SiberMedik (SiMed) ‘kebelet’ posting (baca: nyampah di Blog) gara-gara ngeliat fenomena rasialis yang ada di dunia Mahasiswa Kedokteran (Med’S) . Perbedaan Status merupakan warisan budaya Feodalisme yang turun menurun.
Sekarang ikuti perjalanan SiMed menguak ‘Kasta’ dalam FK di sebuah universitas antah berantah yang dianalogikan dengan Hogwarts.
::: MUD-BLOOD (MUGGLES) MED’S :::
Kasta terbawah kayaknya..kalo nggak bener-bener pinter, otak encer, cerdik, sugih, etc kemungkinan golongan ini bisa jadi ‘tumbal’ oleh para Pure-Blood tipe Evil (Cikal bakal RESIDEN EVIL kalo masuk PPDS he..he..).
Muggle Meds nggak punya hubungan ‘dinasti’ sama sekali. Ortu, Pakde, Bude, Om, etc mungkin juga ada hubungan dengan famili yang juga berprofesi dokter tetapi tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan di FK.
::: HALF-BLOOD MED’S :::
Ini Golongan yang ‘Bejo’, mungkin Salah satu ortunya dokter, ato pakde, bude, or familinya jd orang terpandang dikalangan medis. Link-nya ada yang kuat (Mungkin HyperLink he..he.. kayak Blog aja).
::: PURE-BLOOD MED’S:::
Ini golongan Mahasiswa/i yang kedua ortu-nya sama-sama dokter, apalagi sama-sama terpandang. Golongan ini banyak yang baik sekaligus banyak juga beberaoa “oknum” yang tega ‘mbantai secara nggak sadar teman-temannya sendiri.
Pake Badge :
Beberapa yang BAIK, biasanya kayak Agen Rahasia, nggak mau nunjukin kalo dia anak dosen atau anak dokter terkenal. Yang kayak gini enak banget, saling bantu teman nggak ngorbanin teman lain dalam nilai.
Pake ya :
*** JADI APA MASALAHNYA?? ***
FAIR PLAY DONG KALAU BERSAING!!!
JANGAN MENTANG-MENTANG FAMILY BERPENGARUH MALAH MAUNYA MENANG SENDIRI??
“DOKTER” BUKANLAH GELAR KETURUNAN, TAPI GELAR YANG DIPEROLEH DENGAN CUCURAN KERINGAT, AIR MATA, NGANTUK (BEGADANG BELAJAR), KESABARAN (SABAR DIMARAHI DOSEN+SENIOR), & BIAYA YANG TIDAK SEDIKIT.
Bukankah orang yang teraniaya (dizalimi) do’anya akan cepat dikabulkan?
Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada satu dosapun terhadap mereka. Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.(Q.S Asy Syuura 42: 40-42)








dokterearekcilik berkata,
Januari 5, 2008 @ 8:41 pm
itulah dunia nyata yang tidak akan berubah sampai kiamat
sibermedik berkata,
Januari 6, 2008 @ 8:18 am
@dokterearekcilik
ah..tenane dok???
maaf juga..saya sendiri belum merasakan menjadi anggota Dinasti “Jubah Setengah Malaikta” (Dokter)…
Jadi masih idealis..nggak tau ntar jadi dokter..punya anak ntar apakah saya “paksa” masuk FK, atau atas kemauannya sendiri…
RoSa berkata,
Januari 9, 2008 @ 7:10 am
yap, kekna g di FK ato FKG sama aja kejadiannya…
BTW, sabar ya, artikelnya masih dalam pembuatan nih
sibermedik berkata,
Januari 9, 2008 @ 10:50 am
@RoSa
Ayo mbak saya tunggu…
ajak teman2 sejawat yang lain juga ya…
Hanif berkata,
Januari 12, 2008 @ 6:32 am
alhamdulillha saya termasuk golongan low level, atau muggle med’s. semoga aja, pinternya hermione ketularan. hiks…
i’am just an ordinary muggle’s med who’s wants to be an ordinary physician an live an ordinary day, and i don’t know where do my soul belong, in hell or in heaven.
sibermedik berkata,
Januari 12, 2008 @ 1:47 pm
@Hanif
Ya..Agent of Change sekaligus Agent of control…ntar punya anak jgn dpaksa masuk FK..(tapi boleh diarahkan).
@awam
wo..ntam..beda ntam..teknik kimia & FK beda jauh…feodalisme dsini kental banget..Btw, maaf ya dulu mesage ku d FS..maaf dah ngganggu kmu & XP
yusuf alam berkata,
Januari 18, 2008 @ 10:58 am
he he he jangan banyak-banyak….membukanya…. nanti jadinya ga ada yang baik… he he he
sibermedik berkata,
Januari 21, 2008 @ 8:05 pm
@yusuf alam
halah Dok..pernah juga ngerasain toh?? lha wong alumnus..
Stethoscope_guy berkata,
Januari 22, 2008 @ 11:41 pm
Aku juga sangat membenci feodalisme di dunia kedokteran..
Di dunia ko-ass kami mengenal istilah: koass adalah mata rantai terakhir dari seluruh rantai makanan kaum dokter…
Aku juga pernah nulis di blogku, judul postingannya: “Trias Koasisten”
Mampir yah: http://www.indonesianmedical.blogspot.com
Ady berkata,
Januari 26, 2008 @ 1:12 pm
Kalau yang berpeluang sukses tipe yang mana ya?? Terus yang berpeluang dikomplin sama pasien and malpraktik yang mana haha
Analoginya keren!!!
celthic berkata,
Februari 2, 2008 @ 2:38 pm
ha… dari dulu lihhh… yang namanya dokter masih ter-klaim sebagai profesi ‘dari generasi ke generasi’ genetically lah.
bener juga, emg ngubah dari kita sendiri….
tapi lepas dari sisi negatif dan positip dari pewarisan ‘tahta’ -yang kadang dengan nada forcing- gelar dr. harus diakui juga dong, klo kita sebagai ‘rakyat biasa’ yg g punya gen dr adalah pihak yang paling merasa.
mpe tingkat birokrasi man… malesss aaahh, selama itu bisa diubah, ayukkk aja aq 1000% turut dukung, tapi seakan2 itu dah jadi salah satu hal yang dilegalkan buat beliau2 sendiri. engga semua emang, tapiii mann… mpet nggga ??
sibermedik berkata,
Februari 2, 2008 @ 5:47 pm
@stet guy
bukankah ‘bad weather makes good timber’?
@ady
iya dok..amin semoga rejeki nya beda n lebih berkah.
@celthic
ya ndra qta dah bnyk makan garam masalah kya gni..kadang twisted logic kalo posisi qta ntar dah jadi ortu half/pure blood apa qta akn se idealis ini?istiqomah deh!
zakky berkata,
Februari 3, 2008 @ 8:14 pm
lha gmn lg, sesama dokter uda disumpah jd sodara, kn jd g tega klo liat anak/sepupu/keponakan/ipar sodaranya sendiri kesusahan di fk. mesakne..tp sbg kasta terendah aku mlh bangga akhirnya bs jd dokter jg. he2 yah murah meriah ooiy. maklum kasta terendah, g plu byk duit yg ptg sbr bwt ngulang smt dpn. he5
oya ada crita. ada seorang dokter bedah terkenal sedang betulin mobilny ke bengkel. lalu ditanya sm montirnya; dok,pekerjaan saya sama dengan anda, saya mengobati klep yg rsk dr mobil anda dan menggantiny, setelah itu mobil anda sembuh. tp kenapa anda lbh terkenal kaya n dkagumi orang. dokter itu tsenyum n blik btanya; pnahkan anda mengobati klep mobil saya saat mesinny hidup??
sibermedik berkata,
Februari 3, 2008 @ 9:02 pm
@zakky
he5x..iya dok,sabar ya..ntar ganti crita kalo dokternya lagi nyervis laptop/pc ngomong ke teknisinya ‘bapak pernah ngeliat komputer 400gb tanpa kabel yang batreinya cuma glukosa+air?ya itulah manusia’
Yudhi H.Gejali berkata,
Mei 27, 2008 @ 9:54 am
Maju terus pejuang antifeodalisme Kedokteran
Ada yang bilang dokter itu kayak militer…penuh perjuangan dan strata
Bedanya, kalo militer paka otot, kedokteran pake otak.
Stop Feodalisme Kedokteran
Ken arok berkata,
Mei 27, 2008 @ 9:55 am
Ada benarnya jg.Uda gak njamane.Dan gak maju2
Kiki Ahmadi berkata,
Agustus 15, 2008 @ 10:20 am
salut sama kalian dokter dan calon dokter..
gue sebagai software developer,
musti mengalami ribuan syntaks, software, hardware error
sebelum mahir..
parah parahnya, gue tinggal restart aja tuh kompie ato server
lah klo dokter?
pasiennya mau di restart ?
hehehhe
yuda harja berkata,
Agustus 20, 2008 @ 7:49 pm
woalah lih, punya mu cuma 400GB toh?
piye nek tak copy kene …
- – -
yuda harja
- – -
Nao berkata,
Juli 12, 2009 @ 7:27 am
Ahaha..
Bagus banget tuh analoginya.. Diriku termasuk yang muggle med
Nice blog!
diaz ajah berkata,
Juli 26, 2009 @ 11:09 am
muggle med jg 0_o