Kedokteran Motivasi

Refleksi 62th merdeka..Apa Kata Dunia??!! (Part1)

“..Jedung..jedung..” musik dangdut dari keping VCD berkumandang semalam suntuk diputar oleh pemuda Karang Taruna wilayah dekat kos..mbok mikir Le?? Emang ada korelasi ndak antara Dangdutan dan Merdeka??

cem-macem? tak carok sampeyan!“..Jedung..jedung..” Rasanya pingin misuh Janc**, Jangkr**, As*, Jamp**,etc. Maklum, jiwa Suroboyoa-an ku keluar kalau sedang ‘teraniaya’, tapi untung bisa ditahan walau kepala jadi pusing ndak bisa tidur..Pagi ini aja sirah rodho nggliyer & mumet. (bayangkan!! Paparan 50dB selama 6 jam.. )..Wis pokok’e Aspir** gak mempan Dok!!

Mau jadi apa bangsa ini??? Apa Kata Dunia!!! Merdeka kok cuma diisi Kontes, Konser Dangdutan, Kuis,etc… Sederet dilema menanti 62 tahun Indonesia merdeka.

:::PENDIDIKAN:::

beladjar djaman doeloe Soal penghasilan guru yang pas-pasan, sudah menjadi rahasia umum. Malah ada sebagian guru di pedesaan yang honornya cuma cukup untuk hidup selama 1 minggu. Hal ini tidak berlaku bagi guru yang mengajar di sekolah Elite swasta yg OK punya, yang uang pangkal Jutaan, SPP Ratusan ribu rupiah.

Morat-maritnya kehidupan guru jelas membuat banyak gnerasi muda yang tidak tertarik untuk berprofesi menjadi pahlawan “tanpa tanda jasa” itu. Konon, beberapa tahun lalu IKIP Jakarta merubah namanya menjadi Universitas karena pada saat itu kekurangan Mahasiswa.

“Umar bin Khattab R.A, ketika menjadi Khalifah, memberikan gaji yang teramat layak bagi guru. Besarnya 15 dinar/bulan. 1 dinar setara dengan 4,25 gram Emas, berarti sekitar 63,75 gram emas.

Dalam sejarah pendidikan Islam, siswa-siswi yg bersekolah tidak dipungut SPP, justru negara memberi semacam ‘uang saku’ 100 dinar perbulannya pada masa Khalifah Harun al Rasyid…- Jadi residen spesialis aja mbayar sampai ratusan juta Rek..Rek!!!-

Jaman sekarang, kalau remaja ditanya besok gedhe jadi apa?? Paling pingin jadi Selebritis, kerjanya gak susah-susah, dapet duit banyak, jadi Idola-terkenal-, gak perlu sekolah tinggi-tinggi, etc lah….Kan ada AFI, Indonesian IDOL, KDI, MAMAMIA, etc juga lah..

Institut Preman Dalam NegeriMasalah tawuran, biaya sekolah, seks bebas, & narkoba, merupakan catatan “prestasi” lain dari pendidikan kita saat ini.

:::SNOBIS -Biang Inflasi-:::

Mereka saja malu melihat bangsa ini Konsumtif, menurut kamus adalah gejala kejiwaan berupa rasa tidak puas dalam konsumsi. Level lain dari konsumtif adalah gila belanja alias Snobis. Pada level ini, makanan tidak diukur dari soal gizi, tapi gengsi. Baju nggak pertimbangan nutup Aurat dan rapi, tapi mode dan merk.

Gaya hidup snobis, selain menguras kantong juga menyebabkan perekonomian tidak stabil. Sikap Exhibit Of Luxury -alias Gaya Hidup Mewah- merupakan biang kerusakan negeri ini Brur!!.

Bayangkan, saat tuntutan kebutuhan meningkat banyak orang bela-belain ambil kredit sampai korupsi…sehingga uang yg tersimpan di Bank berkurangakibatnya index Suku Bunga Bank Indonesia meningkat (agar uang dapat ditarik)inilah cikal bakal Inflasi..lalu Harga barang pokok sampai BBM naikakhirnya musim DEMO deh Senayan???..akhirnya banyak Parpol di DPR Nggedabruz!!! (Suroboyo-an mean: ngomong thok!). Kalau gini salah siapa coba?? Walaupun alasannya “sayang anak..sayang istri” tapi kayak gini ya nggak bener Rek!!.

“Tahukah kamu? Mantan Menteri Pangan RI, A.M. Saefuddin, sewaktu SR (Sekolah Rakyat -SD-) hanya berbekal 2 stel baju. Untuk mencapai sekolah pun Ia harus berjalan kaki 5km yang ditempuhnya dalam waktu 1jam.

Saat menjabat MENPANGAN, beliau tetap sederhana. kendaraan Dinas Ia tolak dan lebih memilih naik KIJANG lamanya untuk berangkat ke kantor setiap hari.”

:::SELEBRITIS -Sampah Indonesia-:::

-bersambung-

:::GENERASI PlayStation -Korban Kenikmatan Semu-:::

-bersambung-

:::CLUBBING -Yang Penting “Ajep..Ajep..Jedung..Jedung”-:::

-bersambung-

APA KATA DUNIA!!!

APA KATA DUNIA!!!

12 thoughts on “Refleksi 62th merdeka..Apa Kata Dunia??!! (Part1)

  1. Membetulkan bangsa bisa dimulai dari diri kita, usahakan agar diri kita berada dijalan yang benar. Kalo udah terus keluarga diajak berbuat yang benar. Lalu buat komunitas yang berbuat benar…. itu aja susahnya minta ampun… tapi sulit bukan alasan untuk menyerah….. Hambatan untuk berbuat baik emang banyakkkkkkk banget. Kalo dalam Islam, Nabi Muhammad saat pertama menyampaikan kebenaran dilempari batu sampe berdarah. Ingatan itu yang kadang bisa membuat saya tetap tenang saat dianggap alien karena berbuat sesuai aturan.

  2. wah rame banget postingannya..😀
    kisah selanjutnya menarik2 tuh..pasti bakalan seru..feed-nya sudah saya langgan via bloglineskesehatan..walau mungkin ngga sempat saya kunjungi langsung apalg komentar..maklum fakir..

    semoga bukan populis, plg ngga ada jalan keluar yg bs disarankan bahkan dipraktikkan..😀

    keep writing..

  3. Apa Kata Dunia!!! Merdeka kok cuma diisi Kontes, Konser Dangdutan, Kuis,etc… Sederet dilema menanti 62 tahun Indonesia merdeka

    Sepakat!!!! Kuote tsb senada dengan komentar saya di tempat Kang Adhi…
    Sepertinya hari kemerdekaan kita dirayakan secara berlebihan tanpa manfaat jelas, selain hanya sekedar senang2..hiburan dll.
    Lomba2 yg diselenggarakan mgkn memang bisa untuk meningkatkan kerukunan dan mempererat persatuan…ya MUNGKIN.
    Pada kenyataannya dulu (smg skrg tidak) sering saya baca ttg perkelahian di panggung hiburan perayaan hari kemerdekaan. IRONIS sekali ya…

    Mengenai pendidikan…no comment saja. Rasanya sdh capek dengan semua janji2 pemerintah
    Rasanya sudah habis komentar juga melihat kenyataan betapa banyak rakyat yang kalang kabut jual barang saat tahun ajaran baru

  4. @deking
    efek hibura kayak gitu malah menghancurkan bangas…
    lha klo smua jd artis, artis jd banyak???lha petani g ada? masak kita ngimpor beras?

  5. @Astri
    Ya mbak…aq malah malu..kayake kita terlalu Ego Defense Mechanism…alias pelarian..g mau liat masalah bangsa yg nyata..nyerahin smua urusan pada yg mimpin..padahal yg mimpin juga puyeng…mbok ya kita ikut mbantu meringankan pemimpin..g perduli siapa pemimpinnya sbg muslim kita wajib mematuhi ‘amir (kepala negara)

  6. Terlepas dari semua nilai raport [yang masih terus dan banyak] merahnya, adabaiknya semua dikembalikan ke skala individu masing-masing, sebab bangsa ini terdiri dari kelompok/kesatuan individu.. mari beresin kemampuan/kapabilitas dari tingkat individu, bangun pola-pikir dan perilakku yang tidak merugikan orang lain serta bangsa/negara ini..gelorakan sikap tsb kedalam lingkungan jejaringnya.. niscaya edifikasi dan duplikasi bisa berlanjut.. dan semua bisa pulih berangsur-angsur.

    House cleaning starts from the self..

    Kiprah anak bangsa lainya sudah mulai banyak menunjukkan kebanggaan-nya, kok – berhentilah menghujan dan [terus] berpikir negatif..

    Seneng udh bisa mampir kesini, salam hangat dari afrika barat!🙂

  7. Merdeka!!!!!
    Saya ga berharap untuk negara harus merdeka sebab hanya ilusi untuk negara ini merdeka.. saya hanya ingin pikiran saya merdeka dari semuanya sehingga saya bisa bebas untuk memperbaiki diri saya sendiri.. heheheh:mrgreen:

  8. @ domba garut
    saya sendiri juga bukan tipe orang yg suka menghujat…tiap masalah yg saya sampaikan via blog juga saya sertakan patofisiologi plus solusi versi sibermedik…baca deh 1x lago..mungkin tidak tersurat..tapi tersirat jika dibaca pake otak & hati

    @almas
    Memperbaiki diri sendiri sampai kapan?
    salah satu prinsip fiqh islam “Kalau tidak dapat mencapai semuanya, sebagian yg sudah dicapai jangan ditinggalkan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s