Kedokteran Jiwa · Kedokteran Motivasi · Sejarah Kedokteran

Surat-surat Cinta Sang Pahlawan

  • oranje hotel  “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai paara pahlawannya” (Bung Karno).

10 Nopember, kita selalu memperingatinya sebagai Hari Pahlawan.Tetapi kenyataannya nilai-nilai kepahlawanan kini mulai terkikis derasnya globalisasi. Hari Pahlawan hanya sekedar seremoni yang penuh dengan nostalgia yang meninabobokan, bukan menumbuhkan sikap patriot, herois, & ikhlas berjihad untuk membela kebenaran & keadilan.

Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka di bunuh atau mati, benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rezki yang baik (surga). Dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pemberi rezki.(Q.S Al-Hajj 22:58)

Sedikit mengutip kisah seorang pejuang, kehidupan pribadinya sebagai seorang suami romantis yang mencintai istri, serta ayah yang penuh kasih sayang pada anak-anaknya. Bahkan dengan cara yang sederhana. Ikatan cinta, kekuatan cinta terkadang dalam batas tertentu atau banyak hal memang  mengubah perjalanan sejarah. Inilah yang mencoba beliau ungkapkan dalam surat-suratnya.

Semoga ini menjadi semangat untuk generasi muda Indonesia, mari sekilas kita cuplik…

Ayo Rek, di sruput wedang’e!!

Bung Tomo (Surabaya 3 Oktober 1920-Makkah, 7 Oktober 1981)

“Datanglah. Waktuku amat sempit. Ada yang ingin aku ceriterakan padamu” atau, “Aku rindu padamu tetapi tak punya waktu,. Bisa Jeng menemuiku?” (Surat Cinta Bung Tomo)

Romantis ‘nDak? itu surat kata belletjes -surat-surat kecil- yang selalu dikirim Bung Tomo saat di front pertempuran lewat Cak Ri(Anak buah Bung Tomo) kepada Sulistina (Kekasih Bung Tomo). Apalagi selain selembar surat selalu ada saja oleh-oleh seperti payung Tasikmalaya atau Batik solo yang ia bawa selepas pulang dari front.

Sebelumnya, Bung Tomo bertemu dengan kekasihnya ini saat terjadi pertempuran di Surabaya (1945), dimana saat itu Sulistiani (Kekasih Bung Tomo) tergabung dalam PMI.

 “Durung maju perang wis ndelik. Yok opo se…!” (Belum maju perang kok sudah sembunyi, gimana sih!).

Hingga suatu saat beliau mengirimkan surat:

” Jeng Lies aku cinta padamu. nanti kalau perang sudah usai. Dan…Kita akan membuat Mahligai.” (Surat Cinta Bung Tomo)

“Tak terlalu tinggi cita-citaku. Impianku kita punya rumah diatas gunung. Jauuuh dari keramaian. Rumah yang sederhana seperti pondok. Hawanya bersih, sejuk & pemandangannya Indah. Kau tanam bunga-bunga dan kita menanam sayur sendiri. aku kumpulkan muda-mudi kudidik mereka menjadi patriot bangsa,” (Surat Cinta Bung Tomo)

Pernikahan pun diputuskan tanggal 19 Juni 1947 di Jl.Lowokwaru IV/2 Malang. Banyak kawan-kawan beliau dari BPRI dan PMI (Teman-teman istrinya) yang hadir, tetapi bukan berarti mudah menjadi istri Bung Tomo karena masih diburu-buru Belanda, mereka harus pindah ke Jogjakarta.

Untuk urusan dapur beliau memang jago memasak rawon, lodeh, sayur asem, sambel goreng taoco. Bahkan beliau sendiri yang mengajari istrinya memasak.

“Waktu kecil aku sering ikut ibu membantu orang yang punya hajat perkawinan. Mereka sering kali bilang, kalau perempuan yang bisa mengulek pasti pandai melayani suami di tempat tidur. Makanya kamu harus pandai memasak supaya aku betah di rumah” Ucap Bung Tomo kepada istrinya.

Ada satu bagian dimana Bung Tomo masuk penjara dikarenakan keberaniaanya mengkritik pemerintahan saat itu yang justru membuatnya memperdalam agama islam selama didalam bui.

“Waktu bebas, aku tidak mempunyai kesempatan membaca, nah sekarang kesempatan itu ada dan harus ku pergunakan. Tuhan memberi cobaan, tentu ada hikmahnya.”

Bung Tomo wafat di Arab Saudi saat menunaikan ibadah haji. Semua perjalanan beliau sungguh suatu kenangan yang indah. Boleh saja orang mengatakan bahwa Bung Karno adalah seorang yang romantis disamping sebagai pemimpin, tapi bagi Istri beliau Bung Tomo adalah Suami yang amat romantis. “You are a hero, a patriot, a great lover sampai hari akhirmu” tulis istri Bung Tomo di suratnya yang akhir.

—Fin—

Sumber: Tarbawi, Edisi Khusus “Keajaiban Surat Cinta: Kisah Para Pejuang Muslim…”.

10 thoughts on “Surat-surat Cinta Sang Pahlawan

  1. Pejuang yang sederhana, pemberani, romantis dan taqwa …🙂

    Impianku kita punya rumah diatas gunung. Jauuuh dari keramaian. Rumah yang sederhana seperti pondok. Hawanya bersih, sejuk & pemandangannya Indah.

    amin … ehm asyik, ada yang mbelain hidup di ndeso ™😛

  2. @ Cak Alief
    Walaupun skrg d Solo…tapi saya yo pancet dadi AREK SUROBOYO!!

    @ Cak Moki
    Sayang Cak, pejuang sejati akan selalu ditempa cobaan….nikmat terindahnya hanya bertemu dgn Rabb pencipta Alam semesta ini di Surga ‘Adn bersama para pejuang syahid yang lain…semoga kita diwafatkan dalam kesyahida…Amin..

  3. Lowokwaru..aq tidak menyangka,ternyata daerahku jadi saksi bisu,0ne in the milion person pernah tinggal disitu………jadi ingat (“kecamatan lhowokwaru”naik CKL,ABG,JPK(btw naik angkot tsb berapa ya???maklum dah lupa lama di rantau sebrang oh.M*****….jadi ingat pondok cinta yang dimana aq tumbuh.hik..hik,kotaku dimanapun aq,takkan kulupakan,ku kan kembali bawa janji hati, membangun negri.SEMANGAT)

  4. @ ADVENTURE
    mbok pakai nama satu aj?
    Iya ya… KERA NGALAM..aq g lupa..tp qta skrg terpisah lembah LUMPUR PORONG he..he..

    @Dokterearekcilik
    apa berani gini dok? “Gak dike’i SIP gak pateken, sing penting dadi dokter” gedubrak#$%^&*

  5. sepakat karo cak dokter arek cilik… gak perlu surat dari pemerintah…kita arek arek suroboyo sudah tahu siapa pahlawan sesungguhnya kota ini yang pernah banjir darah 62 tahun yang lalu…
    sungguh saya malu seandainya para pahlawan itu masih hidup…..datang dan melihat para pimpinan yang seperti sekarang ini… lha wong tinggal mbangun gak perlu totoan nyowo ae kok korupsi tok…ngenes……..

  6. tambahan: tidak semua pimpinan kota ini korup…bagi yang merasa tidak korup…tetaplah dijalan lurus saudaraku….. sopo sing nandur kuwi mesti ngundhuh..

  7. hamba datang dari atas, hujan turun untuk hamba. thks ya allah s.w.t hamba dapat mlm lailatur-kodar , hamba jadi palawan dlm peperagan ini,alhamdulilah hamba, bejaya ujian di dunia n akirat,ini dya pahlawan anda,tunggu novel saya,cinta dusta, sambungan cerita laksamana sunal op….tapi ini cerita yang best…. thu … huhuhu…. ini 2 palawan… hang tuah n laksamana sunal…tunggu… ye… oh..lupe pulak….igat x novel ‘ kau bagai puteri’ ini dya … tunggu… kemunculan hamba allah s.w.t… cinta pada manusia x smestinya kekal, tapi cinta pada allah s.w.t kekel wahai sahabat2 ku…. sekali ku rebah seribu kali ku bangkit….. 4 mata.4 penjuru,4 kejahatan, 1 kejahatan 1 kiblat.. 1 matlamat… 1 arah…. allah s.w.t… allah-huakbar… pedang allah- muhamad ada dengan ku…… peperagan akan bermula……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s