.

Awal abad 20 masehi, penjajah Belanda mulai melakukan politik etik atau politik balas budi yang sebenarnya adalah hanya membuat lapisan masyarakat yang dapat membantu mereka dalam pemerintahannya di Indonesia. Politik balas budi memberikan pendidikan dan pekerjaan kepada bangsa Indonesia khususnya umat Islam tetapi sebenarnya tujuannya untuk mensosialkan ilmu-ilmu barat yang jauh dari Al Qur’an dan hadist dan akan dijadikannya boneka-boneka penjajah.

Selain itu juga mempersiapkan untuk lapisan birokrasi yang tidak mungkin pegang oleh lagi oleh orang-orang Belanda. Yang mendapat pendidikanpun tidak seluruh masyarakat melainkan hanya golongan Priyayi (bangsawan), karena itu yang pemimpin-pemimpin pergerakan adalah berasalkan dari golongan bangsawan.

Strategi perlawanan terhadap penjajah pada masa ini lebih kepada bersifat organisasi formal daripada dengan senjata. Berdirilah organisasi Serikat Islam merupakan organisasi pergerakan nasional yang pertama di Indonesia pada tahun 1905 yang mempunyai anggota dari kaum rakyat jelata sampai priyayi dan meliputi wilayah yang luas. Tahun 1908 berdirilah Budi Utomo yang bersifat masih bersifat kedaerahan yaitu Jawa, karena itu Serikat Islam dapat disebut organisasi pergerakan Nasional pertama daripada Budi Utomo.

Para pemuka Muslim seperti KH Ahmad Dahlan tidak hanya aktif di organisasi Islam, namun juga bergabung di Boedi Oetomo, karena mereka menyadari tanggung-jawab sosialnya untuk membina komunitas yang mengakar. Namun, akhirnya karena ada berbagai persoalan dalam tubuh Boedi Oetomo yang cenderung menonjolkan kesukuan Jawa, maka tokoh seperti Ahmad Dahlan menyatakan diri keluar dan membentuk organisasi yang lebih terbuka dan independen, yaitu “Persyarikatan Muhammadiyah” (1912).

Dari catatan sejarah itu kita mengetahui bahwa organisasi modern pertama di Indonesia lahir dari kalangan umat yang memiliki kepedulian masalah pendidikan. Kalau nasionalisme diukur dari kepedulian terhadap masalah ekonomi dan kesejahteraan rakyat, maka organisasi Islam juga menjadi pelopor utama. Partai politik yang pertama kali didirikan di Indonesia juga bukan partai beraliran komunis atau nasionalis, tapi partai berideologi Islam yang bernama “Partai Syarikat Islam Indonesia” (PSII).

Pendirinya adalah Haji Oemar Said Tjokroaminoto, yang penah menjadi guru dari Soekarno yang kemudian mendirikan “Partai Nasional Indonesia” (PNI). Tokoh Serikat Islam yang terkenal ini yang memimpin organisasi tersebut pada usia 25 tahun, seorang kaum priyayi yang karena memegang teguh Islam maka diusir sehingga hanya menjadi rakyat biasa. Ia bekerja sebagai buruh pabrik gula. Ia adalah seorang inspirator utama bagi pergerakan Nasional di Indonesia. Serikat Islam dibawah pimpinannya menjadi suatu kekuatan yang di perhitungkan Belanda. Tokoh-tokoh Serikat Islam lainnya ialah H. Agus Salim dan Abdul Muis, yang membina para pemuda yang tergabung dalam Young Islamitend Bound yang bersifat nasional, yang berkembang sampai pada sumpah pemuda tahun 1928.

Dalam acara peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang biasa kita selenggarakan setiap tanggal 20 Mei, ada pertanyaan, mengapa peringatan itu dilakukan sesuai dengan tanggal kelahiran Boedi Oetomo?

KEBANGKRUTAN NASIONAL? Naudzubillahimindzalik…

Yang terpenting dari Momen 20 Mei ini adalah memperingati peran serta para intelektual muda agar tidak hanya berpikir tentang ranah ilmunya saja, tetapi lebih dari itu! Mari berpikir dan bertindak secara elegan dan terstrukur untuk mengubah bangsa ini menjadi lebih baik.

Boedi Oetomo berdiri sebagai simbol bahwa Intelektual muda (dalam masa itu diwakili oleh profesi dokter) harus peka terhadap fenomena-fenomena sosial. Mengaplikasikan ilmunya untuk menolong rakyat kecil dan bukan hanya untuk memperkaya diri sendiri. Jangan sampai perjuangan para pahlawan ditandai dengan Kebangkrutan Nasional!

MARI KITA BANGKIT!!!

Source:

http://ppsdms.org/tantangan-kepemimpinan-masa-depan.htm

http://www.pks-sleman.org/download/artikel/698159531pksSEJARAH%20ISLAM%20INDONESIA.pdf

http://batikindonesia.info/2006/04/23/strategi-di-balik-tembok-tinggi/

Komentar (11) »