Kedokteran Keluarga · Kedokteran Motivasi

Refleksi 62 th….(Part 2)

:::SELEBRITIS -Sampah Indonesia-:::

Kalau ada yang bilang sub judul diatas terlalu sarkastik -mungkin kesan menghujat atau ada yang tersinggung- coba renungi dulu tulisan SiberMedik dibawah ini.

Selebritis bukanlah suatu penyakit radang (soal’e akhiran -itis biasanya berarti radang he..he,,Hepatitis, Meningitis,etc ), menurut kamus Webster. Celebrity adalah Keadaan atau kondisi yang menjadikannya ternama, populer (fame), masyhur (renown)

Kenapa mau jadi Seleb? Kehidupan glamour, populer, terkenal, gampang dapet duit, & nggak perlu sekolah tinggi-tinggi….Ya itulah Selebritis.

Narkoba, Miras & Selebritis

Segala yang mengacaukan akal & memabukkan adalah haram.

(HR. Imam Abu Dawud) 

Bukan hal yang baru kalau selebritis identik dengan Drugs & alkohol, sebut saja akhir bulan ini (Nov 2007) Pak Polisi ‘panen’ selebritis yang nge-drugs macam Fariz RM, Roy Marten, sampai Ahmad Albar yang ketangkep, mungkin saat mereka teler malah nyanyi lagu ne Matta Band “Wo’oo..aku ketahuan…nge-Drugs lagi…dengan dirimu..ditangkep pak polisi“..he..he.

“Hampir 70% artis indonesia diyakini pernah mengkonsumsi Narkotika & obat2an terlarang,” Lho yang ngungkapin bukan SiberMedik, tapi Nurul Arifin (Artis yang dah gabung Aktivis Peduli AIDS) di Satunet.com (3 Des 2001)…nah Lho, masih mau jadi Seleb?

Sebagai Probandus *Halah*, grup musik Ngak-ngik-ngok The Beatles nggak selugu tampangnya. Terbukti saat penampilan pertama mereka, John Lennon naik panggung sambil ngomong gak jelas dengan mulut berbusa karena kebanyakan nenggak Pil (koyo’e dudu pil KB Rek!!).  Pada konser tahun 1969, The Beatles membagikan cuma-cuma obat halusinogenik macam PCP, STP, & LSD kepada penonton…o’alah nggak nggenah..pantes aja Pak Presiden Sukarno saat itu melarang musik Ngak-ngik-ngok masuk Indonesia (Akhir’e Koes Plus mlebu hotel Prodeo..alias Bui yang meng-inspirasi mereka mbuat lagu..“Waktu ku di dalam bui..kubersedih & bernyanyi..bla..bla..”)..coba tebak apa hubungannya??

Lalu adakah “probandus” seleb Indo? Kalau ditulis gak akan cukup! Dari para pemain Srimulat (Polo-doyok-gogon), Grup Band(slank-jamrud-godbless), hingga Sinetron(halah..kakean wong) mayoritas dah pernah incip Narkoba & Miras.Bukann bermaksud men-generalisir ala totum pro parte atau pars pro toto, tetapi lihat realitanya! OK Contoh: SANDY HANDOKO (drummer Jamrud) tewas OD (OverDosis) bubuk Putauw dirumahnya yang hanya 300m dari RS Advent tempat jenazah transit sebelum diotopsi di RS Hasan Sadikin yang cuma 1Km dari sana…ironis!!! (04 Okt 2000)

Kita Sedang PERANG!!!

Walau sejak Desember’99 Pemerintah ‘perang’ dngan narkoba hingga ancaman hukuman mati, tapi sampai sekarang dari semua Bede yg tertangkap berapa sih yang dah dieksekusi? Kita perlu PlesBek jaman doeloe di Surebeje’ (madura: Suroboyo).

 Jaman ‘mbiyen (1800-an) di Surabaya Legal untuk ‘Nyandu (bukan POSYANDU). Urusan nyandu tidak melanggar hukum! Polisinya kalau sumpek boleh-boleh aja nyandu.Tuan Jaksanya pun boleh kalau pingin teler, silahkan!

Lho kok isok koyok ngono, Dul? Ini karena Pemerintah Hindia-Belanda saat itu memang ingin merusak akhlak anak negeri, biar orang-orang Bumiputera sekarat semua!. Dalihnya, hasil penjualan Pacht Candu (Hak Monopoli Candu) sangat menguntungkan bagi mereka. Aah jarno po’o. Katene rusak yo karepmu!

 

“Ada seorang inlander (pribumi) yang mati. Aah tidak apa-apa. Tiap hari mereka tokh juga mati. Apalagi mereka mati seperti tikus-tikus” (Satire karya Pieter Brooshoft 1883-1884 di Surabaya)…Tolong direnungkan…hiks!

Jadi sebenaryna perang belum usai! Kita harus melawan “penjajah”, yaitu Bede Narkoba. Mungkin saja SiberMedik diincer Bede gara-gara memprovokasi dengan tulisan ini…Laopo wedi?? Njaluk dicarok sik opo!

Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik- baik Penolong. (Q.S Al-Hajj 22:78)

Sebuah Peringatan: Early Warning untuk MAMAMIA..

Betapa bangga seorang Ibu bilamana melihat buah hatinya berhasil meraih impiannya..Tetapi apakah profesi selebritis itu adalah impian? Coba lihat beberapa contoh “Mamamia” Selebritis terdahulu!

  1. Maculay Culkin (HomeAlone 1&2..masih inget?) ketika usia 10thn mendadak jadi jutawan berkat pendapatannya $8juta/film, segala sesuatunya menjadi tak terkendali. Bapaknya yang ambisisus mengendalikan kehidupan anaknya. Keharmonisan keluarga menjadi goyah ketika harta melimpah, akhirnya kedua orangtua Macuulay pun bercerai. Itu pun belum cukup, ayah Ibu nya saling berebut hak perwalian…dan akhirnya hidup bahagia..dan karir Maculay pun tenggelam.
  2. Drew Barymore saat berusia 9th dah nenggak Ciu (Jawa:Alkohol/Miras), 10th ‘nyimeng (mariyuana), & 12th dah nyoba Kokain…umur 15th sempat nyoba Suicide..wow prestasi yang menggembirakan! Glodakssz#$%%^&*
  3. Britney Spears, Ayah Britney yang mangkel (Suroboyo: Jengkel) ma Ibunya Britney lantaran 100% sibuk ngorbitin Britney (Mungkin nggak dapet ‘jatah’..ehm..ehm). Kemana-mana selalu naik mobil mewah & mengenakan pakaian dari desainer2 top..dia ingin menunjukkan kalau anaknya Superstar. Akhirnya Ibu Britney mengajukan gugatan cerai…

Nah para Ortu..masih mau ndorong anak anda jadi Selebritis? Mengorbankan kepolosan jiwa dan Agama mereka?..telaah ayat Qur’an dibawah ini..

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.

 

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

 

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

 

Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

 

Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).

 

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

(Q.S Luqman 31:13-18)

Sekarang, Siapa yang setuju kalau mayoritas selebritis negeri ini adalah “sampah”?

Referensi:

  1. Al-Qur’an
  2. Jangan Jadi Seleb. Iwan Januar-O.Solihin.
  3. Jangan Jadi Bebe. Iwan Januar-O.Solihin.
  4. Soerabaia Tempo Doeloe. “Banyak yang Koclok Ketagihan Candu”. Dukut Imam Widodo.

14 thoughts on “Refleksi 62 th….(Part 2)

  1. Yap begitulah bila seseorang bila sudah katya tetapi mentalnya gak siap akhirnya bingung mau diapakan uangnya dan akhirnya terjerumus dech,,,,makanya bikin sekolah buat OKB (orang kaya baru) pasti laaris he he😉

  2. Emang masalahnya udah serumit itu tapi sekarang masalah penanganannya oleh pemerintah kita yang gak efetif. Bede masih bisa kendalikan pemasaran lewat lapas, jadi bingung kalo semua udah bisa disuap gak mungkin lah pembrantasan bisa berhasil

  3. @drIjal
    “agama”nya TiVi tu Rating boz….
    sebenere mulai dari keluarga sebaga struktur terkecil masyarakat…kasih sayang & pengarahan..
    Tapi Realitanya…Papa Sibuk..Mama Arisan..Akhirny Anak dimanja dengan Uang.

    @dr.Dani
    D i Coment…..Setuju!!

  4. @dr.Dani Iswara
    Mungkin aja dok..kayak Rokok&Kopi gak akan pernah pisah..BTw, bagaimana dengan Brem Bali? adakah tinjauan medis?

  5. snobis cenderung pengen beda dengan orang lain, dia makan organik ketika orang-orang tak mampu beli, dan mulai meninggalkannya dan beralih ke yang lain ketika banyak orang-orang kebanyakan mengkonsumsinya, bener… yang penting kita syukuri apa yang telah dijatahkan sama kita, hehehehe🙂

  6. Mohon maaf apabila pendapat saya agak beda.Apapun itu tergantung orangnya,misalnya pisau bisa bermanfaat bisa juga danger,bagaimana kita memanfaatkannya.Seperti halnya selebrit apabila kita dikenal orang,dan biasanya sich jadi trend center,Dan bila yang kita lakukan hal yang makruf.Kan bisa jadi teladan dalam kebajikan tho,?(ladang amal bukan??)
    Ya memenang kebanyakan sich aelebritis yg ada tahulah sendiri kayak apa,tapi semoga ada segelintir yg tdk seperti itu.Bagaimana?setuju

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s