Kedokteran Informatika

..Ndak Bisa On-Line, Dok??..

sms

2 hari lalu sempat saya ber-sms ria dengan senior yang lagi PTT di Papua, peraturan terbaru memang tidak mengharuskan dokter melaksanakan PTT untuk dapat SIP. Namun saya salut kepada Beliau karena dilandasi niat untuk membaktikan diri kepada masyarakat, biar aja orang bilang Dokter Ndeso (Baca Blog cak Moki). Kalo boleh saya kasih inisial dr.AH

..”Piye dok? masa’ ndak ada sinyal blas disana?TV Kabel ato Telpon Kantor?” celetukku..”Wah, TV kabel cuma ada di Kabupaten kalo mo kesana mesti lewat Rawa-rawa pake SpeedBoat, jaraknya jauh pake beli BBM SpeedBoat 2jt…disini ndak ada telpon yang ada cuma SSB -sejenis Intercom antar wilayah di kabupaten-..Warnet harus ke SORONG jauh banget Lah dari KAIS”.. jawab dr.AH.

ctrl

Sempat terlintas dalam benak saya..”bagaimana bisa dapat UpDate Information jika tidak ada sarana yg memadai untuk meng-akses internet?ini Era Persaingan Global, Bung!”..sempat CurHat dengan rekan-rekan TI di ITS mereka janji mo nge-Posting “Bagaiman Terkoneksi dengan Internet Dimanapun & Kapanpun” di Blog ini (tunggu aja).

Kalau berpikir secara lateral, tidak adanya suatu sarana untuk akses global merupakan suatu “pengasingan”. Kita ambil misal informasi tentang PPDS (yg saya & dr.AH diskusikan via SMS kemarin), Dokter PTT jelas harus diutamakan lah!! Mereka sudah mendedikasikan diri selama 6bln-1thn untuk masyarakat daerah terpencil/sangat terpencil. Permasalahnnya adalah, mereka di Wil.PTT berbeda-beda dalam saran akses informasi tersebut sehingga banyak dokter2 PTT yg kecewa saat ingin mendaftar menjadi Residen kaarena faktor informasi yg kurang sempurna. 

tempo

Kritik dari SiberMedik:

1.PERLU ADANYA SARANA AKSES INTERNET DI SETIAP LEMBAGA PELAYANAN KESEHATAN MILIK PEMERINTAH DARI PUSAT HINGGA DAERAH.

2.MEMEBRI KESEMPATAN YANG LEBIH BESAR KEPADA DOKTER POST PTT DALAM MELANJUTKAN JENJANG DI PPDS MAAUPUN S2. (Bukan Karena IP & Duit Aja..)

potensi

Frequently Asked Question (FAQ):

1. Bagaimana koneksi dengan internet didaerah terpecil?? Bisa Dial-Up Telkom atau ISP lain, Via HP GSM/CDMA, Via Satelit TV Kabel, etc (ntar ada posting dari rekan-rekan saya di ITS..tunggu wae!!)

2.Koneksi Internet Mahal? Stigma seperti ini biasa digunakan para birokrat untuk menghindar dar kemajuan & membuka jalan korupsi (he..5X)..Pada prinsipnya, “TEKNOLOGI KAN MENJADI MURAH JIKA ADA PERMINTAAN BANYAK & PRODUKSI MASSAL” sudah saatnya internet menjadi kebutuhan Publik!!!

3. Maaf, Saya Dokter gaptek (wakkaakaakk…)? Salah anda sendiri..kenapa tidak terbuka dengan perkembangan jaman(??), kenapa hanya duduk nyaman dibelakang meja dengan cuma membaca Harrisson 14th ed.indonesia yg udah expired(??) (padahal di Internet Harrison E-Book Ed.16th dah beredar bebas Lhow)…jadi terbuka & belajarlah kepada yg lebih bisa..

4. Apa itu kedokteran Informatika???…Tunggu ya..(Kebetulan SiberMedik sedeang menulis buku tentang kedokteran Informatika…saipa mau ikut..tut..tut…tuuutt!!!! 

8 thoughts on “..Ndak Bisa On-Line, Dok??..

  1. huaaaa, berat tuh. masih banyak daerah yg gak bisa akses apapun.
    Di jaman kayak gini depkes masih lunglai untuk urusan IT, ntar kalo terjun di institusi depkes bakalan tahu deh. Payah, lambat, kebanyakan ngurusi proyek, kalo gak ada proyek gak jalan, atau ngarang laporan ambil duitnya. Lawan !!!

  2. kami masih muda DOk..
    Jangan hambat kami untuk memajukan negeri ini..
    pandangan pesimis Gol.Tua sebaiknya jgn dijadikan “Antigen” yg terlalu banyak agar “Imunitas” Gol.Muda bisa membuat AntiBodinya

  3. yups..ide keren tuh…???Wajib Sarjana kan??
    Btw dok mbahas tentang Peraturan kesehatan yang baru dong??terutama tenaga kesehatan???kita kan bingung yg calon2 penerus…

  4. alo.aku dl anak FK UNS 2000.Kebetulan skr lg PTT di Biak,Papua.Dan untungnya,ada warnet di kota [mungkin nanti cm bs akses sebulan sekali ketika turun ke Biak].Tp untungnya,isa manfaatin GPRS + Operamini 4 untuk akses internet,jd ga ketinggalan info.So klo mu PTT ST tp tetep akses internet,ambil Biak aja he3.cm 6 bln aja kok…

  5. buat mabk luluch….
    semangat…
    biar di tempat terpencil…(biak itu mana mbak….klo ga slah atasnya papua itu ya…)

    klo da cerita-cerita yang berkesan…ceritakan pada kami mmbak…

    sukses slalu buat mbak…
    chayo

  6. wah ternyata selama ini para dokter ptt cuma di tuntut untuk mengabdikan keilmuannya untuk masyarakat, dan itu dilakukan dengan sepenuh hati oleh para ts sejawat. Namun pemerintah tetap tutup mata untuk kebutuhan para ts di daerah daerah yang sedang ber ptt… omg… sepertinya sudah saatnya para dokter bersatu padu menyuarakan suara -suara kecil yang selama ini diredam oleh birokrasi… swt…peace…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s