Kedokteran Informatika

Laptop & Future Shock

Sekumpulan mahasiswa sedang asyiknya menjelajah dunia maya lewat komputer jinjing di salah satu kantin sebuah perguruan tinggi negeri di Solo. Walau hanya buka jam 6 pagi sampai jam 12 siang, hampir 24 jam tempat itu tidak sepi dari orang. Setelah diperiksa, ternyata kantin tersebut dilalui gelombang Hotspot yang merupakan fasilitas gratis dari universitas kepada mahasiswa sejak satu tahun yang lalu. 

Lalu, didepan perpustakaan FK, tampak berderet laptop-laptop yg sedang OnLine untuk mencari bahan-bahan tugas mahasiswa FK 2007 yang telah menggunakan sistem PBL (Problem Based Learning).

CoverBoy 2coolLayaknya ponsel, saat ini komputer jinjing atau yang lazim disebut laptop telah bergeser dari kebutuhan tersier menjadi kebutuhan sekunder bagi kaum muda. Penyebabnya entah apakah karena acara di salah satu stasiun TV dengan presenter “Wong Ndeso” (Maksudnya TUKUL bukan Cak Moki) yang mempopulerkan jargon “Kembali ke Laptop”, atau karena ingin meniru gaya anggota-anggota dewan beberapa waktu lalu, yang berencana membeli Laptop dengan anggaran 20 juta rupiah per unit namun batal. Apakah ini yang disebut “Syok Masa Depan”?  

Berkembangnya teknologi informasi dengan cepat membuat sebagian orang tidak bisa lepas dari internet, salah satunya dalam dunia akademisi. Bill Gates telah memperhitungkan hal ini jauh-jauh hari sebelumnya. Dalam buku Business@The Speed Of Thought (Gramedia,2000) yang ia tulis, ia memiliki visi untuk menciptakan suatu masyarakat belajar yang saling terhubung. Visi tersebut tersebut dipertajam lagi dengan beberapa misi, antara lain: Terhubung dengan orangtua dan komunitas, Meningkatkan keterampilan seluruh warga negara, Mempersenjatai setiap siswa dengan keberhasilan, dan Menawarkan bermacam-macam cara untuk belajar.

CINDOC, media massa yang bermarkas di Spanyol, memublikasikan hasil studi universitas berkualitas di dunia berdasar keakraban civitas akademika pada internet; Webometrics Ranking of World Universities. Hasil studi lembaga ini menunjukkan diantara 500 perguruan tinggi berkualitas di dunia tidak satu pun berasal dari Indonesia. Bahkan, 45 di antara 50 perguruan tinggi terbaik dunia berkiprah di AS. (Jawapos, 8 Juni2007)

Alfin Toffler, seorang wartawan, komentator sosial dan pendidik yang terkenal, pernah membahas efek psikologik dan sosial akibat revolusi teknologi dunia masa kini dengan apa yang disebut “Syok Masa Depan” (Future Shock). Ia mengemukakan bahwa yang paling berbahaya di zaman modern ialah kecepatan perubahan dan pergantian yang makin cepat dalam hal “ke-sementara- an” (transcience), “ke-baru-an” (novelty), dan “keanekaragaman” (diversity). Dengan demikian individu menerima rangsangan yang berlebihan sehingga memungkinkan terjadinya kekacauan mental lebih besar.

 Dalam kehidupan modern, terdapat tidak sedikit bahaya terhadap pengarahan diri. Sukar untuk memperoleh & mempertahankan identitas diri yang stabil di tengah-tengah perubahan-perubahan yang kompleks dan cepat. Perubahan yang cepat di segala bidang kehidupan manusia serta rangsangan yang berlebihan menggelisahkan akan menyebabkan terjadinya pembebanan sensorik & kognitif, inilah cikal bakal timbulnya stres.

Parent advBayangkan, hanya dengan sebuah laptop dengan harga termurah sekitar 5 juta rupiah, seseorang dapat mengakses segala informasi yang ada dari internet. Tidak perduli informasi tersebut sampah atau berguna, yang jelas informasi yang didapat akan mempengaruhi pola pikir serta tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. Betapa bahayanya jika informasi yang didapat dapat menjerumuskan diri kepada hal-hal yang bertentangan dengan norma dan hukum yang berlaku dalam berbangsa dan bernegara.

Solusi yang tepat saat ini adalah menyusun sistem pendidikan yang berorientasi kepada masa depan, pemakaian teknologi yang lebih selektif dengan cara mengintegrasikan komputer dalam pelajaran-pelajaran lain, dan penanaman pemahaman agama yang benar dan kuat untuk membangun moral yang tangguh. Biarkanlah AS dan negara-negara barat memiliki kelebihan di bidang webometrics, sebenarnya kita juga memiliki kelebihan dalam soal archametrics. Khususnya, hal kepandaian menerapkan berbagai disiplin ilmu di luar disiplin ilmu utama. Dengan mengoptimalkan modal ini semoga muncul anak-anak bangsa yang mengharumkan nama Indonesia di kancah persaingan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dunia.

Dia membuat perumpamaan untuk kamu dari dirimu sendiri. Apakah ada diantara hamba-sahaya yang dimiliki oleh tangan kananmu, sekutu bagimu dalam (memiliki) rezeki yang telah Kami berikan kepadamu; maka kamu sama dengan mereka dalam (hak mempergunakan) rezeki itu, kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada dirimu sendiri? Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat bagi kaum yang berakal. Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah yang akan menunjuki orang yang telah disesatkan Allah? Dan tiadalah bagi mereka seorang penolongpun.(Q.S Ar Ruum 30:28-29)

— (Penggalih) —

4 thoughts on “Laptop & Future Shock

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s