Kedokteran Informatika · Kedokteran Kerja · Kedokteran Motivasi

Jejaring Sosial Khusus Kedokteran (bag.1)

A. Manusia sebagai Mahluk Sosial

“..Jika kita memiliki kesamaan persepsi dan pandangan maka dengan sendirinya kita akan berkumpul bersama..”

Fenomena Social Media (Media Sosial Maya), khusunya Jejaring Sosial (JerSos) atau Social Networking, saat ini sudah seperti jamur di musim hujan. Misalkan ada dua orang yang kebetulan memakai dasi hijau sedang bertemu mungkin segera mereka akan membentuk grup ‘id-DasiHijau’ di FB atau Twitter nya.

Sebuah penelitian statistik tentang mengapa perlu memberikan perhatian tentang trend media sosial virtual oleh McCann menunjukkan bahwa di tahun 2008 sudah terdapat

  • 184 Juta bloggers
  • 73% online users yang aktif membaca blog
  • 45% memulai menulis di blog
  • 57% bergabung dengan Jejaring Sosial
  • 55% mengupload foto di Social Media
  • 83% menonton video klip
  • 39% berlangganan RSS feed

Data yang mencengangkan juga muncul di tahun 2010 bahwa banyak Rumah Sakit yang menggunakan media sosial maya sebagai alat komunikasi dimana meliputi

  • 557 Pusat Sistem Pelayanan Kesehatan/RS/Klinik/ *
  • 254 Kanal YouTube  *
  • 336 Halaman Facebook
  • 430 Akun Twitter *
  • 70 Blogs

Banyak juga sejawat yang memanfaatkan salah satu JerSos yaitu FB untuk berkomunikasi antar komunitas lewat grup, baik grup yg sifatnya internal kolega hinggaeksternal  antar almamater. Beberapa grup internal kolega FB diantaranya yang saya ikuti:

1. Civitas Akademika FKUNS : Media komunikasi & silaturahmi antar alumni FKUNS seluruh angkatan.

2. Silaturahmi Angkatan 2003 : Menyambung kabar antar teman seangkatan 2003

3. Suara Coass Moewardi : Menghubungkan antar Koas yg jarang bisa bertemu bersama untuk berbagi informasi & trik melalui tiap stase dari awal masuk hingga ujian akhir stase.

Sedangkan grup kedokteran eksternal terhitung cukup banyak baik dari dalam negeri maupun luar negeri, diantaranya:

1.  GASTER (Gak Sengaja jadi Dokter): Grup pengembangan diri yg terdiri dari beberapa mahasiswa kedokteran, koas, dokter hingga spesialis yang memiliki satu kesamaan yaitu ‘Nggak nyangka akhirnya bisa jadi dokter juga..”, Grup ini bertujuan untuk saling support antar sejawat agar saling memberikan nasihat terbaik untuk menjadi dokter lewat kesamaan obsesi yang dulu pernah ingin diraih. (Sifat Grup: Tertutup)

2.  Ringer Laktat Untuk rekan Sejawat : Grup buatan saya sendiri tentang kisah-kisah dokter PTT (sudah mengalami beberapa editing sebelumnya agar aman dipublikasikan) yang diminati oleh lebih dari 500 anggota dari kalangan medis. (SifatGrup: Tertutup)

3. SEMINAR MEDIS untuk DOKTER (SMuD): Grup yang berisi tentang agenda-agenda seminar tentang kedokteran di seluuh Indonesia. sangat bermanfaat terutama informasi tentang jadwal ATLS, ACLS, dll.

B. Alternatif JerSos untuk Dokter

Mengamati data diatas sekaligus juga sejawat & calon rekan sejawat yang aktif di Jejaring Sosial seperti FB, Twitter, & Blog sebenarnya bisa disikapi positif tapi juga harus diingatkan akan efek negative dari media maya ini. Beberapa kasus pun di Luar negeri muncul terkait dengan pemanfaatan yang kurang perhitungan, berikut diantaranya:

  1. 13% Rahasia Pasien Bocor di Facebook.  (inilah.com)
  2. Umbar Foto Pasien di Facebook, Perawat Dipecat. (detik.com)
  3. Main Game Saat Jaga, Dokter-Perawat Diskors (detik.com)
  4. Heboh hasil rontgen kepala berpaku muncul di Facebook… (inilah.com)
  5. Video Operasi Bocor di Internet, Karir Jadi Taruhan (detik.net)
  6. Posting di Facebook Undang Kecaman.. Perawat Rumah Sakit Pesta Lempar Makanan Dekat ICU..
  7. ..dan masih banyak lagi..

Tingkatan tertinggi kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow adalah “Aktualisasi Diri”, ini pula alasan mengapa banyak dokter yang tergabung dalam JerSos. Sebagai mahluk sosial yang saling membutuhkan, dokter juga perlu berinteraksi dengan sejawat yang lain. Tapi semua ada batasnya, melihat kasus diatas seharusnya kita lebih waspada untuk munculnya jebakan jeratan hukum bagi tenaga medis. Perlu suatu komunitas khusus dimana aman untuk bersosialisasi sekaligu beraktualisasi diri dengan berkarya sesuai ranah masing-masing.

Fenomena ini sudah terbaca oleh beberapa pihak sebagai sebuah peluang membentuk sebuah komunitas Jejaring sosial yang aman bagi kalangan medis Amerika serikat, beberapa diantaranya muncul dengan berbagai fitur yang sangat berguna bagi para dokter. Beberapa situs JerSos buatan luar negeri ini menginspirasi saya untuk membuat JerSos sendiri berbasis kedokteran:

1. WebMD :  Komunitas dokter yang berdiri cukup lama dimana bertujuan sebagai media komunikasi antara Dokter dan pasien agar timbul rasa saling percaya dan menghilangkan stigma-stigma tentang malpraktek yang tidak benar.

2.  Sermo:  Dengan lebih dari 112.000 anggota masyarakat, Sermo merevolusi cara dokter bekerja sama di seluruh Amerika Serikat. Sermo adalah komunitas dokter online terbesar di Amerika Serikat meliputi tempat praktek dokter-AS yang mencakup 68 spesialis dan seluruh 50 negara-berkolaborasi pada kasus-kasus sulit dan pengamatan pertukaran tentang obat-obatan, peralatan dan masalah klinis.

3. Doctors Hangout : Pada situs ini Anda dapat

  • Berhubungan dengan pribadi atau profesional baru seprofesi dokter dari seluruh dunia,
  • mencari dokter yang memiliki hobi, minat dan pikiran.
  • Tetap berhubungan dengan teman-teman Anda, teman-teman dan kolega.
  • Mendiskusikan, tantangan, menguatkan dan berbagi kasus klinis yang menarik dengan dokter dari seluruh dunia
  • Upload foto, video dari kasus klinis yang menarik dalam praktek Anda dan mendapatkan tanggapan langsung dari masyarakat dokter.
  • Mengirimkan pesan pribadi dengan dokter dari sisi lain dunia.
  • Mencari sebuah pekerjaan di dunia medis.
  • Berbagi ide riset dan mendapatkan anggota tim baru untuk proyek penelitian Anda.
  • Pertukaran informasi konferensi medis dan artikel jurnal dengan dokter dari sisi lain dunia.
  • Mulai dan mengelola grup Anda sendiri untuk latihan, sekolah kedokteran atau daerah penelitian.
  • Berbagi pemikiran, pengetahuan medis, pengalaman pribadi dan klinis oleh mulai blog Anda sendiri.
  • dan masih banyak lagi…

4.  Medicalera: Situs yang didirikan oleh dokter dari Asia ini lebih dari sekedar sebuah portal kesehatan, ini adalah situs jaringan sosial kesehatan yangmemiliki beberapa fitur antara lain:

  • Anda dapat mengatur grup kesehatan Anda sendiri untuk fokus pada topik-topik tertentu Anda ingin tahu lebih banyak tentang melalui kelompok.
  • Anda dapat berbagi pengalaman Anda dengan orang lain tentang masalah-masalah kesehatan tertentu melalui blog atau diskusi.
  • Anda dapat mencari nasehat dari orang lain tentang masalah-masalah kesehatan tertentu.
  • Anda dapat mengetahui lebih lanjut tentang individu-individu tertentu dengan menjadi ‘teman’ dan mendiskusikan masalah kesehatan tertentu offline atau online.
  • Anda dapat akses ke berita terbaru feed dari Medical News Today dan New England Jurnal Kedokteran.
  • Anda dapat akses ke ribuan direktori medis Indonesia seperti rumah sakit, dokter dan apotiks.

5. Hello Health: Jersos ini secara signifikan meningkatkan pengalaman bagi penyedia dan pasien dengan mengurangi kertas kerja (Paperless), menyederhanakan proses dan memanfaatkan media online terbaru dan aplikasi komunikasi bergerak untuk memungkinkan dokter dan pasien untuk terlibat secara efisien dan nyaman.

6. Ozmosis : Dengan memanfaatkan kekuatan jaringan terpercaya, Ozmosis memberikan pribadi dan informasi medis yang relevan dengan setiap anggota, akhirnya menghemat waktu dan meningkatkan perawatan pasien.Pada Ozmosis, dokter mengajukan pertanyaan dan menemukan jawaban dalam jaringan rekan terpercaya. Dokter dapat membuat penunjuk, tag dan kritis menilai konten yang relevan, memicu diskusi dan berbagi wawasan profesional.

Sebenarnya masih banyak lagi, tetapi beberapa JerSos diatas sudah cukup mewakili kebutuhan tenaga medis untuk bersosialisasi sekaligus berkarya dibidangnya untuk pelayanan yang lebih baik kepada pasien.

(bersambung)

13 thoughts on “Jejaring Sosial Khusus Kedokteran (bag.1)

  1. Sebenarnya di Indonesia sudah ada. Walaupun masih terbatas pada jejaring yang sifatnya sangat terbatas, terutama di RS-RS dan gabungan beberapa dokter melalui media majalah online, surat kabar online, milis khusus dokter, dan sejenisnya. Kebanyakan malah personal.
    Kalau yg sifatnya interaktif dan mengarah ke terapi, kita masih jauh dari mereka. Padahal fasilitas di negeri kita sangat memungkinkan untuk hal tersebut.
    Masalahnya mungkin para dokter masih harus mencari nafkah tetap untuk menunjang kehidupannya.
    Hambatan-2 lain tentu masih banyak, tapi saya yakin, asalkan ada niat, kemauan dan istiqomah dalam mengelola jejaring kedokteran (disiminasi informasi, diskusi interaktif, konsultasi online), niscaya sedikit demi sedikit akn berkembang.

    Mari kita mulai…tunggu apa lagi ?
    Hayo… tak tantang sisan …🙂

    1. Kembali lagi ke mas’alah klasik…Dana (belum ada), Waktu (mbagi waktu dengan rutinitas RS), & SDM (Nggak mungkin single fighter..)..

      Ada solusi, Cak?

  2. wah ternyata banyak juga selain Gaster..! hehehhee baru nyadar…
    *kemana aje lu..! hehehe
    liat2 ah.. *menuju TKP
    oiya salam kenal mas sibermedik..! minta ijin nge-link yah mas🙂

  3. bagus artikelnya……link exchange yuk….blog anda sudah saya pasang diblog saya,makasih…saya tunggu jawabannya ya….salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s