Arsip untuk September, 2008

Lebaran di Rantau

Aku Sedih..Duduk Sendiri..Di Kost Sepi..Nunggu Otopsi

Aku Sedih..Duduk Sendiri..Di Kost Sepi..Nunggu Otopsi

Ini akan menjadi pertama kali bagi saya merayakan lebaran tidak bersama ortu dan adik, maklum kewajiban standby sebagai Chief KoAs forensik. Istilah teman-teman sih Stase “Tahanan Kota”, jadi kalau tiba-tiba ada panggilan visum ya harus datang. Maklum, katanya tahun lalu saja ada koas yang langsung dapat panggilan visum pas setelah sholat Ied, So..Jadi KoAss On Call deh..

Ada juga curhatan Koass-koass dirantau dalam Buletin Board di Friendster:

….Nasib coass…

Disaat orang2 sibuk mudik ketemu ama keluarga mereka, kita para coass tidak bs libur terutama stase2 yg mengharuskan jaga..Sebenarnya bisa mudik juga sih yg rumahnya jauh tetapi cuman 2-3 hr itupun setelah ada pengorbanan dari temen2 yg rumahnya solo dan sekitarnya shg mengorbankan waktu mereka berlebaran di RS..

Gmn sih rasanya lebaran di RS??Aku tdk bs merasakanya krn diriku kebagian jaga di malam lebaran yg kedua…Inilah namanya persahabatan dan persaudaraan bung..Harus ada pengorbanan, so tidak hanya cinta yg bth pengorbanan..Hehe..So buat temen2 yg mudik jgn lupa oleh2 or fitrahnya yak huehuehue…
…Nasib..Nasib..Ya beginilah nasib coass…
NB: andai ada kebijakan dr fakultas meliburkan semua coass saat lebaran cukup 2 hr,tentulah kita sangat senang…Dengarkanlah kami para pimpinan Senat fakultas…(Cuzer)

Curhatan teman diatas jelas-jelas To Good To Be True..Lha kalau koass mudik sing njaga RS siapa? Dokter-dokter senior kan juga pingin lebaran he..he…

Dunia Koass memang miniatur kehidupan dokter kedepan, dimana waktu kerja tidaklah pasti, kadang saat libur pun harus bertugas.

Btw, Sempat tadi sore nonton sebuah iklan Petronas Malaysia di YouTube tentang hari raya. Langsung mbrebes mili beta punya Gland.Lacrimalis. Coba deh tonton..hiks..hiks.

Today – 2007

(Ayah duduk di luar rumah ketika waktu makan, bermenungan…)

Anak mengeluh tapi bersapa dengan lembut: “Abah, kenapa ni? Jom kita naik makan…”

(Bunyi burung berkicauan)

Ayah dengan ceria: “Burung ape tu nak?”
Anak tersengih: “Burung murai.”

Ayah dengan selamba: “Burung ape?”
Anak mula rasa meluat lantaran menjawab dengan laju: “Burung murai, Bah.”

Ayah ‘testing’ sekali lagi: “Burung ape?”
Anak: “Burung murai.”

Ayah buat muka lawak: “Burung ape’”?”
Anak dah tunjuk muka meluat betul: “Abah, Abah ni tak dengar ke buat-buat tak dengar? Apa lagi yang Abah nak saya cakapkan? Burung murai, burung murai tu bah.

Ayah tersenyum sambil menyerahkan coretan arwah ibu si Anak: “Nah, kau baca apa yang mak kau tulis…”

(Anak menyambut dan membelek buku nota berjudul – Kenanganku – Milik Salmah)

<<<>>>

26 JUN 1976

Ibu mengenangkan rasa bahagia memerhatikan bagaimana si Ayah tak jemu-jemu, malah begitu ceria sekali melayan karenah si Anak yang melontarkan soalan yang sama, berulang-ulang kali:

Anak: “Bah, ni burung apa ni Bah?
Ayah: “Burung murai…

Anak: “Burung ape?
Ayah: “Burung murai nama dia…

Anak: “Burung ape?
Ayah: “Burung murai, sayang…

Anak: “Burung ape?
Ayah: “Burung murai, man…”

(berulang-ulang kali sambil mengembalikan burung murai yang terjatuh semasa cuba terbang kembali ke sarangnya.)

Anak tersentuh dan terus sedar keangkuhannya dan terus memohon kemaafan daripada si Ayah.

————————–===—————————

Dari iklan diatas kita dapat bercermin, betapa sabar dan penuh cinta kasih orang tua kita mendidik, membimbing, dan menyayangi kita sejak kecil. Namun apa ang telah kita balas kepada mereka? Semakin dewasa, justru kita malah semakin menentang, merasa pandai karena pendidikan yang lebih tinggi, merasa lebih karena kedudukan yang kita peroleh? Sudah lupakah kita terhadap kasih sayang mereka?

Betapa sayangnya Ayah dan Bunda kita, jangan sampai kita menyesal dikemudian hari sebelm sempat berbakti membalas kasih sayang dan pengorbanan mereka. Sebuah ayat cinta yang mengingatkan kita tentang mereka:

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Q.S Al Ahqaaf 46:15)

Komentar (5) »

Safe@Work : Gizi Kerja dan Puasa

Safe@Work: Gizi Kerja dan Puasa

Oleh: PM. Herlambang, S.Ked.

 

Bulan Ramadhan merupakan bulan suci dimana umat islam diwajibkan untuk berpuasa dan ibadah dinilai berlipat ganda. Namun banyak dari umat islam sendiri yang tidak melaksanakan puasa dengan alasan pekerjaan yang berat, ini sangat disayangkan karena Rasulullah bersabda:
“Barangsiapa yang tidak puasa sehari dalam bulan Ramadhan tanpa adanya uzur dan bukan karena sakit, maka tidak dapat diganti dengan puasa setahun penuh, sekalipun ia mau berpuasa setahun penuh.” (HR.Bukhari)

Lalu apakah ada hubungannya antara pekerjaan berat dan kewajiban berpuasa? Mari kita telaah dari sudut pandang kedokteran okupasi dan kesehatan kerja dalam sub topik GIZI KERJA dan Tinjauan PUASA RAMADHAN, sekaligus melanjutkan topik dalam seri sebelumnya.

——–***——–

I. GIZI KERJA.

A. DEFINISI

GIZI KERJA
adalah nutrisi (zat makanan) yang diperlukan pekerja untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan jenis pekerjaan, sehingga kesehatan dan daya kerja menjadi setinggi-tingginya.

GIZI pada umumnya: mempelajari bagaimana memberikan makanan sebaik-baiknya sehingga kesehatan tubuh optimal.

 



 

 

 

 

 

 

 

 

B. MENU BERIMBANG (HARUS):

  1. LEMAK (20 % TK)
  2. PROTEIN (10-15 % TK)
  3. KARBOHIDRAT (65-70 % TK)

C. YANG HARUS DIPERTIMBANGKAN DALAM MENYUSUN MENU :

  • POLA MAKAN: kebiasaan makanan pokok
  • KEPERCAYAAN / AGAMA: pantang makanan tertentu
  • KEUANGAN: ekonomis tetapi tetap bergizi
  • DAYA CERNA: makanan yg biasa dimakan masyarakat sekitar
  • PRAKTIS: mudah diselenggarakan
  • VOLUME: cukup mengenyangkan
  • VARIATIF: jenis menu bervariasi

 D. ENERGI UNTUK KERJA (KEGIATAN) TERGANTUNG:

  • UMUR
  • BERAT BADAN
  • JENIS KELAMIN
  • KEADAAN KHUSUS
  • METABOLISME
  • JENIS PEKERJAAN: RINGAN, SEDANG, BERAT
  • KEADAAN LINGKUNGAN KERJA

 

JENIS KELAMIN BERAT BADAN (KG) KALORI
LAKI-LAKI 60
55
50
3.000
2.900
2.600
WANITA 50
45
40
2.050
2.000
1.800

 

E. KOREKSI KEBUTUHAN KALORI:

    1. BERDASARKAN UMUR.

 

UMUR (th)

%

20 — 29

30 — 39

40 — 49

50 – 59

60 – 69

> 70

100

97

94

86,5

79

69

    2. BERDASARKAN DERAJAT KEGIATAN

F. KALORI OUTPUT

Kalori In Take dari makanan metabolismenya akan disesuaikan dengan kegiatan tubuh sebagai Kalori output yang meliputi:

  1. Metabolisme Basal (MB).
  2. Kegiatan akibat pengaruh makanan (10% MB).
  3. Kerja otot.

Selisih Kalori In Take dan Output inilah sebagai cadangan energi tubuh apabila digunakan dalam kondisi terdesak, dengan syarat kalori intake dan jenis kegiatan (kerja) sesuai dengan tabel- tabel diatas.  

 

G. KEWAJIBAN PERUSAHAAN DALAM GIZI KERJA.

1. Pengadaan Kantin.

  • TANGGUNG JAWAB PIHAK MANEJEMEN
  • LEBIH 50 ORANG = BIAYA PERUSAHAAN
  • LETAK TERPISAH DARI BAG. LAIN
  • LUAS 25 M2 / 50 ORANG
  • PEMBERIAN MAKAN WAKTU ISTIRAHAT (4-5 JAM SETELAH KERJA)
  • PETUGAS MENDAPAT PENYULUHAN TTG GIZI, KESEHATAN, KEBERSIHAN
  • PETUGAS HARUS DIKONTROL KESEHATANNYA
  • PAKAIAN PETUGAS KHUSUS
  • MAKAN DILAYANI DG KUPON
  • HARUS MENGIKUTI PERMENKES 712 TH 1986 (PERSYARATAN KESEHATAN JASA BOGA).

2.Penyuluhan Gizi Kerja.

  • PENYULUHAN GIZI DAN KESEHATAN TERHADAP SEMUA KARYAWAN TERMASUK STAF DAN PETUGAS KANTIN SERTA PIHAK MANEJEMEN.


—-

 

II. PUASA RAMADHAN

1. Definisi :

Puasa ialah menahan diri dari makan, minum dan bersenggama mulai dari terbit fajar yang kedua sampai terbenamnya matahari. Firman Allah SWT:

” …….dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam … “(Al-Baqarah: 187),

2. Kapan dan bagaimana puasa Ramadhan diwajibkan ?

Puasa Ramadhan wajib dikerjakan setelah terlihatnya hilal, atau setelah bulan Sya’ban genap 30 hari. Puasa Ramadhan wajib dilakukan apabila hilal awal bulan Ramadhan disaksikan seorang yang dipercaya, sedangkan awal bulan-bulan lainnya ditentukan dengan kesaksian dua orang yang dipercaya.

3. Siapa yang wajib berpuasa Ramadhan ?

Puasa Ramadhan diwajibkan atas setiap muslim yang baligh (dewasa), aqil (berakal), dan mampu untuk berpuasa.

4. Syarat wajibnya puasa Ramadhan ?

Adapun syarat-syarat wajibnya puasa Ramadhan ada empat, yaitu Islam, berakal, dewasa dan mampu.

5. Siapa saja yang diperbolehkan tidak berpuasa?

  • Orang sakit yang berbahaya baginya jika berpuasa dan orang bepergian yang boleh baginya mengqashar shalat. Tidak puasa bagi mereka berdua adalah afdhal, tapi wajib menggadhanya. Namun jika mereka berpuasa maka puasa mereka sah (mendapat pahala).

    Firman Allah Ta’ala:

    ” …..Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka wajiblah baginya berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain… ” (Al-Baqarah:184).

    Maksudnya, jika orang sakit dan orang yang bepergian tidak berpuasa maka wajib mengqadha (menggantinya) sejumlah hari yang ditinggalkan itu pada hari lain setelah bulan Ramadhan.

  • Wanita haid dan wanita nifas: mereka tidak berpuasa dan wajib mengqadha. Jika berpuasa tidak sah puasanya.

    Aisyah radhiallahu ‘anha berkata :

    “Jika kami mengalami haid, maka diperintahkan untuk mengqadha puasa dan tidak diperintahkan menggadha shalat. ” (Hadits Muttafaq ‘Alaih).

  • Wanita hamil dan wanita menyusui, jika khawatir atas kesehatan anaknya boleh bagi mereka tidak berpuasa dan harus meng-qadha serta memberi makan seorang miskin untuk setiap hari yang ditinggalkan. Jika mereka berpuasa maka sah puasanya. Adapun jika khawatir atas kesehatan diri mereka sendiri, maka mereka boleh tidak puasa dan harus meng-qadha saja.
  • Orang yang tidak kuat berpuasa karena tua atau sakit yang tidak ada harapan sembuh. Boleh baginya tidak berpuasa dan memberi makan seorang miskin untuk setiap hari yang ditinggalkannya. Demikian kata Ibnu Abbas menurut riwayat Al-Bukhari. Sedangkan jumlah makanan yang diberikan yaitu satu mud (genggam tangan) gandum, atau satu sha’ (+ 3 kg) dari bahan makanan lainnya.

——

III. PEMBAHASAN

Dari kedua sudut pandang diatas maka dapat kita simpulkan bahwa bekerja bukanlah halangan untuk berpuasa (kecuali termasuk dalam golongan yang diperbolehkan berpuasa).

Lalu bagaimana mempersiapkan fisik dalam menghadapi Puasa Ramadhan? Mari kita cari solusinya..

  • PENGATURAN WAKTU KERJA DAN WAKTU ISTIRAHAT.
    • Jumlah jam kerja efisien per minggu adalah 40-48 jam yang terbagi dalam 5-6 hari kerja.
    • Dari sudut pandang fisiologi, kerja lembur sangat merugikan kesehatan. Dalam putaran 24 jam/hari terdapat 3 siklus keseimbangan tubuh yaitu:
      • 8 jam kerja.
      • 8 jam interaksi sosial, dan
      • 8 jam istirahat.
    • Maksimum kerja tambahan yang masih efisien adalah 30 menit.
    • Diantara waktu kerja harus disediakan waktu istirahat yang jumlahnya 15-30% dari seluruh waktu kerja.
    • Pemberian waktu istirahat bertujuan:
      • Mencegah terjadinya kelelahan yang berakibat pada penurunan kemampuan fisik dan mental. (menurunkan efisiensi kerja).
      • Memberi kesempatan tubuh untuk melakukan pemulihan dan penyegaran.
      • Memberi kesempatan waktu untuk melakukan kontak sosial.
    • Istirahat yang ditetapkan atas dasar perundang-undangan yang berlaku 1jam tiap 4 jam kerja, dan diselingi 15 menit setelah 2 jam kerja.
    • Untuk pekerja yang berpuasa sebaiknya pihak manajemen melakukan kebijakan penambahan jam istirahat, penambahan pergantian shift pekerja, dan atau pengurangan jam kerja selama bulan Ramadhan.
    • Semakin lelah kondisi seorang pekerja maka akan semakin banyak dia melakukan istirahat curian, ini sangat membahayakan dan merugikan, baik dari pihak pekerja maupun dari pihak pengusaha karena dapat meningkatkan resiko kecelakaan kerja dan pada akhirnya menurunkan kinerja perusahaan.

 

  • PENGATURAN KEBUTUHAN GIZI KERJA.
    • Jika kalori yang dibutuhkan di tempat kerja 40% total kalori sehari dimana makan pagi (penting) menyumbang 20% diantaranya, maka agar fit sepanjang hari selama berpuasa sekitar 14 jam kita memerlukan asupan gizi yang baik. Kunci utamanya adalah dengan mengatur sebaik-baiknya konsumsi makanan waktu sahur dan buka puasa.

       

    • Saat sahur, perbanyak asupan serat, protein dan lemak serta serat pangan yang dapat diperoleh dari konsumsi sayuran dan buah.
    • Kurangi asupan karbohidrat, karena banyak karbohidrat hanya akan mensuplai energi sekitar 3-4 jam saja, sedangkan protein dan lemak bisa lebih lama sehingga pengosongan lambung agak lambat sehingga tidak mudah lapar.
    • Untuk menghindari lemas, Anda juga bisa mengkonsumsi segelas susu saat sahur, konsumsi pula suplemen yang mengandung vitamin B kompleks agar metabolism optimal.
    • Untuk pekerja di ruang ber-AC sebaiknya pada saat sahur, minumlah setidaknya dua gelas air. Satu gelas saat Anda selesai makan sahur, dan satu gelas lagi sesaat sebelum imsak.
    • Saat berbuka, hindari minuman manis yang mengandung sukrosa (sirup, dll), gantilah dengan pemanis alami (fruktosa) dari sari buah-buahan (jus).
    • Hindari juga memulai buka puasa dengan sebatang rokok karena akan memicu kadar asam lambung. Hindari pula berbuka puasa berlebihan seolah-olah “balas dendam” karena seharian perut kosong.

***NAH..SEKARANG TIDAK ADA ALASAN LAGI UNTUK TIDAK BERPUASA DENGAN ALASAN PEKERJAAN YANG TERLALU BERAT***

Literatur:

1. Al Qur’an digital.

2. Hadits web 3.0

3. Tarwaka et al. 2004. Ergonomi untuk Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Produktivitas. UNIBA Press, Surakarta.

4. Djaenudin,M, 2008. Kiat Menjaga Stamina Selama Bulan Puasa

5. Hendrarto, S, Freddi, 2007. Tips Bekerja Saat Puasa.

6. Hadian, S., dr., 1987, Menata Ilmu Gizi Terapan Bagi Peningkatan Mutu Olahragawan Indonesia Menjelang Tahun 2000. CDK-Jakarta

7. Harminto,. dr. 2007, Kuliah Kedokteran Okupasi dan Industri.pdf, FKUNS-Surakarta.

8. NoNameFace, 2008.,Shift Work

Semoga Romadhon ini membuat kita berubah menjadi lebih baik…Amin..

Komentar (19) »

PERTOLONGAN PERTAMA (2)

II. Tenggelam
Berdasarkan jenis air dimana peristiwa tenggelam terjadi, tenggelam dibagi menjadi:
1.  Tenggelam dalam air tawar.
2.  Tenggelam dalam air laut.

Pada peristiwa tenggelam terjadi apnea, yang diikuti inspirasi hebat sehingga air akan masuk ke dalam alveolus dalam jumlah besar. Refleks larings yang timbul menyebabkan spasme larings, yang dalam waktu lama menyebabkan anoksi otak dan berlanjut sebagai kelumpuhan pusat pernapasan dan penurunan kesadaran.

Inhalasi air tawar menyebabkan hemodilusi hebat yang menimbulkan gangguan elektrolit dan melanjut sebagai fibrilasi ventrikel.Inhalasi air laut menyebabkan hemokonsentrasi sehingga beban jantung bertambah, yang tampak sebagai melambatnya denyut nadi, hipotensi dan edema paru.
* GEJALA

  1. Asfiksi dengan atau tanpa kegagalan sirkulasi dan edema otak.
  2. Muntah akibat masuknya air dalam lambung. Dapat menyebabkan aspirasi.

* PENATALAKSANAAN

petunjuk tenggelam

petunjuk tenggelam

Tindakan darurat

  • Tindakan terpenting dalam setiap peristiwa tenggelam adalah mengembalikan fungsi ventilasi yang efektif dan mempertahankan sirkulasi.
  • Resusitasi harus segera dilakukan sekalipun korban masih dalam air.
  • Tak perlu berusaha mengeluarkan air dari paru atau lambung.Pada peristiwa yang tidak berat, pernapasan spontan dapat segera timbul dalam 30 menit.

Tindakan definitif

  • Setelah kesadaran dan pernapasan spontan pulih, harus dijaga agar jalan napas selalu bebas.
  • Penderita diletakkan miring dengan kepala lebih rendah.
  • Pada tenggelam di air laut maka tindakan pernapasan buatan harus diteruskan beberapa saat untuk mencegah edema paru.
  • Koreksi keseimbangan asam basa, elektrolit dan pemberian obat:
    -  Na-bikarbonat.
    -  Antibiotik untuk mencegah/mengobati radang paru.
  • Kortikosteroid untuk mencegah edema otak dan memperbaiki surfaktant paru, tappering off .
  • Bila perlu dilakukan transfusi darah untuk mengatasi hemolisis akibat tenggelam di air tawar; atau pemberian plasma pada hemokonsentrasi akibat tenggelam di air laut.

Komentar (6) »

PERTOLONGAN PERTAMA (1)

Hal ini berguna bila kebetulan hanya tersedia peralatan yang paling sederhana di pelosok-pelosok :

I. Perdarahan:
Perdarahan yang bertitik-titik dan menyebar merupakan perdarahan kapiler. Warna yang merah segar dan mengalir deras mempakan perdarahan arterial, sedangkan yang terbanyak adalah perdarahan vena, dengan warna merah gelap dan berasal dari dinding bawah luka.

Perdarahan Kapiler

Perdarahan Arteri

Perdarahan Vena

* Tindakan pada perdarahan banyak:

  1. Baringkan penderita, perhatikan darah yang mengalir ke jalan napas.
  2. Angkat bagian yang berdarah untuk mengurangi derasnya aliran.
  3. Singkirkan pakaian yang naenghalangi darah tersebut.
  4. Lindungi luka dengan perban-tekan yang bersih.
  5. Atasi syok.
  6. Untuk perdarahan arterial bisa digunakan tekanan tangan pada daerah proksimal luka atau mempergunakan tourniquet (jika darurat bisa berupa sapu tangan, dasi,seutas tali atau potongan dari pakaian). tourniquet diikatkan selama 1 menit dan dikendorkan selama 15 menit selang-seling demikian seterusnya.

tourniquet bisa menimbulkan penyulit gangren, sehingga hanya dipakai bila perdarahan masif dan atau anggota gerak yang teramputasi dimana arteri terputus, kemudian tertarikkedalam dan perdarahan baru tidak nampak akibat tertutup oleh bekuan darah.

Komentar (2) »

Behind the graduation

Antara ‘Si Bolang’ dan ‘Surat’ Sahabat..

Terucap terima kasih kepada seorang sahabat yang telah mendukung dan menyemangati saya dengan nasehat-nasehat singkatnya seperti salah satunya diatas. “Surat-Surat” sahabat ini walau singkat tetapi dapat menjadi penyemangat dikala Futur melanda. Saya jadi ingat acara Surat Sahabat..ya hampir sama dengan acara Si Bolang gitu….

Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.(Q.S An Nisa 4:69)

Makasih ya sahabat…

Komentar (10) »