Saat menulis postingan ini kebetulan Siber sedang masuk stase IKM (Ilmu Kesehatan Masarakat), ngomong-ngomong soal promosi kesehatan di Indonesia yang selalu identik dengan penyuluhan, pernahkah terpikir tentang media yang ampuh mendidik masyarakat untuk hidup sehat? Ya benar, media televisi.
Kalau melihat kondisi tayangan TV saat ini yang cenderung memuakkan, isinya sinetron-sinetron wagu ra mutu (jawa: aneh dan tidak berkualitas) ditambah lagi reality show yang isinya cuma membuat orang suka mengungkit-ngungkit aib orang lain sudah cukup alasan untuk mematikan TV.
Rindu rasanya dengan tontonan yang bisa jadi tuntunan, apalagi tontonan yang mendidik masyarakat tentang kesehatan. Masih ingatkah dengan Sinetron TVRI Jadul yang ada tokoh bernama dokter Sartika? Film seri semacam ini sudah langka (bahkan dah nggak ada), padahal efek film semacam ini pada masyarakat di masa itu sangat signifikan. Masyarakat menjadi tahu ruang lingkup kerja dokter sesungguhnya, menghargai profesi dokter, meniru beberapa adegan yang sengaja disusupi misi promosi kesehatan, dan bahkan menjadi motivator beberapa orang tua agar kelak anak-anak mereka menjadi dokter.
Tapi sekarang lihat! Beberapa bulan terakhir dokter selalu identik dengan keyword: puyer, malpraktik, aborsi, dll. Ini bukti kurangnya komunikasi antara masyarakat, media pers, dan tenaga kesehatan (dokter, apoteker, perawat, dsb).
Mari Belajar Dari Film-Film Di Bawah ini, siapa tahu akan menjadi inspirasi pihak-pihak yang peduli dengan tontonan yang berkualitas bagi masyarakat.
1. TEAM MEDICAL DRAGON
- Film seri ini bercerita tentang Dokter Ryutaro Asada, seorang Dokter Ahli BTKV (Bedah Thorax dan Kardiovaskuler). Dr.Asada Ryutaro ini memang mempunyai kemampuan yang sangat hebat, dan ia dibuang oleh dunia kedokteran Jepang karena sifatnya yang tidak mau berkompromi apabila menyangkut nyawa pasien, sehingga disingkirkan dengan licik oleh temannya yang memanfaatkannya yaitu Dr. Kirishima Gunji dari Universitas Kita Nihon.
- Sisi Edukasi : Penonton akan memperoleh informasi tentang seluk beluk dunia operasi (secara garis besar) dari prosedur pemeriksaan, diagnosa, hingga jalannya operasi BTKV.
- Sisi Drama : Hmm..dari film ini penontonternyata begini ya kehidupan beberapa ‘oknum’ dokter? Sikut kiri-kanan, injak bawah, sundul atas..he..he..
2. DR.KOTO SHINRYOJO.
- Film ini menceritakan tentang dr.Goto Kensuke yang memutuskan untuk mengabdi menjadi dokter di pulau terpencil di Jepang (ya..mirip PTT gitu). Cerita di tiap episodenya mungkin akan mirip dengan beberapa pengalaman dokter PTT di Indonesia mungkin? Kecuali ‘Puskesmas’nya yang sudah ada mesin Rontgen, dll.
- Sisi Edukasi: Penonton akan melihat bagaimana seorang dokter dihadapkan pada berbagai kasus medis namun harus bertindak ekstra keras dikarenakan keterbatasan sarana.
- Sisi Drama: Film ini secara tidak langsung menyindir pemerintah jepang tentang pelayanan medis kepada masyarakat yang tinggal di pulau terpencil. (wAH..bagaimana kalau di Indonesia ya?)
3. SAY HELLO TO BLACK JACK.
- Tema ceritanya adalah seorang dokter magang (ya kalau disini Koass gitu…), Eijiro Saito, yang baru lulus dari fakultas kedokteran terbaik di Jepang, yaitu dari Universitas Eiroku. Dari sini kita diajak untuk mengikuti drama keseharian sang dokter muda yang bergelut dengan isu-isu moralitas, perikemanusiaan, etika, hakikat kebenaran, dan sebagainya, sejalan dengan perkembangan karir dan kedewasaan. Memang, film ini agak To The Point karena menyajikan dengan gamblang ‘kotor’-nya dunia medis di Jepang. Jelas film ini bukanlah konsumsi anak-anak.
- Sisi Edukasi : Penonton akan tahu bagaimana rumitnya sebuah birokrasi dalam suatu badan kesehatan (gak cuma Jepang, Indonesia juga lho..)
- Sisi Drama : Posisi yang sulit bagi seoran dokter muda yang harus bertarung antara idealitas dan realita merupakan alur drama yang akan membawa penonton menjadi mengerti betapa sulitnya menjadi seorang dokter.
——***——
Nah..semoga menjadi inspirasi…
(Bersambung)











dokterearekcilik berkata,
Maret 27, 2009 @ 12:17 am
Produser Indonesia gak tertarik bikim film tentang kedokteran, jadi repot ya….. mereka lebih suka horor dan pertengkaran yg bikin masyarakat tambah ga karuan. Padahal itu bisa membantu memberikan info dan pembelajaran pada masyarakat
sibermedik berkata,
Maret 27, 2009 @ 6:50 am
@Dokterearekcilik
mungkin kalau dimulai dari pemberdayaan TV LOKAL (Mis:JTV) bisa tercapai, membuat film tentang kesehatan seperti mitos2 imunisasi,tumbuh kembang anak,dll yg dibumbui bahasa lokal akan lebih mengena bagi masyarakat.
Anz berkata,
Maret 27, 2009 @ 6:56 am
Susahnya bikin film bertemakan kedokteran ya memasukkan suasana medis ke dalamnya agar sesuai realita. Coba liat beberapa sinetron indonesia yang nyentuh2 dokter, pasti pada ngakak abis. Paling lucu ya dulu itu, lupa judule, pokoke cerita tentang koas. Koas kok gayane ngeluwihi dokter. Yo ngguyu..
Seandainya saja para produser film itu mau meluangkan waktu sejenak untuk mencari tahu keadaan sebenarnya, tentu responnya akan berbeda.
Om Cibel, kok plipiuw pelemnya cuman yang dali jepang? Yang dali amlik atau elopa mana?
sibermedik berkata,
Maret 27, 2009 @ 8:07 am
@dr.Anjang
yah Mas, itu dilema kita.Dulu sempat terpikir mbuat usaha konsultan spesial efek khusus adegan2 yg berhubungan dengan medis (ya mirip ma make up nya ATLS gitu).
Btw,sabar dong? kan bersambung..ntar saya list dulu pilem2 doktel amlik..
LuxsMan berkata,
Maret 27, 2009 @ 10:16 am
wah klo yang TEAM MEDICAL DRAGON aq udah liat, lumayan bagus lah….
ada juga FILM 1 liters of tears alias seliter air mata hehehehehe……..
Indonesia sudah bikin film kedokteran belum ya?????
mulki berkata,
Maret 27, 2009 @ 11:49 am
wah, makasi ya, kak! dapat referensi lagi. belum nonton yang nomor 2 n 3. smgt koassnya!
omiyan berkata,
Maret 27, 2009 @ 3:09 pm
yup..masih enak nonton film luar terkadang ceritanya apa adanya..
bocahbancar berkata,
Maret 27, 2009 @ 4:40 pm
Ada lagi Mas judulnya ….Wah saya lupa..
Pokoknya keren juga kok, pernah liat di Youtube tapi lum sempat selesai…
Salam hangat Bocahbancar……
cakmoki berkata,
Maret 27, 2009 @ 8:41 pm
Kirain yang naik motor itu sibermedik lagi bertugas di ndeso ™ …
arkandas berkata,
Maret 27, 2009 @ 9:41 pm
Untuk film pertama dan kedua saya sudah ikutin melalui komik. Wah-wah sekarang sudah ada filmnya. TQ atas infonya
fajar QIMI berkata,
Maret 27, 2009 @ 9:46 pm
langsung monceng sepeda untho ke TKP……..
draguscn berkata,
Maret 27, 2009 @ 10:58 pm
Lho kok ngga ada House sama ER ?
azzakky berkata,
Maret 28, 2009 @ 12:32 pm
iya tu sinetron pancen pada nggak mutu. Gak cuma Wagu tur Ra Mutu, tapi juga Wagu Tur Saru (disingkat WTS eh terlalu vulgar.. WaTuSa aja deh hehe) mending kalian masi bisa liat TV non sinetron seperti metro, Trans, atau tvone. ditempatku TV-TV tsb sudah lama ga bisa diliat, katanya pada belum pajak haha. tinggal TV-TV spesialis sinetron yang ada: SCTV, Indosiar, RCTI, TPI dan yang agak mendingan ANTV
sibermedik berkata,
Maret 30, 2009 @ 10:06 pm
@Luxsman
One litter Tears emang cerita tentang dokter ya? kok saya baru tahu?
@Mulki
Iya..sama-sama
@Omiyan
Boikot aja Film ra mutu indonesia..he..he
@Bocahbancar
saya tunggu infonya
sibermedik berkata,
Maret 30, 2009 @ 10:09 pm
@Cakmoki
itu sepedaa Onthel Cak…
@Arkandas
Film kita gimana ya?
@Fajar Qimi
TKP=Tempat Kerja Praktek
@dr.Agus cn
sabar dok..ntar di postingan berikutnya
@Azakky
Setuju…WTS=Wagu Tur Saru
nobi-nobi berkata,
Maret 31, 2009 @ 1:47 am
hoho… ada lagi mas film kedokteran tapi ini ga serial..
coba cari aja judulnya ’something the lord made” kyaknya itu hoho lupa udah lama nontonya…
filmnya yoi banget dah… true story lagii..
btw film2 yang kau sebutkan diatas bisa di pinjem dimane? tempet bos rigan ada ga?
andhika_arie berkata,
Maret 31, 2009 @ 9:30 pm
wah bos siber…
aq bru tahu tentang yg ketiga iks…
thenkyu bos..
fauzansigma berkata,
April 1, 2009 @ 1:42 am
keren reviewmu bos… oh iya.. silakan baca di blog sy klo mau bkin blog uns… asal masih punya NIM msh bisa kok
ubaid berkata,
April 7, 2009 @ 10:51 am
saya suka banget nonton serial tv tent. dokter, yang paling bagus menurut saya House (karakternya kuat banget) dan cukup dalam membahas diagnosisnya,
ER used to be my favorit,
Grey’s Anatomy bagus tapi ngga terlalu bahas sisi medisnya…
kalo Scrub lucu,
Sinetron indonesia pernah juga mencoba membuat seri berlatar belakang dokter judulnya pelangi harapan, tapi yaaa itu tadi WaRaMu, ngga bahas soal medis at all…..
dr.prima berkata,
April 20, 2009 @ 1:27 pm
kok akhr akhr ni jarang online pak??
binchoutan berkata,
April 30, 2009 @ 3:11 am
boleh kasih rekomendasi…
film seri tentang kedokteran Jepang & Korea yg Bagus lainnya.. coba deh tonton kalau ada waktu.. banyak pesan moral yg disampaikan disana
1. Kirakira Kenshui (jepang) http://wiki.d-addicts.com/Kirakira_Kenshui
2. Shiroi Kyoto (jepang) http://wiki.d-addicts.com/Shiroi_Kyoto_2003
3. New Heart (korea) http://wiki.d-addicts.com/New_Heart
menurut gw.. New Heart paling realistis dari segi cerita & karakter tokoh2nya.. kalau drama seri jepang kadang suka ada tokoh & kejadian yg “gak mungkin” ada in d real world
selamat mencari.. hehehe
HIKMAH berkata,
September 18, 2009 @ 10:45 am
NEW HEART emg bagus,,,,,
kalau ada film yg lain kasi tahu y…
Mimi berkata,
Mei 9, 2009 @ 4:39 pm
Askum.salam kenal kak siber.
Thax buat rekomendasi film-film nya.
Udah coas tahun keberapa nih kak?,moga2 lancar n cepat slesai.
uni berkata,
Juni 3, 2009 @ 4:49 pm
aku pengen banget nonton film itu, dr koto, n tentang dokter koas itu, tapi g tau mesti beli dimana kasetnya. ada yang bisa kasi tau, aku tinggal di makassar
via pos juga boleh
tyan berkata,
Juni 4, 2009 @ 4:17 pm
good!!!
Tsurayya berkata,
Juni 19, 2009 @ 8:56 pm
Keren bgt siihh ni bloggerny….
Kereeennn bgt….
didi berkata,
Oktober 13, 2009 @ 6:59 am
Hai…blh gabung ya…..
Sblmny Thx bnyk info yg aq dpt.
Btw, klo aq lbh suka yg non serial, alias sekali rampung.
Brgkali ada yg blm keshare, aq dah nonton bbrp:
- Patch’s Adam
- Something The Lord Made(dah ada yg komen jg di atas)
- And The Band Played On
- Dr. T and Woman
- Analyze This
- Analyze That
- Final Analysis
- Monk
- Speaking of Sex
- Frankenstein
- dll (ada d cttn, kpn2 aq cari lg, he).
Smoga qt bs bnyk share lg.
Thx…..
joe berkata,
Oktober 14, 2009 @ 10:49 pm
di Indonesia mah sukanya film “Menculik Miyabi” hahaha (gak mutu)…
blognya keren… thx for sharing