Di blogstat saya tiba-tiba banyak pengunjung membaca postingan saya tentang psikopat, sebenarnya saya juga merencanakan posting tinjauan psikiatri forensik tentang kejahatan, pembunuhan, mutilasi dan homoseksual. Namun sebelum itu, saya ajak pembaca sedikit ‘mengenal’ salah satu psikopat abad pertengahan, ya dialah DRACULA.
“Konon kabarnya Dracula hanya bisa dikalahkan dengan salib dan bawang putih. Selama ini sejarah yang didominasi barat memang telah menguburkan sosok Dracula. Sosok nyata yang telah diubah sedemikian rupa sehingga banyak yang tidak mengetahui siapa Dracula itu. Pengaburan itu juga terjadi pada kisah seputar siapa yang mengalahkan dracula, apa benar dracula takut dengan salib dan bawang putih?
Vlad Tsepes III (1431-1476), yang lebih populer dengan nama Dracula dilahirkan di Transylvania, Rumania. Ia merupakan anak kedua dari perkawinan Vlad II dan Cneajna, seorang putri Moldavian. Sebagai darah biru, selain mendapatkan pelajaran agama, Dracul juga gemar mempelajari ilmu sosial dan eksakta. Disamping itu dia sangan gemar berlatih berperang. Karakter yang dingin, pembangkang dan suka berkelahi kemungkinan disebabkan oleh pengaruh lingkungan yang hingar bingar dengan perang, terutama perang salib yang berkecamuk saat itu.
Bibit-bibit kekejian Dracula tercermin dari kebiasaannya menusuk (menyunduk) binatang. Setiap kali tidak ada kegiatan saat masih di Turki, ia menangkap binatang-binatang disekitarnya lalu disunduk (disula). Dracula sangat puas ketika melihat binatang itu menggelepar-gelepar menunggu ajal.
Selepas meninggalkan Turki sifat kebengisannya menjadi-jadi. Masa pemerintahannya di Wallachia merupakan masa-masa teror paling keji, mulai dari gembel jalanan sampai pejabat istana menjadi korban kekejaman Dracula. Sebagian besar dibunuh dengan cara disula.
Disula adalah dibunuh dengan cara ditusuk mulai bagian anus dengan tombak kayu hingga tembus kepala, tenggorokan, punggung atau perut. Setelah setelah sula masuk kedalam tubuh korban maka ssula tersebut dipancangkan sehingga sedikit demi sedikit turun mengikuti berat badan.
Selain penyulaan, Dracula memiliki banyak teknik dan lokasi penyiksaan. Selengkapnya silahkan baca saja di buku SULTAN MEHMED II SANG PEMBANTAI DRACULA (Orhan Basarab, Darul Ikhsan 1429 H). Tetapi yang paling penting dan harus dicatat dalam sejarah adalah Dracula sebagai panglima Perang Salib di Wallachia telah membantai dengan keji kurang lebih 300.000 umat Islam. Salah satu suratnya kepada Matthias Corvinus, sebagai berikut:
11 February 1462
Baginda Yang Muia,
Aku telah membunuh laki-laki dan perempuan, muda dan tua yang tinggal di Oblucitza dan Novoselo. Ditempat ini Sungai Danube mengalir ke laut. Di bagian atas, Danube akan melintasi Rahano, dekat Chilia dan kemudian melintasi Samovit dan Ghighen.
Sungai Daneube menjadi saksi bahwa aku telah membunuh 23.844 orang islam yang berasal dari Turki dan Bulgaria. Aku juga telah membakar rumah-rumah mereka dengan jumlahnya yang tak terhitung lagi.
Kebesaranmu harus mengetahui bahwa aku telah menantang Sultan Turki Ottoman secara terbuka.
Salam hormat,
Dracula
Dan akhirnya Sultan Turki yang bernama Muhammad Al-Fatih atau yang lebih dikenal dengan Mehmed II inilah yang memancang kepala Dracula di tengah Alun-alun kota konstantinopel. Tubuh Dracula sendiri masih jadi perdebatan dimana dikuburkannya.
————————
Saya tidak bermaksud menyinggung SARA, tetapi sejarah itu harus jujur. Walaupun pahit tapi harus diterima, apalagi kisah Dracula yang telah mengalami distorsi sedemikian rupa sehingga membuat orang melihat tokoh Dracula sebagai lahan bisnis (apalagi idola) bukan sebagai cerminan pribadi Psikopat yang harus diajadikan pelajaran.







