Arsip untuk Agustus, 2007

(m)buat anak kok coba-coba??

Mungkin berita yang paling ngetop selama minggu kemarin adalah berita tentang penculikan anak, ya Raisya Ali. Sebenarnya ini hanya fenomena gunung es, mungkin karena ortu Raisya mempunyai pengaruh luas sehingga Pak Presiden SBY (kalo Kelik nyebut nya Si Bapak You Do You Know He..he3x) pun turun tangan “memohon” penculik melepas Raisya, alhasil bocah kecil inipun ditemukan dengan selamat.

(antv).Jakarta, Raisyah Ali, bocah usia lima tahun anak pasangan Ali Said dan Nizma, yang diculik sejak 15 Agustus lalu, kini ditemukan kembali dalam kondisi sehat. Kapolda Metroa Jaya Irjen Pol.Adang Firman dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya mengatakan otak penculikan YP bersama temannya ANG, tadi pagi, ditangkap di sebuah pom bensin antara Kampung Rambutan Jakarta Timur dan Lenteng Agung Jakarta Selatan.

Sementara tiga penculik lainya ditangkap di tempat terpisah. Kelima tersangka penculik bocah berusia lima tahun itu kini berada di Mapolda Metro Jaya.

Otak pelaku penculikan YP bukan orang jauh keluarga orang tua Raisyah.

Sementara keluarga Raisyah lainnya menyambut gembira ditemukannya kembali Raisyah dan melakukan sujud syukur Mereka berharap agar pelaku penculik Raisyah ditindak sesuai hukum yang berlaku.

Lain hal-nya dengan kasus penculikan, media juga memunculkan fenomena kekerasan orang tua terhadap anak. Layaknya cerita Cinderella atau Bawang Merah Bawang Putih, penyiksa anak pun kebanyakan adalah orang tua tiri.

Kasus-kasus kekerasan terhadap anak meningkat dari tahun ke tahun. Menurut data Komnas Perlindungan, total kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi pada 2005 sebanyak 736 kasus. Dari angka tersebut 327 di antaranya kasus kekerasan seksual. Sisanya kekerasan secara psikis dan penelantaran anaknya. Angka ini meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Menurut pendapat Vander Zanden (1989), perilaku menyiksa dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk penyerangan secara fisik atau melukai anak; dan perbuatan ini dilakukan justru oleh pengasuhnya (orang tua atau pengasuh non-keluarga). Menurut data penelitian diungkapkan bahwa penyiksaan secara fisik banyak dialami oleh anak-anak sejak masa bayi, dan berlanjut hingga masa kanak-kanak sampai remaja.

Mungkin beberapa kutipan berita ini bisa menggugah jiwa kita yg suatu saat dalam hidup ini akan mendapat peran sebagai ORANG TUA.

Liputan6.com, Pematang Siantar: Selama bertahun-tahun Ayu menjadi korban penyiksaan sang ibu angkat, Suarni dan putrinya Ramayani. Kasus itu terungkap setelah pihak Kepolisian Resor Kota Pematang Siantar bersama warga, menggerebek rumah kontrakan yang didiami para tersangka di Jalan Medan Gang Air Bersih, Pematang Siantar, Sumatra Utara, Rabu (22/8) dini hari.Ketika menggeledah seisi rumah, mereka tak menemukan satu pun tersangka. Mereka hanya mendapati Ayu dalam kondisi sangat mengenaskan tergeletak di atas dipan. Di sebagian tubuh gadis berusia 11 tahun ini terlihat bekas luka. Kendati sukar dimengerti, ia mencoba menceritakan peristiwa memilukan yang dialaminya.Korban mengaku kerap dipukul dan kepalanya dibenturkan ke dinding. Bahkan, ia tidak diberi makan berhari-hari. Bocah malang ini juga sering dikurung dalam sebuah kotak dari tripleks sehingga tidur dan buang air pun dilakukan dalam kotak tersebut.

Liputan6.com, Sanggau: Zulkidah alias Idah, bocah berusia enam tahun warga Sanggau, Kalimantan Barat, menjadi korban penganiayaan ibu tiri hingga lumpuh. Beruntung, korban dapat diselamatkan warga saat kedua orang tua angkatnya tidak di rumah. Kondisi korban kritis sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Dokter Soedarso, Pontianak, Kalimantan Barat.

Kini, tubuh Idah hanya tersisa kulit dan tulang, kedua kaki lumpuh, serta tulang hidung patah akibat kerap disiksa sang ibu tiri. Korban juga tidak diberi makan selama lima hari. Untuk menanggung perbuatannya, kedua orang tua angkat korban ditahan di Markas Kepolisian Sanggau.

Kondisi Idah memang terus membaik. Nafsu makannya sangat baik sehingga berat badannya bertambah. Ketika dibawa ke rumah sakit pada 14 Agustus silam hanya delapan kilogram, sekarang sudah 10 kilogram. Bocah perempuan itu pun sudah mau berbicara, bahkan tidak ragu mengungkapkan keinginannya bila sembuh nanti.

Bertahun-tahun Idah dianiaya ibu angkatnya, Titin Indah Lestari alias Satin, di rumahnya di kawasan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalbar. Ia dipukul, disiram air panas, disundut bara rokok, juga dikurung berhari-hari di kamar mandi tanpa diberi makan. Padahal, Satin masih terhitung kerabat Idah.

Metrotvnews.com, Palu: Ditemani enam teman sekelasnya, Irfan Rolando, siswa kelas empat sekolah dasar mendatangi ruang Ssentra Pelayanan Kepolisian Resor Kota Palu, Sulawesi Tengah. Irfan yang berusia 10 tahun, warga Jalan Gunung Loli, Palu Timur, melaporkan ibunya, Lusiana. Irfan mengaku bersama empat kakaknya ditelantarkan sang ibu selama hampir dua bulan. Irfan mengaku, dua bulan terakhir ibunya selalu meninggalkan dia dan kakak-kakaknya di rumah mereka. Anak-anak ini tidak pernah mendapat perhatian dan tidak diberi uang. Untuk makan, Irfan dan kakak-kakaknya hanya mendapatkan belas kasihan dari tetangga. Sementara ayah Irfan, Anwar Siregar, dua bulan ditahan di Mapolresta Palu setelah dilaporkan istrinya karena penganiayaan.

Sambil membuka slide catatan kuliah Pediatrik & Psikiatri semester VI & VII, SiberMedik mengutip kuliah Pediatri Sosial tentang Nilai Anak. Sedikit berbagi, mari kita telaah betapa berharganya Buah Hati yang telah Allah Swt amanahkan kepada kita untuk dijaga & dididik dengan baik.

::::NILAI ANAK::::

Sebagai salah satu bagian dari suatu komponen masyarakat, anak memiliki peran dalam Life Span (Siklus Hidup) suatu komunitas, antara lain:

•KEPENTINGAN KELUARGA

  1. KELANGSUNGAN, KESINAMBUNGAN, KEBANGGAN HIDUP INDIVIDU, KELUARGA
  2. PUSAT PERHATIAN / KASIH SAYANG ORANG TUA
  3. TALI PENGIKAT SUAMI – ISTRI

•KEPENTINGAN NASIONAL

  1. GENERASI PENERUS
  2. MODAL UTAMA KELANGSUNGAN HIDUP NEGARA

•KEPENTINGAN UMUM / GLOBAL

  1. KELANGSUNGAN HIDUP MANUSIA
  2. ANAK : PARAMETER SOSIAL, EKONOMI, POLITIK

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (Q.S Al Kahfi :18)

::::ASPEK PEDIATRI SOSIAL::::

Pediatri Sosial adalah suatu usaha atau cara pendekatan yang dilakukan secara terus menerus pada anak, dimulai sejak dalam kandungan, waktu lahir, bayi, sampai usia remaja, agar anak dapat tumbuh dan kembang sebaik-baiknya.

I.ETIOLOGI SOSIAL DARI PENYAKIT ANAK

  1. MAKANAN BAYI
  2. POLA PENGURUSAN ANAK PENYAKIT
  3. HIGIENE & SANITASI ANAK
  4. LINGKUNGAN

II.KEPERCAYAAN, SIKAP, TINDAKAN MASYARAKAT MENGENAI MASALAH ANAK

  1. PENGERTIAN WAKTU ANAK SEHAT, ANAK SAKIT
  2. KEPERCAYAAN PENYEBAB PENYAKIT
  3. SIKAP DUKUN TERHADAP DOKTER

III.KETERAMPILAN & KEBIJAKSANAAN MENGHUBUNGI ORANG TUA

  1. PENDIDIKAN KESEHATAN
  2. PENYULUHAN

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

(Q.S Ali Imran :3)

Betapa vital peran anak dalam masyarakat. Dengan merawat & mendidiknya dengan baik diharapkan mereka tumbuh menjadi generasi penerus tongkat estafet yg tangguh baik dalam Agama, Keluarga,Nasional, maupun Global.

Untuk lebih menekankan betapa perlunya perhatian terhadap perkembangan anak, berikut SiberMedik kutipkan dari e-psikologi tentang masalah yang mungkin timbul pasca Child abused:

I. Masalah Relasional

  • Kesulitan menjalin dan membina hubungan atau pun persahabatan
  • Merasa kesepian
  • Kesulitan dalam membentuk hubungan yang harmonis
  • Sulit mempercayai diri sendiri dan orang lain
  • Menjalin hubungan yang tidak sehat, misalnya terlalu tergantung atau terlalu mandiri
  • Sulit membagi perhatian antara mengurus diri sendiri dengan mengurus orang lain
  • Mudah curiga, terlalu berhati-hati terhadap orang lain
  • Perilakunya tidak spontan
  • Kesulitan menyesuaikan diri
  • Lebih suka menyendiri dari pada bermain dengan kawan-kawannya
  • Suka memusuhi orang lain atau dimusuhi
  • Lebih suka menyendiri
  • Merasa takut menjalin hubungan secara fisik dengan orang lain
  • Sulit membuat komitmen
  • Terlalu bertanggung jawab atau justru menghindar dari tanggung jawab

II. Masalah Emosional

  • Merasa bersalah, malu
  • Menyimpan perasaan dendam
  • Depresi
  • Merasa takut ketularan gangguan mental yang dialami orang tua
  • Merasa takut masalah dirinya ketahuan kawannya yang lain
  • Tidak mampu mengekspresikan kemarahan secara konstruktif atau positif
  • Merasa bingung dengan identitasnya
  • Tidak mampu menghadapi kehidupan dengan segala masalahnya

III. Masalah Kognisi

  • Punya persepsi yang negatif terhadap kehidupan
  • Timbul pikiran negatif tentang diri sendiri yang diikuti oleh tindakan yang cenderung merugikan diri sendiri
  • Memberikan penilaian yang rendah terhadap kemampuan atau prestasi diri sendiri
  • Sulit berkonsentrasi dan menurunnya prestasi di sekolah
  • Memiliki citra diri yang negatif

IV. Masalah Perilaku

  • Muncul perilaku berbohong, mencuri, bolos sekolah
  • Perbuatan kriminal atau kenakalan
  • Tidak mengurus diri sendiri dengan baik
  • Menunjukkan sikap dan perilaku yang tidak wajar, dibuat-buat untuk mencari perhatian
  • Muncul keluhan sulit tidur
  • Muncul perilaku seksual yang tidak wajar
  • Kecanduan obat bius, minuman keras, dsb
  • Muncul perilaku makan yang tidak normal, seperti anorexia atau bulimia

Tidak semua anak akan memperlihatkan tanda-tanda tersebut di atas karena mereka merasa malu, atau takut untuk mengakuinya. Bisa saja mereka diancam oleh pelakunya untuk tidak membicarakan kejadian yang dialami pada orang lain. Jika tidak, maka mereka akan mendapatkan hukuman yang jauh lebih hebat. Tidak menutup kemungkinan, anak-anak tersebut justru mencintai pelakunya. Mereka ingin menghentikan tindakannya tetapi tidak ingin pelakunya ditangkap atau dihukum, atau melakukan suatu tindakan yang membahayakan keutuhan keluarga.

Gejala-gejala diatas juga merupakan ciri-ciri kecenderungan anak menjadi Pribadi Antisosial bahkan dapat menjurus kemungkinan Psikopat .

Sekali lagi, untuk PASUTRI yang ingin punya anak…dipikir lagi tentang semua aspek untuk (calon)anak agar tumbuh kembangnya sempurna secara Psikoreligius, psikososial, maupun psikoneuroimunologi. Kalau boleh mengutip Iklan di TiVi “..Buat Anak kok Coba-coba..”, SiberMedik berpesan “..Mbuat anak kok coba-coba??”

Comments (9) »

Psikopat Di Sekitar Kita

POSTUR tubuhnya tinggi besar dan atletis. Wajahnya ganteng. Kepercayaan dirinya begitu besar. Pemegang sabuk hitam salah satu aliran bela diri ini juga tak merasa takut dan ragu untuk bertindak. Dialah MG, seorang polisi berpangkat inspektur satu di Kepolisian Daerah (Polda) Jambi.


Prestasi MG tergolong bagus. Pria kelahiran Medan, 1966, ini masuk dinas kepolisian di Polda Sumatera Utara pada 1986. Setahun kemudian, ia ditempatkan di Kepolisian Kota Besar Medan.
Setelah menjalani mutasi di berbagai tempat, ia dilantik menjadi Kepala Urusan Sabhara Kepolisian Resor Kerinci, Jambi, 1999. Setelah itu, sejumlah kepala satuan di beberapa satuan di Polda Jambi pernah disandangnya hingga 2004.


Tapi tak sedikit pun orang percaya bahwa MG menjadi tersangka kasus pembunuhan sedikitnya tujuh korban. Semua korbannya dihabisi secara sadis dalam rentang waktu berbeda. Ditembak dan sebagian di antaranya dibakar. Seluruh identitas korban dilenyapkan.
MG tergolong rapi dalam merencanakan dan merahasiakan kejahatannya yang digarap sejak 2002.


Petualangannya berakhir setelah mayat MT ditemukan pada Maret tahun lalu. Sudah dua tahun jasad salah satu istri MG itu terkubur. Orangtua MT percaya pada omongan MG bahwa MT tengah ikut kursus kecantikan di Jakarta.
Berkat temuan mayat itu, terungkaplah nasib para korban pembunuh berseri yang kini tengah menanti vonis hakim itu.

Ilustrasi diatas merupakan kisah nyata salah satu pengidap psikopati. Menurut pengamatan psikolog dari Universitas Indonesia, Sartono Mukadis, “Saya menilainya sebagai orang awam yang mengerti psikologi,” ujarnya. Menurut Sartono, perilaku MG cocok dengan 20 kriteria psikopat yang disusun ahli psikopati dunia, Robert D. Hare. (1)

 Istilah psiko (psycho) atau psiki (psyche) berasal dari Yunani yang berarti jiwa. Psikopatologi yaitu ilmu yang mempelajari tentang kelainan atau gangguan emosi dan perilaku. Dalam psikiatri, psikopat atau sosiopat ataugangguan karakter cukup sulit menerima terapi. Sebelum jauh membahas Psikopat, ada baiknya kita tinjau sejenak, apa itu psikopat? Apa penyebabnya(Etiologi)? Bagaimana mendeteksinya? Dan bisakah disembuhkan? (2)

Apa itu Psikopat ?

 Psikopat adalah suatu gejala kelainan kepribadian yang sejak dulu dianggap berbahaya dan prof Robert haremengganggu masyarakat. Dr. Hervey Cleckley, psikiater yang dianggap salah satu peneliti perintis tentang Psikopat, menulis dalam bukunya “The Mask of Sanity” (1947, dalam Hare, 1993), menggambarkan Psikopat sebagai pribadi yang “likeable, charming, intelligent, alert, impressive, confidence-inspiring, an a great success with the ladies”, tetapi sekaligus juga “irresponsible, self destructive, and the like”. Demikian pula Dr. Robert Hare, dalam bukunya “Without Conscience: The disturbing world of the Psychopaths among us“ (1993) masih bergelut dengan isu yang sama, yaitu kepribadian psikopat yang nampaknya baik hati, tetapi sangat merugikan masyarakat. (3)

Namun perlu dicatat, bahwa istilah Psikopat, yang sejak 1952 diganti dengan Sosiopat dan dalam DSM II 1968 resmi dinamakan Sosiopat (Ramsland, tanpa tahun) itu, justru tidak bisa ditemukan dalam DSM IV. Yang ada dalam manual baku yang digunakan oleh para psikitaer di seluruh Amerika Serikat (dan diacu juga oleh para psikolog klinis dan psikiater dan psikolog di Indonesia) itu adalah 10 jenis Kelainan Kepribadian (Personality Disorders) (American Psychiatric Association, 1994: 629). (3)

  Seorang psikopat dapat melakukan apa saja yang diinginkan dan yakin bahwa yang dilakukannya itu benar. Sifatnya yang pembohong, manipulatif, tanpa rasa kasihan atau rasa bersalah setelah menyakiti orang lain, tanpa ekspresi, sulit berempati dengan orang lain dan mudah mengancam siapa saja, bahkan kadang-kadang ia dapat bertindak kejam tanpa pandang bulu. Pembicaraan mengenai dirinya sangat melambung tinggi dan melihat kelemahan dirinya ada pada orang lain dan tidak peduli terhadap siapapun. (2)

Di Amerika Serikat, Psikopat cukup banyak. Di Indonesia data pastinya memang belum ada. Dra. Tieneke Syaraswati, DNS, Ed, M.Fil, A.And dari FKUI mensinyalir jumlahnya pasti banyak. (4)

Apa penyebabnya (etiologi) ?

Sama seperti definisi dan ruang lingkup, tidak berbicara jelas tentang faktor-faktor penyebab kelainan kepribadian yang bernama psikopat ini. Sampai saat ini, banyak penelitian yang mendukung berbagai aspek penyebab kelainan ini antara lain (3) :

1. Kelainan di otak.

Hubungan antara gejala Psikopat dengan kelainan sistem serotonin, kelainan struktural (“…decreased prefrontal grey matter, decreased posterior hippocampal volume and increased callosal white matter) dan kelainan fungsional (… dysfunction of particular frontal and temporal lobe) otak. (Pridmore, Chambers & McArthur 2005).

2. Lingkungan.

Mereka yang berkepribadian psikopat memiliki latar belakang masa kecil yang tidak memberi peluang untuk perkembangan emosinya secara optimal. (Kirkman, 2002).

3. Kepribadian sendiri.

Adanya korelasi antara perilaku orang-orang dengan sindrom psikopat, dengan skor yang tinggi dalam tes kepribadian Revised NEO Personality Inventory (NEO-P-I-R,1992). (Miller & Lynam, 2003)

Selain beberapa penelitian diatas masih banyak lagi penelitian tentang etiologi psikopat. Sebagian besar psikolog dan psikiater masih berpegang pada faktor lingkungan dalam timbulnya kepribadian psikopat ini.

Bagaimana mendeteksinya ?

Kesulitan metodologis dalam penelitian tentang Psikopat, terutama datang dari terbatasnya kasus yang tersedia. Karena itu beberapa penelitian hanya didasarkan pada satu kasus saja (Hare, 1993; Litman, 2004; Bauchard, 2002). Beberapa penelitian lain terbatas pada sampel tertentu yang bias, seperti Narapidana, hanya bisa dilakukan terhadap topik-topik yang lebih umum dan bisa menggunakan responden umum seperti studi komparatif (N orang dengan indikasi Psikopat berdasarkan DSM IV = 89, N kontrol = 20) (Dolan & Fullam, 2004), atau studi simulasi (N mahasiswa S1 = 174) (Guy & Edens,2003).(3)

 Walaupun tidak dapat menentukan penyebabnya, saat ini terdapat alat yang baik untuk mendiferensiasi antara orang-orang dengan gejala psikopat dengan yang tidak, yaitu Psychopath Check List – Revised (PCL-R) yang dikembangkan oleh Prof.Robert Hare yang terdiri atas 20 kuesioner yang memiliki skor 0-2 di setiap pertanyaan. Sedikit kutipan dari 20 pertanyaan dalam PCL-R tentang ciri-ciri psikopat, sebagai berikut (5) :

  1. Persuasif dan memesona di permukaan.
  2. Menghargai diri yang berlebihan.
  3. Butuh stimulasi atau gampang bosan.
  4. Pembohong yang patologis.
  5. Menipu dan manipulatif.
  6. Kurang rasa bersalah dan berdosa.
  7. Emosi dangkal.
  8. Kasar dan kurang empati.
  9. Hidup seperti parasit.
  10. Buruknya pengendalian perilaku.
  11. Longgarnya perilaku seksual
  12. Masalah perilaku dini (sebelum usia 13 tahun).
  13. Tidak punya tujuan jangka panjang yang realistis.
  14. Impulsif.
  15. Tidak bertanggung jawab atas kewajiban.
  16. Tidak bertanggung jawab atas tindakan sendiri.
  17. Pernikahan jangka pendek yang berulang.
  18. Kenakalan remaja.
  19. Melanggar norma.
  20. Keragaman kriminal.

Indonesia saat ini menggunakan Tes Minessota Multiphasic Personality Inventory-2 (MMPI-2) untuk mendeteksi kepribadian psikopat ini yang didalamnya terdapat skala klinis, Skala isi, dan Skala penunjang. Pada awalnya tes MMPI-2 digunakan dalam pelayanan kesehatan jiwa, kemudian meluas ke kalangan militer dan pemerintahan sebagai bagian dari seleksi dan rekruitmen calon pegawai, pejabat (Legislatif & Eksekutif), termasuk calon presiden dan wakilnya. (6)

Alat ukur lain yang digunakan berdasarkan teori yang sudah eksis (metode deduksi) adalah Primitive Defense Guide (Helfgott, 2004), Rorschach (Cunliffe & Gacono, 2005), ToM (Theory of Mind) (Dolan & Fullam, 2004; Ritchell, et al. 2003), SCT (Sentence Completion Test) (Endres, 2004), dan NEO PIR (Miller & Lynam, 2003). (3)

Bisakah disembuhkan ?

Sebagai kelainan kepribadian yang belum bisa dipastikan penyebabnya, Psikopat belum bisa dipastikan bisa disembuhkan atau tidak. Perawatan terhadap penderita psikopat menurut pengamatan Hare, bukan saja tidak menyembuhkan, melainkan justru menambah parah gejalanya, karena psikopat yang bersangkutan bisa semakin canggih dalam memanipulasi perilakunya yang merugikan orang lain..Beberapa hal, kata Hare akan membaik sendiri dengan bertambahnya usia, misalnya energi yang tidak sebesar waktu muda.

Menurut Tieneke, perilaku psikopatik biasanya muncul dan berkembang pada masa dewasa, mencapai puncak di usia 40 tahun-an, mengalami fase plateau sekitar usia 50 tahun-an lantas perlahan memudar. “ Psikopat juga bisa disebabkan kesalahan pola asuh.” Tambahnya. Saran Tieneke, “Waspadai anak yang pemarah, suka berkelahi dan melawan, melanggar aturan merusak, dan bengis terhadap hewan serta anak yang lebih kecil”.

Di sisi lain, Kirkman (2002) yang percaya bahwa psikopat terbentuk karena salah asuh pada masa kecil, berpendapat bahwa Psikopat bisa dicegah sedini mungkin dengan memberikan asuhan yang tepat sehingga meminimalkan resiko individu kekurangan afeksi pada masa kecilnya.

Indikasi KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) dapat disebabkan karena kepribadian Psikopat ternyata mungkin. Menurut Dr. Husein Anuz Sp.KJ, “Ayah yang Psikopat cenderung memberikan anak yang psikopat juga.”. Ini menunjukkan besarnya peran faktor lingkungan. Biasanya Anak akan meniru apa yang dilakukan Orang Tua nya, jadi tidak heran kasus KDRT rata-rata disebabkan karena apa yang mereka perbuat kepada keluarganya saat ini seperti apa yang orang tua mereka dulu perbuat terhadap keluarganya. (7)

Di beberapa negara timbul reaksi di masyarakat akibat ketidaktahuan tentang penyembuhan psikopat. Masyarakat mencoba melindungi diri melalui Undang-Undang. Di Belanda, UU Anti Psikopat diluncurkan dua kali (Abad XX dan di tahun 2002). Demikian pula di AS, hukum anti psikopat dimulai tahu 1930-an yang ditujukan pada Sex Offenders. (Granlund, 2005; Quinn, Forsyth & Mullen-Quinn, 2004).

Yang terpenting adalah penanganan korban psikopat. Penanganan korban psikopat seringkali harus mengalami proses penyembuhan yang panjang dan sulit. Umumnya mereka jatuh dalam trauma yang mendalam. Jadi, tak perlu membuang waktu untuk mengubah Psikopat.

* (penggalih)

Daftar Rujukan:

Aries Kelana. Orang Gila Tanpa Gangguan Mental .Available from: URL: http://www.gatra.com/2006-01 30/versi_cetak.php?id=91810.

Oebit, Tjut Meura salma, dr.Sp.Kj. Mengapa Seseorang menjadi Psikopat.Proceeding Seminar Nasional Psikopat : 2006 Jan 21-22, Jakarta-Indonesia; 2006.

Sarwono, Sarlito Wirawan,Prof. Dr.; Antara Psikopat Dan Sosiopat: Kajian Dalam Jurnal-Jurnal Barat. Proceeding Seminar Nasional Psikopat : 2006 Jan 21-22, Jakarta-Indonesia; 2006.

Tutut, Lestari, Yadi; Psikopat Monster Berwajah Malaikat. Majalah Kesehatan Keluarga DOKTER KITA 2006 Jan- Ed1. 2006.

Tutut, Lestari, Yadi; Ciri Psikopat. Majalah Kesehatan Keluarga DOKTER KITA 2006 Jan- Ed1. 2006.

Maslim, Rusdi, dr.Sp.KJ. Deteksi Psikopat dengan Tes MMPI-Indonesia .Proceeding Seminar Nasional Psikopat : 2006 Jan 21-22, Jakarta-Indonesia; 2006.

Anuz, Husein, dr.Sp.KJ. Psikopat Dalam Keluarga.Proceeding Seminar Nasional Psikopat : 2006 Jan 21-22, Jakarta-Indonesia; 2006.

—————————

Comments (74) »

Refleksi 62th merdeka..Apa Kata Dunia??!! (Part1)

“..Jedung..jedung..” musik dangdut dari keping VCD berkumandang semalam suntuk diputar oleh pemuda Karang Taruna wilayah dekat kos..mbok mikir Le?? Emang ada korelasi ndak antara Dangdutan dan Merdeka??

cem-macem? tak carok sampeyan!“..Jedung..jedung..” Rasanya pingin misuh Janc**, Jangkr**, As*, Jamp**,etc. Maklum, jiwa Suroboyoa-an ku keluar kalau sedang ‘teraniaya’, tapi untung bisa ditahan walau kepala jadi pusing ndak bisa tidur..Pagi ini aja sirah rodho nggliyer & mumet. (bayangkan!! Paparan 50dB selama 6 jam.. )..Wis pokok’e Aspir** gak mempan Dok!!

Mau jadi apa bangsa ini??? Apa Kata Dunia!!! Merdeka kok cuma diisi Kontes, Konser Dangdutan, Kuis,etc… Sederet dilema menanti 62 tahun Indonesia merdeka.

:::PENDIDIKAN:::

beladjar djaman doeloe Soal penghasilan guru yang pas-pasan, sudah menjadi rahasia umum. Malah ada sebagian guru di pedesaan yang honornya cuma cukup untuk hidup selama 1 minggu. Hal ini tidak berlaku bagi guru yang mengajar di sekolah Elite swasta yg OK punya, yang uang pangkal Jutaan, SPP Ratusan ribu rupiah.

Morat-maritnya kehidupan guru jelas membuat banyak gnerasi muda yang tidak tertarik untuk berprofesi menjadi pahlawan “tanpa tanda jasa” itu. Konon, beberapa tahun lalu IKIP Jakarta merubah namanya menjadi Universitas karena pada saat itu kekurangan Mahasiswa.

“Umar bin Khattab R.A, ketika menjadi Khalifah, memberikan gaji yang teramat layak bagi guru. Besarnya 15 dinar/bulan. 1 dinar setara dengan 4,25 gram Emas, berarti sekitar 63,75 gram emas.

Dalam sejarah pendidikan Islam, siswa-siswi yg bersekolah tidak dipungut SPP, justru negara memberi semacam ‘uang saku’ 100 dinar perbulannya pada masa Khalifah Harun al Rasyid…- Jadi residen spesialis aja mbayar sampai ratusan juta Rek..Rek!!!-

Jaman sekarang, kalau remaja ditanya besok gedhe jadi apa?? Paling pingin jadi Selebritis, kerjanya gak susah-susah, dapet duit banyak, jadi Idola-terkenal-, gak perlu sekolah tinggi-tinggi, etc lah….Kan ada AFI, Indonesian IDOL, KDI, MAMAMIA, etc juga lah..

Institut Preman Dalam NegeriMasalah tawuran, biaya sekolah, seks bebas, & narkoba, merupakan catatan “prestasi” lain dari pendidikan kita saat ini.

:::SNOBIS -Biang Inflasi-:::

Mereka saja malu melihat bangsa ini Konsumtif, menurut kamus adalah gejala kejiwaan berupa rasa tidak puas dalam konsumsi. Level lain dari konsumtif adalah gila belanja alias Snobis. Pada level ini, makanan tidak diukur dari soal gizi, tapi gengsi. Baju nggak pertimbangan nutup Aurat dan rapi, tapi mode dan merk.

Gaya hidup snobis, selain menguras kantong juga menyebabkan perekonomian tidak stabil. Sikap Exhibit Of Luxury -alias Gaya Hidup Mewah- merupakan biang kerusakan negeri ini Brur!!.

Bayangkan, saat tuntutan kebutuhan meningkat banyak orang bela-belain ambil kredit sampai korupsi…sehingga uang yg tersimpan di Bank berkurangakibatnya index Suku Bunga Bank Indonesia meningkat (agar uang dapat ditarik)inilah cikal bakal Inflasi..lalu Harga barang pokok sampai BBM naikakhirnya musim DEMO deh Senayan???..akhirnya banyak Parpol di DPR Nggedabruz!!! (Suroboyo-an mean: ngomong thok!). Kalau gini salah siapa coba?? Walaupun alasannya “sayang anak..sayang istri” tapi kayak gini ya nggak bener Rek!!.

“Tahukah kamu? Mantan Menteri Pangan RI, A.M. Saefuddin, sewaktu SR (Sekolah Rakyat -SD-) hanya berbekal 2 stel baju. Untuk mencapai sekolah pun Ia harus berjalan kaki 5km yang ditempuhnya dalam waktu 1jam.

Saat menjabat MENPANGAN, beliau tetap sederhana. kendaraan Dinas Ia tolak dan lebih memilih naik KIJANG lamanya untuk berangkat ke kantor setiap hari.”

:::SELEBRITIS -Sampah Indonesia-:::

-bersambung-

:::GENERASI PlayStation -Korban Kenikmatan Semu-:::

-bersambung-

:::CLUBBING -Yang Penting “Ajep..Ajep..Jedung..Jedung”-:::

-bersambung-

APA KATA DUNIA!!!

APA KATA DUNIA!!!

Comments (12) »

USNS MERCY..Indonesia kapan punya ya??

Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebahagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur. (Q.S. Luqman 31:31)

USNS MERCY front view 

General Characteristics:
Keel Laid: 1976 (the oil tanker)

Launched: July 20, 1985 (the hospital ship)

Commissioned: November 8, 1986

Builder: National Steel and Shipbuilding Co., San Diego, Calif.

Propulsion system: two GE turbines

Propellers: one

Length: 894 feet (272.6 meters)

Beam: 106 feet (32.3 meters)

Draft: 33

Displacement: approx. 69,350 tons full load

Speed: 17.5 knots

Aircraft: helicopter platform suitable for all helicopters

Homeport: San Diego, CA

Crew: Active: 63 MSC, 956 Naval medical staff and 258 Naval support staff. Crew: Inactive: 16 MSC and 40 Naval medical staff

USNS MERCY possesses a surgery with 12 operating theaters, an intensive-care unit with 80 beds and 1000 further beds.USNS MERCY is one of the two Hospital Ships of the Navy. Both ships are maintained by the Military Sealift Command and are part of the Naval Fleet Auxiliary Force (NFAF).

Keren gak sih!! Kapan Indonesia bisa punya Kapal Rumah sakit seperti ini? Kita lihat segi geografis indonesia yang berupa kepulauan, seharusnya bangsa ini lebih membutuhkan kapal sejenis itu.                                   My Indische

Bayangkan saja, bekas kapal tanker bisa disulap menjadi rumah sakit mobile.  Helipad, X-ray, CT-scan, MRI, Ruang Operasi, dll. Mungkin kalo Cakmoki (AC di UGD ndeso) membaca ini bisa jadi inspirasi PUSKESMAS KELILING antar pulau. :-)

Surgery Deck Helipad trans Side view

Memang biaya operasional mahal banget!!! Sekali jalan aja bisa menghabiskan US$10jt.   Tapi lihat sisi lain!! Sebagai Archipelago, yang diapit 2 benua, 2 samudra, dan dilewati 2 sabuk pegunungan dunia, SiberMedik pikir perlu -bahkan HARUS !!!-  Indonesia memiliki sarana seperti ini, berikut alasannya:

  1. Pengeluaran biaya kesehatan indonesia belum merata, terutama propinsi yg memiliki wilayah administratif kepulauan.
  2. Distribusi Tenaga kesehatan & Obat-obatan belum merata.
  3. Sering terjadinya bencana (Tsunami, Gempa, Longsor, Gunung meletus,& kerusuhan).
  4. Ancaman disintegrasi (Kurangnya perhatian pusat terhadap kesejahteraan daerah -dalam hal ini kesehatan- ).  

SOLUSI

Sebenarnya, apabila ada kemauan pastilah ada Jalan!! Belajar dari spesifikasi USNS MERCY, sebenarnya kita MAMPU!!

Kapal Tanker bekas -beberapa waktu lalu PERTAMINA menjual kapal tanker bekas *mode curiga*- yang dimodifikasi dengan membagi tiap ruangan layaknya rumah sakit adalah MUNGKIN!! Lulusan Teknik PERKAPALAN pun BISA!!

NEGERI INI MERASA TERLALU UNDERESTIMATE!!!

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu memenuhi kebutuhan rakyatnya sendiri” (Bung Hatta).

“Bangsa yang tidak dapat memenuhi kebutuhan rakyatnya sendiri, maka bangsa itu tidak akan bisa tegap berdiri menatap dunia”.

WIBAWA NEGERI INI HARUS DITEGAKKAN!! TUNJUKKAN BAHWA KITA MAMPU!!

Desain SiberMedik

Walau cuma coretan…tapi impian lebih indah…semoga bukan hanya mimpi..

Elek Yo Ben!! 

Arti Lambang:

  1. Cranium = Simbol Manusia (menyelamatkan jiwa manusia).
  2. Spuit = Simbol Medikasi cepat tanggap (dalam kondisi apapun selalu siap).
  3. Scalpel Blade = Simbol Kemampuan Bedah (harus dimiliki setiap tenaga kesehatan yang bertugas).
  4. Stetoskop = Simbol Diagnosa yang rasional (dalam kondisi gawat maupun tidak).
  5. “Salus Aegrotti Supreema Lex ‘Est” = Kutipan dari Hipocratic Oath yang artinya “Menolong Penderita Adalah Tujuan Utama“.

KRI SiberMedik -minimal untuk meng-cover wilayah indonesia harus punya 5 UNIT-….Amin…500x

Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengkokohkan)nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui. (Q.S An Naml 27:61)

Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur. (Q.S. Faathir 35:12)

—fin—

Comments (10) »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.