Arsip untuk Mei, 2008

Selamat Ulang Tahun Surabaya-ku

::::SELAMAT HARI JADI KOTA SURABAYA KE-715::::

Hampir 4 bulan saya belum pulang ke Surabaya, rasanya kangen sekali dengan kota yang penuh kenangan ini. Malam ini apalagi, kota yang kini telah berusia 715 tahun (walau banyak pro & kontra tentang hari jadinya) sedang merayakan hari jadinya.

Beberapa postingan yang saya buat selama di ‘rantau’ , merupakan pengobat rindu hati untuk mengenang Kota Pahlawan ini. Postingan-postingan tersebut antara lain:

  1. Kangen Surabaya Again: Safe@Ride
  2. Kangen Surabaya: Memory 80-90′an
  3. Dokter Juga Pahlawan (3): Dr.Soetomo Arek Suroboyo!
  4. Surat-surat Cinta Sang Pahlawan
  5. Ngapain aja abis lebaran, Om??
  6. Surabaya…i’m Coming (^_^)/~

Dari tulisan-tulisan inilah penulis berharap spirit sebagai Arek Suroboyo tetap hidup walau sekarang berada ditempat lain. Arek Suroboyo yang Pemberani, Cerdas, Ulet, Kreatif, dan Opo ono’e (apa adanya), merupakan identitas diri bahwa kami bangga tumbuh dan besar di Kota ini.

Arek Surebeje

:::IRONI SURABAYA:::

Tiap kota memiliki kisahnya sendiri, begitupula Surabaya. Ada beberapa hal yang mengusik penulis untuk mencurahkan kritik tentang Ironi Surabaya:

  1. PROSTITUSI DI SURABAYA. Sejarah tentang Prostitusi kota ini mungkin catatan hitam yang harus kita hapus, tidak layak anak cucu kita hidup dalam stigma surabaya adalah surga lelaki hidung belang. Apalagi muncul rumor bahwa pendapatan pajak terbesar Surabaya berasal dari bisnis dunia malam.
  2. JALAN YANG RUSAK. Kemacetan hingga kecelakaan telah menghiasi Kota ini,. Apa yang terjadi dengan Angkutan TREM jaman dulu? Lengangnya Jl.Tunjunga? Asrinya taman-taman tempoe doeloe? (lihat video diatas)
  3. GEDUNG-GEDUNG TUA TAK TERAWAT. Potensi wisata gedung-gedung bersejarah seharusnya dapat dimanfaatkan untuk menarik wisatawan domestik maupun manca, namun yang terjadi malah gedung-gedung itu menjadi tak terawat malah menjadi tempat tinggal para GePeng. Sungguh ironi…Apalagi setiap tahun Surabaya justru menambah Mall & Plasa dengan menghancurkan saksi-saksi bisu sejarah.
  4. SINOMAN VS INDIVIDUALISME. Semangat Arek-arek Suroboyo saat peristiwa 10 November tidak lepas dari semangat Sinoman (baca: kepemudaan). Sinoman merupakan sistem sosial alamiah masyarakat Surabaya (terutama pemuda) yang multietnis untuk saling bahu-membahu membantu suatu kegiatan untuk kepentingan bersama. Tetapi sekarang semangat sinoman ini terkikis oleh hedonisme & individualisme dimana terkesan “..gak ngereken awakmu..”, lalu apa artinya kita sebagai mahluk sosial? Naik haji berkali-kali tetapi tetangga kelaparan? naik mobil mewah tetapi tetangga tidak mampu beli minyak tanah???

Ayolah Rek!!…benahi kota ini!!…Mulai dari yang kecil..mulai dari diri sendiri..dan..mulai saat ini juga…

pawai hari jadi surabaya

Jangan cuma bisa demo dengan mulut, suara, anarki…tapi mulailah dengan perbuatan nyata…tunjukkan bahwa kita bisa memberi warna kota ini menjadi lebih baik.

Komentar (17) »

100 TAHUN KEBANGKITAN NASIONAL semoga bukan KEBANGKRUTAN NASIONAL

Sambil melihat statistik blog ada fenomena yang menarik, banyak visitor yang mengunjungi postingan tentang seri sejarah dunia kedokteran. Pertanyaannya mengapa?

kunjungan

Dokter Juga Pahlawan (3): Dr.Soetomo Arek Suroboyo!

Dokter Juga Pahlawan..(Part2)

Dokter Juga Pahlawan…(part1)

Dokter-dokter pengukir sejarah bangsa

Rintisan Sejarah Kedokteran Indonesia (1500-1950)

Artikel-artikel yang saya posting diatas sebenarnya hanya untuk penyemangat bagi para calon rekan sejawat bahwa menjadi dokter adalah panggilan hidup.

Tntang Boedi Oetomo Sendiri akan sedikit saya kutip dari beberapa sumber yang akan saya jelaskan dibawah ini. Mengingat di dekat Kampus SiberMedik terdapat situs Laweyan. Dari Laweyan juga lahir tokoh pergerakan nasional, KH Samanhudi pendiri Serikat Dagang Islam (SDI) yang berikutnya menjadi Serikat Islam. Jadi dari kampung tua itu, pengunjung juga menemukan sejarah pergerakan nasional. KH Samanhudi juga di makamkan di sana.

100 Tahun Kebangkitan Nasional?

Bila kita mengukurnya dari pembentukan organisasi modern, maka sejarah Indonesia bukan dimulai dari terbentuknya “Boedi Oetomo” (20 Mei 1908), karena organisasi pertama yang berdiri di Indonesia adalah “Jamiat al Khair” pada tahun 1905, lalu diikuti “Serikat Dagang Islam” (1906). Inilah fakta sejarah yang jarang diungkap, sehingga mengesankan bahwa kalangan Muslim seolah-olah tidak nasionalis, padahal justru termasuk kelompok pertama yang memunculkan aspirasi kebangsaan Indonesia.

Awal abad 20 masehi, penjajah Belanda mulai melakukan politik etik atau politik balas budi yang sebenarnya adalah hanya membuat lapisan masyarakat yang dapat membantu mereka dalam pemerintahannya di Indonesia. Politik balas budi memberikan pendidikan dan pekerjaan kepada bangsa Indonesia khususnya umat Islam tetapi sebenarnya tujuannya untuk mensosialkan ilmu-ilmu barat yang jauh dari Al Qur’an dan hadist dan akan dijadikannya boneka-boneka penjajah.

Selain itu juga mempersiapkan untuk lapisan birokrasi yang tidak mungkin pegang oleh lagi oleh orang-orang Belanda. Yang mendapat pendidikanpun tidak seluruh masyarakat melainkan hanya golongan Priyayi (bangsawan), karena itu yang pemimpin-pemimpin pergerakan adalah berasalkan dari golongan bangsawan.

Strategi perlawanan terhadap penjajah pada masa ini lebih kepada bersifat organisasi formal daripada dengan senjata. Berdirilah organisasi Serikat Islam merupakan organisasi pergerakan nasional yang pertama di Indonesia pada tahun 1905 yang mempunyai anggota dari kaum rakyat jelata sampai priyayi dan meliputi wilayah yang luas. Tahun 1908 berdirilah Budi Utomo yang bersifat masih bersifat kedaerahan yaitu Jawa, karena itu Serikat Islam dapat disebut organisasi pergerakan Nasional pertama daripada Budi Utomo.

Para pemuka Muslim seperti KH Ahmad Dahlan tidak hanya aktif di organisasi Islam, namun juga bergabung di Boedi Oetomo, karena mereka menyadari tanggung-jawab sosialnya untuk membina komunitas yang mengakar. Namun, akhirnya karena ada berbagai persoalan dalam tubuh Boedi Oetomo yang cenderung menonjolkan kesukuan Jawa, maka tokoh seperti Ahmad Dahlan menyatakan diri keluar dan membentuk organisasi yang lebih terbuka dan independen, yaitu “Persyarikatan Muhammadiyah” (1912).

Dari catatan sejarah itu kita mengetahui bahwa organisasi modern pertama di Indonesia lahir dari kalangan umat yang memiliki kepedulian masalah pendidikan. Kalau nasionalisme diukur dari kepedulian terhadap masalah ekonomi dan kesejahteraan rakyat, maka organisasi Islam juga menjadi pelopor utama. Partai politik yang pertama kali didirikan di Indonesia juga bukan partai beraliran komunis atau nasionalis, tapi partai berideologi Islam yang bernama “Partai Syarikat Islam Indonesia” (PSII).

Pendirinya adalah Haji Oemar Said Tjokroaminoto, yang penah menjadi guru dari Soekarno yang kemudian mendirikan “Partai Nasional Indonesia” (PNI). Tokoh Serikat Islam yang terkenal ini yang memimpin organisasi tersebut pada usia 25 tahun, seorang kaum priyayi yang karena memegang teguh Islam maka diusir sehingga hanya menjadi rakyat biasa. Ia bekerja sebagai buruh pabrik gula. Ia adalah seorang inspirator utama bagi pergerakan Nasional di Indonesia. Serikat Islam dibawah pimpinannya menjadi suatu kekuatan yang di perhitungkan Belanda. Tokoh-tokoh Serikat Islam lainnya ialah H. Agus Salim dan Abdul Muis, yang membina para pemuda yang tergabung dalam Young Islamitend Bound yang bersifat nasional, yang berkembang sampai pada sumpah pemuda tahun 1928.

Dalam acara peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang biasa kita selenggarakan setiap tanggal 20 Mei, ada pertanyaan, mengapa peringatan itu dilakukan sesuai dengan tanggal kelahiran Boedi Oetomo?

KEBANGKRUTAN NASIONAL? Naudzubillahimindzalik…

Yang terpenting dari Momen 20 Mei ini adalah memperingati peran serta para intelektual muda agar tidak hanya berpikir tentang ranah ilmunya saja, tetapi lebih dari itu! Mari berpikir dan bertindak secara elegan dan terstrukur untuk mengubah bangsa ini menjadi lebih baik.

Boedi Oetomo berdiri sebagai simbol bahwa Intelektual muda (dalam masa itu diwakili oleh profesi dokter) harus peka terhadap fenomena-fenomena sosial. Mengaplikasikan ilmunya untuk menolong rakyat kecil dan bukan hanya untuk memperkaya diri sendiri. Jangan sampai perjuangan para pahlawan ditandai dengan Kebangkrutan Nasional!

MARI KITA BANGKIT!!!

Source:

http://ppsdms.org/tantangan-kepemimpinan-masa-depan.htm

http://www.pks-sleman.org/download/artikel/698159531pksSEJARAH%20ISLAM%20INDONESIA.pdf

http://batikindonesia.info/2006/04/23/strategi-di-balik-tembok-tinggi/

Komentar (13) »

Woro-woro: Om Bill Tindak Menyang SBY

Saya tidak akan membahas tentang Turis Bule yang sedang mlaku-mlaku nang Suroboyo, tetapi membahas tentang Om Bill Gates yang dolan ke negerinya Pak SBY. Semalam (09/05/2008 21.00 ) di TV One ada diskusi dengan Onno W.Purbo soal kunjungan Om Bill, saya jadi ingin sedikit membahas dengan analogi dari beberapa fakta yang saya peroleh secara Empiris. Ya judulnya Om Bill Tindak Menyang SBY (baca: Bill Gates pergi berkunjung ke Presiden SBY).

::KULIAH TERBUKA::

(Jumat 09/05/2008 ) Kurang lebih 2500 orang ikut dalam kuliah terbuka “SECOND DIGITAL DECADE” di Jakarta *bobotnya berapa SKS ya??he..he..*. Saya ‘ndak tahu sih, yang datang itu benar-benar pingin kuliah, patut-patutan (baca: pantes-pantesan), setor muka (gaya ‘oknum’ pejabat), atau malah ada yang cuma titip absen? (ini mahasiswa apa pejabat?)

Om Bill ama Bapak SBYJadi ingat ‘modus operandi’ MultiLevelMarketing *maklum pernah jadi korban*, biasanya perusahaan MLM tuh mereka ngadain presentasi tentang sebuah produk yang konon manjur, canggih, mutakhir, tokcer, maknyus, etc. Nah, ntar para peserta presentasi yang KorMod(Korban Mode) akan ikut-ikutan latah mencoba dan memasarkan produk tadi dengan alasan “..Lagi Ngetrend nih, Jeng?..”, biasanya yang dhit’e turah-turah (baca:kebanyakan uang). So, bukankah ini Kapitalisme gaya baru?

::SOFTWARE KITA (HAMPIR) LEGAL::

Hari sebelumnya beberapa menteri ‘lapor’ ke Om Bill bahwa (hampir) semua software & OS Microsoft di pemerintahan adalah Legal. Ada yang aneh? Sekitar 2006-2007 kalau tidak salah ada beberapa menteri yang menandatangani proyek IGOS (Indonesian Goes Open Source) dan pada tahun 2008 rencananya akan ditandatangani kurang lebih 10 menteri. Lho kok aneh? Katanya mendukung OpenSource, lha kok lapor Si Om?

Pak Onno W Purbo menjelaskan tentang ‘2 kubu’ di dunia maya, yaitu kubu COPYRIGHT dan kubu COPYLEFT. ‘Copyright’, adalah pihak yang mengkomersilkan ilmu pengetahuan, sedangkan ‘Copyleft’ adalah pihak yang menggratiskan ilmu pengetahuan secara OpenSource (asal terjadi tukar-menukar informasi). Nah, sah-sah saja kita memilihi yang mana. Yang jadi masalah adalah saat kita ‘dipaksa’ mengikuti satu pihak saja. Saya curiga kedatangan Om Bill sebagai batu penjuru ‘memaksakan’ untuk ikut kubu ini?

Go IgosPleshbeck memori waktu saya masih imut-imut di SMA (sekitar tahun 2002-an kalo nggak salah?), Pak KresnayanaYahya (Dosen Statistik ITS) saat mengisi presentasi di UK PETRA SURABAYA pernah ngomong:

“..di Indonesia ‘ndak ada yang namanya CopyRight, yang ada malah Right to Copy…”

::ATAS NAMA PENDIDIKAN: KOMPUTER MURAH $200::

desain OLPCSaya nggak akan mbahas fenomena laptop ASUS EEE atau ZYREX ANOA, tapi ‘proyek’ pengadaan komputer untuk siswa sekolah. Perbandingan beberapa tahun lalu, 1:1000 (baca: 1 PC untuk 1000 anak), sekarang meningkat target 1:100, bisa nggak ya?

Proyek OLPC (One Laptop Per Children) yang dicetuskan PBB belum bisa diterapkan disemua negara berkembang, apalagi di Indonesia yang sedang Kembang Kempis alias Dyspneu menangani kenaikan minyak mentah dunia he..he…

##PEMBAHASAN DAN SIMPULAN SEMENTARA##

1. Ada udang dibalik rempeyek (Peyek=keripik ditaburi udang).

Sambutan meriah secara kenegaraan dengan pengamanan sekelas presiden saat Om Bill Gates (Microsoft) dolan ke RI terlalu berlebihan. Apakah nanti kalau Paklek Steve Jobs (Apple), Pakde Linus Benedict Torvalds (Linux), atau mungkin yang punya Mbah Google dan Eyang Wiki mampir kesini akan disambut sedemikian rupa meriahnya?

Kalau yang datang Mas Friendster sama Mbak WordPress saya aja yang nyambut nggak papa koq?? he..he.. :P

2. Dunia kedokteran harus punya sikap.

Dunia Kedokteran merupakan lahan subur untuk pengembangan IT, apalagi secara kasat mata pendapatan seorang dokter bisa dikatakan CUKUP untuk meng-update informasi tentang dunia profesinya.

Yang jadi masalah adalah, apakah kita akan berkibat ke USA dalam hal medis keseluruhan? Kita lebih mengetahui apa yang ada di negeri ini? belum cukupkah NAMRU-2, Avian Influenza, Enterobacter sakazakii, etc sebagai feedback betapa pentingnya aplikasi teknologi informasi yang harus dikuasasi intuk pengembangan dunia medis? *Jadi Ingat Seminar Med.iT yang lalu?*

Saya masih merindukan platform OS Medical berbasis Linux..Kapan bisa diaplikasikan? semoga bisa sepaket dengan IGOS.

3. ..Ah Wis lah..ra penak ngrasani Om Bill, mengko ndak lambene kecokot terus gara-gara dirasani wong akeh?

artinya: Ah sudahlah, nggak enak ngomongin Om Bill, nanti kasihan bibirnya kegigit terus gara-gara diomongin orang banyak.

Notes: Katanya orang Jawa kalau bibir tergigit biasanya ada yang ngrasani. Ah..Tenan’e??

Fans Berat Om Bill juga Lhow...

Komentar (17) »

Oglangan..hore kelas bubar!!

:::POSTINGAN INI DIKETIK SAAT JAM KE-2 ILMU PENYAKIT MATA YANG SEHARUSNYA ISI MALAH KOSONG KARENA OGLANGAN::

oglanganOglangan adalah istilah daerah jawa tengah yang berarti listrik padam, kalau di surabaya namanya mati lampu atau ‘njeglek.

Dua Minggu ini sudah hampir 5x terjadi oglangan, baik oleh PLN atau karena sistem listrik kampus FK sendiri.  Nggak etis kalau cuma protes, saya cuma sayang dengan  LCD Projektor, Laptop, dan PC di tiap kelas yang tidak dilengkapi UPS.

Bisa dipastikan umur barang-barang elektronik yang mengalami syok listrik *halah*, maksudnya fluktuasi arus akan mengganggu kinerja dan usia komponen elektronik.

“PakDe (baca: Pak Dekan) ‘mbok beli UPS po’o? Opo Genset wae ndak apa-apa?”

Itu celetuk adek-adek di kelas saat kul tadi, ada yang bilang..”ya..nikmati aja, nggak seni dong kalau kuliah sempurna terus? sekali-kali oglangan ndak apa-apa?” maklum kubu konservatif.

Ada yang menyahut “..Lha apa gunanya yang masuk pake sumbangan sampai 100 juta lebih? kalau fasilitas begini terus?”..ini dari kubu revolusi..he..he..

fase sensitisasiSebagai kakak tua (baca: kakak angkatan paling tua), *maklum ngulang bareng Ilmu Penyakit Mata bareng sama adek-adek tingkat*, saya melerai padu ra mutu (baca: pertengkaran ndak mutu) macam ini.. “..Wis..wis..gini wae, anggap aja peristiwa Oglangan ini sebagai ‘Antigen’ buat kita, nah..kita-kita ini anggap aja ‘Sel T’ yang sedang dimatangkan di ‘Thymus’, nah ntar jadilah ’sel T Helper Memory’ yang inget kejadian kayak gini, siapa tau ntar ada dari kita jadi dekan or rektor atau apapun lah yang ngalami hal kayak gini langsung ‘respon imun type I’ supaya cepet  tuntas kalau dapat masalah begini..”

Bersamaan selesai melerai..dosennya malah ngambek..maklum lah beliau juga sudah berkorban datang On Time dari RS Moewardi siap dengan niat mengajar tapi ditengah kuliah malah oglangan..“..Dik, belajar sendiri ya..minggu depan langsung Post Test..”

kelas aula

absensi sidik jari staf

internet gratis di perpus

gazebo ber hotspot untuk KBK

Ya beginilah situasi tiap hari di kampus…..

I Love FK UNS

Komentar (5) »

Betapa kecilnya kita..Ayo Semangat Menghadapi Masalah hidup!

    
Karuniamu
Album : Cinta
Munsyid : The Fikr
http://liriknasyid.com 

Birunya langit oh putihnya awan
Menjadikanku tertegun tertawan
Lambaian pohon oh menari - nari
Mengajak daku mengingat Ilahi

Semakin ku terlena dengan segala karunia
Tiada yang mampu menyaingi keagungan-MU
Akankah kudapati semua limpahan rahmat-Mu
Tapi kumalu karena itu tak pantas bagiku

Begitu banyak dosa tlah kulakukan
Akankah Engkau ampuni
Namun ku yakin Engkau maha penyayang
Pada hambanya yang berserah diri

Birunya langit oh putihnya awan
Menjadikanku tertegun tertawan
Lambaian pohon oh menari - nari
Mengajak daku mengingat Ilahi

Semakin ku terlena dengan segala karunia
Tiada yang mampu menyaingi keagungan-MU
Akankah kudapati semua limpahan rahmat-Mu
Tapi kumalu karena itu tak pantas bagiku

Begitu banyak dosa tlah kulakukan
Akankah Engkau ampuni
Namun ku yakin Engkau maha penyayang
Pada hambanya yang berserah diri

Semakin ku terlena dengan segala karunia
Tiada yang mampu menyaingi keagungan-MU
Akankah kudapati semua limpahan rahmat-Mu
Tapi kumalu karena itu tak pantas bagiku

Begitu banyak dosa tlah kulakukan
Akankah Engkau ampuni
Namun ku yakin Engkau maha penyayang
Pada hambanya yang berserah diri
Pada hambanya yang berserah diri

Komentar (4) »