Kedokteran Kerja · Syiar Islam

Safe@Work

 

Ilmu Kedokteran Okupasi & Industri mungkin terdengar baru karena belum setenar Ilmu  Kedokteran 4 Elemen Besar seperti Interna, Obgyn, Pediatric, & Bedah (He..5x kayak AVATAR aja 4 Elemen *Ngakak*). Namun Ilmu kedokteran yang satu ini sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan kita sebagai Homo Homini Socius (Mahluk Sosial), karena manusia memang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Perlu diperhatikan beberapa hal agar pekerjaan yang kita lakukan mendapat hasil optimal. Dengan berbekal literatur yang terbatas serta pengalaman-pengalaman empiris (SiberMedik biasanya diajak ikut inspeksi ke lokasi Proyek yang berbeda oleh Ayahanda tiap ada Maintenance Proyek). SiberMedik berusaha merangkumnya beberapa aspek dalam bekerja dengan sesederhana mungkin menjadi 5 topik bahasan (insya Allah akan dibukukan lebih lengkap..mohon dukungannya) antara lain:  SiberMedik@Works

  1. FILOSOFI BEKERJA (Pekerjaan & Etos Kerja).
  2. TUBUH SAAT BEKERJA (Tinjauan Fisiologis Umum Saat Bekerja, & Gizi kerja).
  3. ERGONOMI (Posisi Kerja Optimal Saat Bekerja).
  4. SAFETY & SECURITY (Mengenal Alat Pelindung Diri, & NAB).
  5. EARLY WARNING (PAK-PAHK, UU Kes Kerja, & Catatan Kecelakaan Kerja).

Lima(5) topik diatas sedikit dari demikian luasnya ilmu kedokteran okupasi, tetapi inilah yang baru dapat SiberMedik dedikasikan kepada rekan-rekan yang memilliki ketertarikan dibidang ini dengan harapan semoga SDM (Sumber Daya Manusia) Indonesia menjadi lebih berkualitas di ranah Internsional. Selamat mengikuti..

 ——****——

Safe@Work(1) FILOSOFI BEKERJA

(Pekerjaan, & Etos Kerja)

I. Kenapa manusia bekerja?

“..dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna, dan bahwasanya kepada Tuhanmu-lah kesudahan (segala sesuatu), dan bahwasanya Dia-lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis, dan bahwasanya Dialah yang mematikan dan menghidupkan..” (Q.S An-Najm 53:39-44)GRESIK'06

Dalam FisikaKERJA (W)dirumuskan sebagai besarnya GAYA (F) yang dikenakan dalam suatu objek dikalikan dengan GERAK (S) objek tersebut pada arah gaya yang bekerja.

W= F x S 

Apabila GAYA=0 dan atau GERAK=0, maka KERJA=0. Intinya: “TIDAK ADA KERJA TANPA HASIL YANG NYATA”.

Pada tingkat sosial, pekerjaan telah menjadi status yang amat penting. Pengangguran dianggap sebagai penyakit masyarakat dan merupakan cela yang harus dikoreksi dalam suatu sistem ekonomi. Pekerjaan bahkan telah menjadi identitas pribadi yang lebih penting daripada identitas psikis dan spiritual seseorang.

Hierarchy Of NeedsAbraham Maslow, dalam teori Hierarchy Of Needs (Piramida Kebutuhan)-nya, menjelaskan bahwa pada dasarnya manusia memiliki 5 kebutuhan dasar dalam hidup meliputi:

  1. Kebutuhan Fisiologis.
  2. Kebutuhan Keamanan.
  3. Kebutuhan untuk Dicintai.
  4. Kebutuhan untuk Dihargai,dan
  5. Kebutuhan untuk Aktualisasi Diri.

Semua kebutuhan diatas juga merupakan motif manusia untuk bekerja.

—***—

II. Apa itu Etos Kerja?

Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhutbah). Katakanlah: “Apa yang di sisi Allah adalah lebih baik daripada permainan dan perniagaan”, dan Allah Sebaik-baik Pemberi rezeki.(Q.S Al-Jum’ah 62:10-11)

Menurut kamus Websters (2003), Etos berarti guiding beliefs of a person, group or institution. Sedangkan menurut The New Oxford Dictionary (2005), the characteristic spirit of a culture, era, or community as manifested in its attitudes and aspirations

Mengutip dari Jansen Sinamo dalam buku 8 ETOS KERJA PROFESIONAL (2005), etos kerja profesional adalah seperangkat perilaku kerja positif yang berakar pada kesadaran yang kental, keyakinan yang fundamental, disertai komitmen yang total pada paradigma kerja yang integral

Kenapa harus memiliki etos kerja? Pada dasarnya, manusia memiliki apa yang disebut gharizah (naluri) untuk mencapai suatu kenikmatan. Tujuan bekerja sendiri pun dalam rangka mencapai kebutuhan akan kenikmatan sesuai piramida Maslow diatas. Namun dalam rangka pencapaian tujuan tersebut terkadang manusia melakukan hal-hal yang bertentangan dengan agama, moral & hukum disaat bekerja, inilah cikal bakal hancurnya perekonomian Indonesia yang mencapai puncaknya saat krisis moneter 1998 lalu dengan trias Korupsi,Kolusi,& Nepotisme (KKN).

Fenomena ini telah dijelaskan oleh Sigmund Freud dalam teori Psikoanalisis-nya dengan trias Id,Ego,&SuperEgo.

Id merupakan insting primitif alamiah manusia yang bertujuan untuk mencapai suatu kebutuhan akan kenikmatan. Ego merupakan bakat kognitif manusia untuk menyusun rencana dalam rangka mendapatkan Id. Sedangkan SuperEgo sendiri merupakan fase terakhir manusia untuk mempertimbangkan rencana-rencana tadi dengan tinjauan-tinjauan agama,moral, dan hukum yang berlaku sebelum melakukan tindakan psikomotorik untuk memperoleh Id. Apabila Ego dan SuperEgo ini tidak terbentuk, maka manusia yang seperti ini dapat menjadi penderita Antisocial Personality Disorder (Gangguan Kepribadian Antisosial).

Lalu apa saja komponen-komponen Etos kerja itu? Ada delapan (8) komponen dalam etos kerja, komponen-komponen tersebut antara lain:

  1. KERJA ADALAH RAHMAT : “Aku Bekerja Tulus Penuh Syukur”. 
  2. KERJA ADALAH AMANAH : “Aku Bekerja Benar Penuh Tanggung Jawab”.
  3. KERJA ADALAH PANGGILAN : “Aku Bekerja Tuntas Penuh Integritas”.
  4. KERJA ADALAH AKTUALISASI :”Aku Bekerja Keras Penuh Semangat”.
  5. KERJA ADALAH IBADAH : “Aku Bekerja Tulus Penuh Kecintaan”.
  6. KERJA ADALAH SENI : “Aku Bekerja Cerdas Penuh Kreativitas”.
  7. KERJA ADALAH KEHORMATAN : “Aku Bekerja Tekun Penuh Keunggulan”.
  8. KERJA ADALH PELAYANAN:”Aku Bekerja Paripurna Penuh Kerendahan Hati”.

Diakhir Bab ini, sedikit ilustrasi  dalam buku CULTURE MATTERS yang ditulis oleh Samuel Huntington (1997) tentang KOREA SELATAN & GHANA.

” Pada permulaan 1960-an data-data ekonomi Korea Selatan & Ghana nyaris sama, GNP kedua negara relatif tidak berbeda dan tingkat kesejahteraan rakyatnya juga hampir sama. Tetapi 30 tahun kemudian keadaan tersebut berubah drastis. Kondisi kedua negara berbeda bagai bumi dan langit. Korea Selatan berkembang menjadi raksasa industri, termasuk dalam 14 negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di duna, memiliki banyak perusahaan multinasional, eksportir otomotif, elektronik, dan produk-produk manufaktur lainnya, sedangkan Ghana tetap di tempat sebagai negara miskin.”

Satu-satunya alasan hal ini bisa terjadi adalah perbedaan budaya. Dengan kata lain ETOS, Etos yang tumbuh di Korea Selatan adalah KERJA KERAS, DISIPLIN, BERHEMAT, MENABUNG & MENGUTAMAKAN PENDIDIKAN.

—-***—-

..Bersambung..(PM).

Sumber Inspirasi:

13 thoughts on “Safe@Work

  1. @marwan
    Waalaikumsalam..
    ya..saya juga lagi belajar….teori MASLOW masih dipakai di FK sebagi suport dlm hal psikologi (tepatnya Psikiatri)…
    tapi yg perlu kita ambil poinnya adalah bahwa bekerja sesungguhnya merupakan suatu aktivitas yang penuh dengan tujuan.
    Sesuai yg dijelaskan dalam buku 8 Etos kerja Jansen Sinamo, 8 tujuan kerja jugaa harus dijunjung tinggi.
    Mungkin bisa saya simpulkan lebih tajam lagi,tahukah anda bahwa Nabi2 pembawa agama samawi pun juga bekerja (Muhammad SAW berdagang di Syam sampai menjadi Nabi)…dan ada hal yang mungkin membuat saya berpikir, kenapa kebanyakan Nabi2 kita (25 Nabi dalam Islam) pernah bekerja sebagai penggembala??? Mungkin menurut saya disitulah inti bahwa KERJA ADALAH AMANAH..dan itu yang sering kita lupakan…kita jarang belajar dan mengoreksi pekerjaan kita sebagai Amanah dari Allah SWT.

  2. aslkm
    wah thanks tuh ilmunya tp gue cuman mau nambahin ajah…
    bukan cuman kerja,,tapi segala sesuatu didunia ini amanah,,bahkan setetes air pun akan dipertanggung jawabkan kelak diakherat,,,
    ingat, setiap kita mengerjakan sesuatu yang baik didunia ini adalah ibadah..jadi berlomba2lah dalam kebaikan karena itu merupakan ibadah buat kita semua,,,
    kita belajar didunia ini pun termasuk ibadah,,makanya kita dilarang menyombongkan diri, karena diluar sana, masih banyak orang2 yang lebih pintar dari kita…dan belum tentu orang yang kita anggap kepinteran dibawah kita memang seperti apa yang kita kira..mungkin sebenarnya dia lebih dari kita,,,inget kesombongan hanya boleh dimiliki Allah Yang Maha Besar,,,
    so..semangat y buat berkarya…jgn pernah menyerah untuk belajar..

    oiya,, yang pak Sjafrie,,rona wajah,,boleh dicoba tuh bro..
    wassalam

  3. Assalammualaikum

    Ilmu Kedokteran Okupasi & Industri , ini bisa dijadikan sebagai blok elektif di kurikulum pendidikan dokter. Tetapi untuk menyusun kurikulum tersebut dibutuhkan informasi sebagai berikut. Pertama mungkin mas sibermedik dapat menggambarkan latar belakang kenapa ilmu ini perlu dan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mana. kedua untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut maka coba dijabarkan pekerjaan atau tugas yang akan diperankan oleh dokter dalam bidang ini. Ketiga coba jabarkan tugas dan pekerjaan tersebut dalam kompetensi yang harus dimiliki seorang dokter.
    Kesimpulannya perlu informasi need/kebutuhan masyarakat akan bidang ini, peran/tugas dokter dalam bidang ini, dan terakhir kompetensi yang harus dikuasai seorang dokter untuk menjalankan tugasnya.
    Semoga mas sibermedik mau menyusun dan mempublikasikan informasi ini agar dapat dikembangkan menjadi kurikulum di pendidikan dokter.
    Saya izin link ya
    Wassalam, zulharman

  4. @zulharman

    Waalaikumsalam

    Memang sekarang Spesialisasi ini masih belum terkenal..tapi menurut dosen Kedokteran Kerja saya d UNS -Prof.Santoso- kebetulan beliau sbg guru besar spesialisasi ini di UI, mengatakan bahwa spesialisasi ini memiliki prospek kedepan yg baik melihat perkembangan industri di indonesia.
    Dengan Peningkatan Industri berarti akan meningkatkan angka PAK (Penyakit Akibat Kerja) & PAHK (Penyakit akibat hubungan Kerja). Nah disinilah peran Spesialis Kedokteran Okupasi (Sp.OK) untuk efisiensi kerja suatu perusahaan dalam hal kesehatan dengan salah satu targetnya ZERO ACCIDENT.

    Sekian.

  5. Bagus, ilmiah dan sangat mencerahkan. Saya jadi ingat kuliah-kuliah psikiatri .. dosen saya dulu itu udah meninggal, saya masih ingat mukanya yang seperti jenghis khan .. *lospokus, bletak*

    Bismillahirahmanirrahim ..

    Saya memberanikan diri menambahkan ..

    Etos ke 9. Kerja adalah sarana menempa keikhlasan

    Aku bekerja semata-mata hanya karenaMu, bukan karena gaji, harus menghidupi keluarga, prestige apalagi sekedar untuk makan, sekali lagi semata-mata hanya karenaMu. Karena itu keluarkanlah apa-apa yang ada dihati ini yang bukan karena-Mu.

    Moga-moga bener ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s