::::SELAMAT HARI JADI KOTA SURABAYA KE-715::::
Hampir 4 bulan saya belum pulang ke Surabaya, rasanya kangen sekali dengan kota yang penuh kenangan ini. Malam ini apalagi, kota yang kini telah berusia 715 tahun (walau banyak pro & kontra tentang hari jadinya) sedang merayakan hari jadinya.
Beberapa postingan yang saya buat selama di ‘rantau’ , merupakan pengobat rindu hati untuk mengenang Kota Pahlawan ini. Postingan-postingan tersebut antara lain:
- Kangen Surabaya Again: Safe@Ride
- Kangen Surabaya: Memory 80-90′an
- Dokter Juga Pahlawan (3): Dr.Soetomo Arek Suroboyo!
- Surat-surat Cinta Sang Pahlawan
- Ngapain aja abis lebaran, Om??
- Surabaya…i’m Coming (^_^)/~
Dari tulisan-tulisan inilah penulis berharap spirit sebagai Arek Suroboyo tetap hidup walau sekarang berada ditempat lain. Arek Suroboyo yang Pemberani, Cerdas, Ulet, Kreatif, dan Opo ono’e (apa adanya), merupakan identitas diri bahwa kami bangga tumbuh dan besar di Kota ini.
:::IRONI SURABAYA:::
Tiap kota memiliki kisahnya sendiri, begitupula Surabaya. Ada beberapa hal yang mengusik penulis untuk mencurahkan kritik tentang Ironi Surabaya:
- PROSTITUSI DI SURABAYA. Sejarah tentang Prostitusi kota ini mungkin catatan hitam yang harus kita hapus, tidak layak anak cucu kita hidup dalam stigma surabaya adalah surga lelaki hidung belang. Apalagi muncul rumor bahwa pendapatan pajak terbesar Surabaya berasal dari bisnis dunia malam.
- JALAN YANG RUSAK. Kemacetan hingga kecelakaan telah menghiasi Kota ini,. Apa yang terjadi dengan Angkutan TREM jaman dulu? Lengangnya Jl.Tunjunga? Asrinya taman-taman tempoe doeloe? (lihat video diatas)
- GEDUNG-GEDUNG TUA TAK TERAWAT. Potensi wisata gedung-gedung bersejarah seharusnya dapat dimanfaatkan untuk menarik wisatawan domestik maupun manca, namun yang terjadi malah gedung-gedung itu menjadi tak terawat malah menjadi tempat tinggal para GePeng. Sungguh ironi…Apalagi setiap tahun Surabaya justru menambah Mall & Plasa dengan menghancurkan saksi-saksi bisu sejarah.
- SINOMAN VS INDIVIDUALISME. Semangat Arek-arek Suroboyo saat peristiwa 10 November tidak lepas dari semangat Sinoman (baca: kepemudaan). Sinoman merupakan sistem sosial alamiah masyarakat Surabaya (terutama pemuda) yang multietnis untuk saling bahu-membahu membantu suatu kegiatan untuk kepentingan bersama. Tetapi sekarang semangat sinoman ini terkikis oleh hedonisme & individualisme dimana terkesan “..gak ngereken awakmu..”, lalu apa artinya kita sebagai mahluk sosial? Naik haji berkali-kali tetapi tetangga kelaparan? naik mobil mewah tetapi tetangga tidak mampu beli minyak tanah???
Ayolah Rek!!…benahi kota ini!!…Mulai dari yang kecil..mulai dari diri sendiri..dan..mulai saat ini juga…
Jangan cuma bisa demo dengan mulut, suara, anarki…tapi mulailah dengan perbuatan nyata…tunjukkan bahwa kita bisa memberi warna kota ini menjadi lebih baik.











Hanif Abdullah berkata,
Mei 31, 2008 @ 9:52 pm
saya rindu surabaya dahulu. saat para londo datang, para kompeni datang. dan surabaya bergemuruh takbir. Allohu Akbar !!!! saling bersahutan untuk kemerdekaan dari penjajahan mahkluk menuju kepada ketundukan pada khalik. dari kesempitan dunia, menuju keluasan akhirat. dan dari kezaliman kekafiran menjuju ke keadilan islam.
saya rindu, saat tersebut ada di bumi ini…..
arifromdhoni berkata,
Juni 1, 2008 @ 3:50 am
Hm, aku bukan dari Surabaya sih. Namun aku juga berharap supaya Surabaya dapat pimpinan yang adil, sehingga kepemimpinannya barakah dan maksiat dapat dihilangkan, terutama zina.
Btw, kok pawai-ne dikon “ngomong nggae boso suroboyo”? Emang ono tah? Bukanne basa Jawa? Utawa basa Indonesia?
NB: Link-link antum di beberapa p*stingan yg saya buat salah tuh, ke p*st.php semua.
sibermedik berkata,
Juni 1, 2008 @ 11:28 am
@Hanif Abdullah
Ya..begitulah..semoga istiqomah
@Arif Romdhoni
Boso Suroboyoan iku nggak murni boso jowo..Surabaya sendiri merupakan pertmuan budaya dari multi tnis sehingga bahasa yang dipakai pun campur aduk. Makanya Orang Jawa tengah masih ngenggep boso suroboyoan itu kasar karena nggak ikut pakem.
cempluk berkata,
Juni 1, 2008 @ 12:18 pm
met ultah kota ku Surabaya…moga surabaya makin jaya..
ayo mas pulang ke sby, ditunggu temen2 tpc..kita nanti kopdar
cempluk berkata,
Juni 1, 2008 @ 12:20 pm
mas, aku ijin kopi ya file di youtube nya..garapannya apik tenan…mau saya simpen file nya..thankyu
cakmoki berkata,
Juni 1, 2008 @ 1:24 pm
onok guyonan arèk-arèk suroboyo

jaréné :
Suro = wani
Boyo = utang
dadi Suroboyo artiné : wani utang …
ojok mberik lho
èh… sik tah, Ning sing nggowo spanduk iku sopo sih ?
..duhhh, postingan ini nggarahi kangen rujak cingur rèk
crappuccino berkata,
Juni 2, 2008 @ 11:02 am
Surabaya tercintaaa… aku kangeen!
Kemaren gak sengaja liat LA Concert di tipi.. pas konser ultah Surabaya di Grahadi.. aah… kangeeeen!
Yep, yep, semoga Surabaya dapet pemimpin yang adil, dan rakyatnya tambah makmur sejahtera ^^b
crappuccino berkata,
Juni 2, 2008 @ 5:38 pm
edit: sori..bukan Grahadi, tapi Kotamadya.
heheh… sudah mulai lupa tempat2 di sby neh
sibermedik berkata,
Juni 3, 2008 @ 5:48 am
@cempluk
monggo mas di dunlut ndak papa kok..btw,ni sedang berjuang tuk wisuda,jadi ndak iso mulih nang sby..mengko yen kopdar ndang kandani ya Cak?
@cak moki
Rujak cingur,Tahu Tek,tahu campur,Lontong balap,lontong kupang,etc..iyo cak,kangen aku?yek opo nek kopdar maneh nang KYA-KYA KEMBANG JEPUN ‘ae?
@crapucino
lho,awakmu lak arek sidoarjo toh?yo nek pingin eruh suroboyo golek’en buku SOERABAIA TEMPO DOELOE-Dukut Widodo
crappuccino berkata,
Juni 4, 2008 @ 1:28 pm
menghinaaa…
saya itu anak Surabaya… sampe ada pembaruan batas2 wilayah..
dulu tempatku masuk Surabaya Selatan lagee!
dokterearekcilik berkata,
Juni 4, 2008 @ 11:01 pm
Semoga kota Surabaya cepet gede, gak nakal, nurut peraturan, selalu berbuat baik dan gak berantem…..
djagung berkata,
Juni 7, 2008 @ 1:15 pm
semoga sby ( bukan presiden kita loh ya… ) surabaya tercinta ini bisa tambah maju… gak sembarang maju sih… tapi maju dari hal terkecil ampe ke yang paling gede….
surabaya kota tercinta n kampung halaman nih gimana gak seneng kalo kota ini maju…. kita tunggu aja kemajuan kota ini….
ndop berkata,
Juni 11, 2008 @ 8:46 am
aku cuma pingin surabaya nggak cemberut lagi. murah senyum. jadi perjalanan naik len menuju kos bisa seneng nggak ikutan-ikutan misah-misuh bareng sopirnya.. hehehe…
aze--- berkata,
Juni 16, 2008 @ 8:20 pm
surabaya…… surabaya…… surabaya…… *gak nyambung mode on*
salam kenal yak……
sibermedik berkata,
Agustus 4, 2008 @ 1:05 pm
@ crappucino
lho berarti SidoBaya..hahaha… (sidoarjo+Surabaya)/2 = Sidobaya?
@dokterearekcilik
Duh..om sih yang ngajarin nakal? he..he…
@Djagung
PR kita sbg Arek Sby..membasmi kemaksiatan di SBY..bisa kan?
@ndop
Ojo misuh-misuh lah…Aku kangen boso suroboyoan Cak! lha nang kene kromo inggil terus…ribet Je!
sibermedik berkata,
Agustus 4, 2008 @ 1:06 pm
@Aze
Ok Cak…lam-salam kenal ta’iye?..*lho kok madure??*
pungkas berkata,
Februari 27, 2009 @ 6:14 pm
iki kapan ono cak ning mane?kabar2 yo,