Ribut-ribut soal Adam Air, SiberMedik akan mengajak pembaca untuk belajar terbang. Maksudnya sedikit berbagi tentang fisiologi tubuh saat di angkasa. Bahasan ini akan luas sekali karena meliputi 3 aspek: Geografi(Indonesia sebagai Archipelago), Teknologi(Alih teknologi penerbangan), & Biomedis (Fisiologi Penerbangan).
:::FISIOLOGI PENERBANGAN:::
Pada dasarnya manusia adalah mahluk darat, lalu muncullah gagasan “Bagaimana reaksi faal tubuh terhadap lingkungan tidak di darat?” Pertanyaan ini membuka pintu ilmu baru, yaitu Kedokteran Dirgantara (Hipobarik) dan Kedokteran Maritim (Hiperbarik).
Dikotomi ini dikarenakan adanya perbedaan Tekanan atmosfer pada dua lingkungan tersebut (terbang dan menyelam). Tekanan udara akan berkurang pada ketinggian dan akan meningkat pada penyelaman. Dalam hal ini penulis membatasi untuk wilayah bahasan penerbangan.
Saat terbang tubuh akan beradaptasi dengan lingkungan angkasa, pada kondisi ini ada beberapa hal yang dapat kita telaah:
- Pengaruh tekanan atmosfer.
- Pengaruh ketinggian terhadap faal.
- Pengaruh Percepatan & Perlambatan.
- Pengaruh terhadap keseimbangan tubuh.
- Pengaruh terhadap indra penglihatan.
- Prospek Riset Bio Medis.
–***–
I. ATMOSFER

Atmosfer bumi memiliki ketebalan 10.000 Km yag terbagi 4 Lapisan utama:
- Lap. Troposfer : 12 Km (Dipengaruhi cuaca)
- Lap. Stratosfer : 80Km (Relatif Stabil)
- Lap. Ionosfer : 1000 Km
- Lap. Eksosfer : (’Outer’ Atmosfer)
Idealnya penerbangan dilakukan pada koridor STRATOSFER dikarenakan pada ketinggian ini relatif stabil terhadap perubahan cuaca. Dalam penerbangan, unsur-unsur yang mempengaruhi cuaca seperti temperatur, kelembaban, tekanan, angin, awan, dan hujan sangat penting diperhatikan karena akan mempengaruhi keselamatan penumpang.
FYI: Sebelum Perang dunia II, kecelakaan pesawat 90% terjadi akibat tubuh yang tidak mampu beradaptasi dengan tekanan atmosfer yang semakin kecil. Hal ini karena pada saat itu belum ditemukan tekologi kabin pesawat bertekanan.
:::Bersambung: PENGARUH KETINGGIAN:::









Ady berkata,
Maret 21, 2008 @ 3:16 pm
Good job!
Tambahan untuk chapter ini:
- Saat terbang kerja tubuh manusia dipengaruhi oleh ketinggian, tekanan, suhu, akselerasi, dan perubahan dalam persepsi.
- Jangan lupa kalau batas2 atmosfer bumi berbeda antara di ekuator dan kutub –> pengaruh Earth’s magnetic field thd penerbangan??
- Pengaruh Ozone yang berada pada lapisan stratosfer juga vital. Peranan ozone pada penerbangan??
- Juga komposisi gas di atmosfer, Oxygen 21%, Nitrogen 78%, Gas2 lainnya 1%. Persentasenya konstan meskipun ketinggian berbeda.
Peranan gas2 tsb dlm penerbangan??
- The ICAO standard atmosfer ??
astri berkata,
Maret 21, 2008 @ 9:52 pm
OOT: Sblm dibanned pemerintah, saya udah ngebanned AA duluan
apalagi sjk sering celaka.
sibermedik berkata,
Maret 22, 2008 @ 2:47 pm
@ Ady
Makasih dok tambahannya…ntar saya masukin lanjutannya…sik nunggu moment yang tepat
@Astri.
Situ enak dah pernah naik pesawat…saya blas belum pernah naik pesawat..bayari piye…
astri berkata,
Maret 23, 2008 @ 7:04 am
ada Air Asia aja lho Solo – Jkt, mbok ya nyoba online booking.. kalo bejo beda tipis ma naik KA eksekutif
Rubiyanto berkata,
Mei 13, 2009 @ 7:55 am
Biar mantep ilmu kesehatan penerbangan, ikut deh kursus intensif di
Lembaga Kesehatan Penerbangan & Ruang Angkasa (Lakespra) Saryanto,
Jl MT Haryono Kav 45 Jaksel (Samping Carefour Cawang).
Untuk dokter (4 bln), perawat (3 bln), non dokter / perawat (2 bln),
Fasilitas akomodasi, konsumsi, fitness, sauna, ngerasakan pesawat tempur, psw latih TNI AU & simulator, Latihan SAR & Survival, Air evac, Lat Aerofisiologi, HUET dll, komplet. Di Indonesia cuma ada di Lakespra Saryanto.
Llicense medical escort for air ambu dengan Wing Flight Surgeon / Flight Nurse / Flight Med.
Ayo ikutan, biaya murah, waktu pelaksanaan setiap bulan Juli s.d Oktober, info lengkap ke Diklatlitbang Lakespra S. 021 7982013
sibermedik berkata,
Mei 21, 2009 @ 2:45 pm
@Rubiyanto
Makasih infonya..ada website nya nggak?