Arsip untuk Maret 20, 2008

Lets Learn 2 Fly: Faal Penerbangan

 

 

Ribut-ribut soal Adam Air, SiberMedik akan mengajak pembaca untuk belajar terbang. Maksudnya sedikit berbagi tentang fisiologi tubuh saat di angkasa. Bahasan ini akan luas sekali karena meliputi 3 aspek: Geografi(Indonesia sebagai Archipelago), Teknologi(Alih teknologi penerbangan), & Biomedis (Fisiologi Penerbangan).

 :::FISIOLOGI PENERBANGAN:::

Pada dasarnya manusia adalah mahluk darat, lalu muncullah gagasan “Bagaimana reaksi faal tubuh terhadap lingkungan tidak di darat?” Pertanyaan ini membuka pintu ilmu baru, yaitu Kedokteran Dirgantara (Hipobarik) dan Kedokteran Maritim (Hiperbarik).

Dikotomi ini dikarenakan adanya perbedaan Tekanan atmosfer pada dua lingkungan tersebut (terbang dan menyelam). Tekanan udara akan berkurang pada ketinggian dan akan meningkat pada penyelaman. Dalam hal ini penulis membatasi untuk wilayah bahasan penerbangan.

Saat terbang tubuh akan beradaptasi dengan lingkungan angkasa, pada kondisi ini ada beberapa hal yang dapat kita telaah:

  1. Pengaruh tekanan atmosfer.
  2. Pengaruh ketinggian terhadap faal.
  3. Pengaruh Percepatan & Perlambatan.
  4. Pengaruh terhadap keseimbangan tubuh.
  5. Pengaruh terhadap indra penglihatan.
  6. Prospek Riset Bio Medis.

–***–

I. ATMOSFER

Lapisan Atmosphere

Atmosfer bumi memiliki ketebalan 10.000 Km yag terbagi 4 Lapisan utama:

  1. Lap. Troposfer : 12 Km (Dipengaruhi cuaca)
  2. Lap. Stratosfer : 80Km (Relatif Stabil)
  3. Lap. Ionosfer    : 1000 Km
  4. Lap. Eksosfer   : (‘Outer’ Atmosfer)

Idealnya penerbangan dilakukan pada koridor STRATOSFER dikarenakan pada ketinggian ini relatif stabil terhadap perubahan cuaca. Dalam penerbangan, unsur-unsur yang mempengaruhi cuaca seperti temperatur, kelembaban, tekanan, angin, awan, dan hujan sangat penting diperhatikan karena akan mempengaruhi keselamatan penumpang.

FYI: Sebelum Perang dunia II, kecelakaan pesawat 90% terjadi akibat tubuh yang tidak mampu beradaptasi dengan tekanan atmosfer yang semakin kecil. Hal ini karena pada saat itu belum ditemukan tekologi kabin pesawat bertekanan.

:::Bersambung: PENGARUH KETINGGIAN:::

Komentar (6) »