Ini adalah minggu ke-3 Siber di Stase Kedokteran Forensik dan Medikolegal, beberapa macam kasus kematian tak wajar sudah Siber hadapi. Ternyata KEMATIAN adalah hal yang paling PASTI dalam hidup, sungguh mudah bagi Allah SWT mencabut nyawa kita seketika, lalu yang jadi pertanyaan adalah bagaimanakah kondisi kita saat diwafatkan? Apakah dalam kondisi Su’ul khatimah atau Khusnul khatimah?
Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”(Q.S Al Jumu’ah 62:8 )
Berikut ini Siber ingin berbagi sedikit Ilmu tentang MATI alias THANATOLOGY..Selamat menyimak..:
THANATOLOGI
DEFINISI:
- Berasal dari kata thanatos : yang berhubungan dengan kematian, logos : ilmu
- Thanatologi : ilmu yang mempelajari tentang kematian dan peruahan yang terjadi setelah kematian serta faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut.
- Mati : penghentian penuh menyeluruh dari semua fungsi vital tanpa kemungkinan dihidupkan lagi
-
Ada beberapa istilah :
- Mati suri
- Mati somatik
- Mati seluler
- Mati serebral
- Mati batang otak(Mati klinis)
—-===—-
A. MATI SURI ( Apparent death/ Suspended animation )
- Adalah penurunan fungsi organ vital sampai taraf minimal yang reversibel
- Diketahui ternyata hidup lagi setelah dinyatakan mati
- Mati suri sering ditemukan pada kasus keracunan obat tidur, tersengat listrik atau tersambar petir,dan tenggelam.
B. MATI SOMATIS
- Adalah keadaan dimana fungsi ketiga organ vital ( sistem saraf pusat, sistem kardiovaskuler dan sistem pernafasan ) berhenti secara menetap (ireversibel)
- Pada klinis didapati:
1.Sistem saraf
- Refleks-refleks fisiologis dan patologis
- Tonus otot → sehingga terkesan tubuh saat diangkat berat ( relaksasi primer ).
2.Sistem pernafasan
- Tak tampak gerakan dada.
- Tak teraba udara keluar masuk hidung.
- Bulu / serat halus yang ditaruh di depan hidung tidak bergerak.
- Tak terdengar suara aliran udara di depan hidung, di trakea, di dada.
3. Sistem kardivaskuler
- ECG mendatar .
- Nadi tidak teraba.
- Iktus kordis negative.
- Denyut jantung tidak terdengar.
C. MATI SELULER
- Adalah kematian organ atau jaringan tubuh yang timbul beberapa saat setelah kematian somatis
- Kerusakan terjadi pada semua organela sel terakhir pada mitokondria.
- Daya tahan hidup masing-masing organ atau jaringan berbeda-beda sehingga terjadinya kematian seluler pada tiap organ atau jaringan tidak bersamaan.
D. MATI SEREBRAL
- Kerusakan kedua hemisfer otak yang ireversibel kecuali batang otak dan serebelum, kedua sistem lain masih berfungsi dengan bantuan alat.
E. MATI BATANG OTAK
- Kerusakan seluruh isi neuronal intrakranial yang irreversibel, termasuk batang otak dan serebelum
-
Tanda awal :
- Relaksasi primer
- Berhentinya pernafasan
- Berhentinya sirkulasi darah
- Kulit pucat
- Reflek kornea dan cahya (-)
-
Tanda lanjut :
- Algor mortis ( penurunan suhu )
- Livor mortis ( lebam mayat )
- Rigor mortis ( kaku mayat )
- Dekomposisi (pembusukan )
- Maserasi
- Mumifikasi
- Saponifikasi.
—–
Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, pesankan sesuatu kepadaku yang akan berguna bagiku dari sisi Allah.” Nabi Saw lalu bersabda: “Perbanyaklah mengingat kematian maka kamu akan terhibur dari (kelelahan) dunia, dan hendaklah kamu bersyukur. Sesungguhnya bersyukur akan menambah kenikmatan Allah, dan perbanyaklah doa. Sesungguhnya kamu tidak mengetahui kapan doamu akan terkabul.” (HR. Ath-Thabrani)











