PENTINGNYA KONSEP DIRI® BAGI REMAJA
Oleh : Penggalih Mahardika H
(dikutip dari buku Genius Learning Strategy, Adi W Gunawan)
Sejenak mungkin kita akan bertanya apa itu Konsep Diri? Apa esensinya? Kegunaannya apa?dan banyak lagi pertanyaan yang mungkin terlontar tentang judul diatas. Sebelum pertanyaan tersebut dijawab, mungkin kita perlu sejenak membayangkan kondisi berikut.
Seandainya anda memiliki sebuah DeskTop PC (Personal Computer) dengan spesifikasi PENTIUM IV 3 Ghz, HardDisk 40 GB, DDRAM 256 MB, CDRW 52×36x48, SoundCard Yamaha, VGA GeForce, OS MS Windows XP Pro, dan berbagai komponen yang mutakhir lainnya. Lalu andaikan OS (Operating System) yang anda gunakan untuk PC tadi adalah MS DOS 3.0 bukan Windows XP apa yang terjadi pada PC tersebut?
Ada 2 kemungkinan, yang pertama mungkin PC anda tidak mau jalan karena OS yang anda gunakan sudah ketinggalan jaman. Yang kedua, PC anda jalan tapi tidak bekerja optimal sehingga keunggulan komponen-komponen tidak dapat dirasakan.
Nah, itulah konsep diri. Konsep diri adalah Operating System bagi NeckTop PC, yaitu Sistem Persyarafan tubuh kita. Kita ini merupakan sebuah komputer yang paling canggih tetapi tanyakan pada diri kita, “Apa kita sudah sering meng-upgrade konsep diri kita?”
Komponen Konsep Diri. Konsep diri memiliki 3 komponen yang sangat penting karena akan mempengaruhi hidup kita mulai saat kecil hingga sekarang, komponen tersebut antara lain :
1. Diri Ideal.Dalam konteks dunia pendidikan, diri ideal yang sering ditetapkan orangtua adalah anak harus mendapat nilai sempurna (100 atau A). dalam setiap ujian
2. Citra Diri.Anda akan selalu bertindak atau bersikap sesuai dengan gambar yang muncul dalam cermin/citra diri anda.
3. Harga Diri.Semakin anda menyukai diri anda, menerima diri anda, & hormat pada diri anda sendiri sebagai seorang yang berharga & bermakna, maka semakin tinggi harga diri anda.
Kesimpulannya dapat dimisalkan sebagai berikut : Orangtua anda menetapkan diri ideal anda harus mendapat nilai 100 untuk ulangan Matematika, tetapi anda hanya dapat nilai 60 (Citra diri). Yang terjadi sekarang adalah diri ideal tidak sejalan dengan citra diri.Ini sudah pasti akan berpengaruh pada harga diri anda.
Bagaimana Konsep Diri Terbentuk.
Bangunan konsep diri itu seperti meja, dimana terdapat kaki-kaki penyokongnya. Yang sangat berperan dalam “Meja” tersebut antara lain :
1. Siapa yang memasang kaki tersebut?Pertama Orangtua dan setelah itu Guru
2. Seberapa intensitas emosi yang timbul saat itu?Sedih,malu,bahagia,bangga,dll
3. Repetisi.Semakin sering, berarti semakin kuat kaki yang terpasang.
Kita akan lihat bagaimana terbentuk “meja” tadi lewat kisah berikut :
Saat anda masih kecil anda tidak sengaja memecahkan gelas lalu ibu anda mengatakan. “Anak bodoh, masak mbawa gelas aja gak becus!”.Otomatis “meja” anda berbentuk
Lalu saat sekolah anda mendapat nilai jelek sehingga bentuk meja menjadi:
Berbeda kisahnya seandainya saat memecahkan gelas, ibu anda mengatakan “Kamu tidak apa-apa Nak?Lain kali hati-hati ya..”. Dan saat ujian orangtua anda menghargai nilai anda, maka meja akan berbentuk
Dari kisah diatas dapat anda lihat efek yang akan terjadi apabila konsep diri yang kita miliki adalah salah satu meja diatas, bisa jadi positif bahkan mungkin negatif.
Mengubah dan meningkatkan konsep diri
Sangat tidak pantas sekali jika kita langsung menyalahkan orangtua atau guru yang dimasa lalu telah membentuk konsep diri anda menjadi “Saya Bodoh”. Kita sudah dewasa, jadi kita harus merubahnya sendiri.
Bagaimana caranya? Caranya sebagai berikut :
1. Kisah Sukses: Berupa kejadian, peristiwa, pengalaman, atau apa saja yang pernah anda alamidalam hidup yang dirasa istimewa. Kisah sukses ini harus anda tulis diatas kertas, tulislah kisah sukses terkini lalu mundur lagi, terus mundur sampai saat anda masih kecil, sampai kisah sukses paling lama yang bisa anda ingat. Ini akan membantu diri agar memberi self-talk positif dan menghentikan self-talk negatif disaat mengalami kegagalan.
2. Simbol Sukses: Bentuknya dapat berupa Trofi, sertifikat ijazah, surat penghargaan, lencana, foto, tanda tangan orang yg dikagumi, rekaman video, kaset, dll.Simbol sukses ini sebagai Reminder (pengingat) akan keberhasilan yang pernah kita raih. Kisah & simbol sukses ini dapat memperkuat kaki “meja” konsep diri anda.
3. Afirmasi Positif: Siapakah orang yang paling anda percayai pendapatnya di dunia ini ?Tentu saja anda sendiri. Maka dari itu tanamkan pada diri kita benih kepercayaan diri dengan ucapan-ucapan positif (Afirmasi Positif). Afirmasi Positif dapat dibuat dgn benar, yakni :
- a. Harus Positif.Jangan gunakan kalimat, “Saya tidak bodoh!” tapi gunakanlah kalimat, “Saya cerdas dan terampil!”
- b. Menggunakan kalimat waktu sekarang.Jangan menggunakan kalimat, “ Besok saya akan rajin belajar,” tapi gunakan kalimat,”Saya adalah murid yang rajin belajar.”
- c. Bersifat pribadi.Gunakan kata “saya”Misalnya,”Saya murid yang pintar dan….”
- d. Persisten.Lakukan selama 21 hari non-stop.
- e. Dengan hasrat dan antusiasme yang besar.Libatkan emosi anda saat mengucapkan kalimat afirmasi anda.
4. Visualisasi Multi SensoriAgar dapat melakukan cara ini, anda harus masuk dalam kondisi alfa(kondisi di saat anda ingin tidur sehingga terasa rileks dan agak “fly”).Setelah masuk kondisi alfa, lakukan langkah-langkah untuk melakukan visualisasi multi sensori, yakni :
-
- 1. Tuliskan semua hal-hal positif seperti sikap, kepribadian, karakter, integritas, atau apa sajayang anda perlu ada dalam diri anda yang sukses.
- 2. Masuklah ke dalam kondisi alfa.
- 3. Saat kondisi alfa, gunakan mata pikiran untuk melihat diri sendiri yang telah sukses lengkap dengan semua hal positif yang telah anda tuliskan. Lihatlah diri anda yang sedang menerima ucapan selamat dan pandangan hormat & kagum dari orang sekitar anda.Setelah elihat diri anda, coba rasakan perasaan anda saat itu?Masuk lebih dalam dan nikmati! Saat melihat & merasakan hal tersebut, suara apa yang muncul dalam benak anda?apa yang anda katakan mengenai diri anda sendiri? (Lakukan selama 10 menit)
- 4. Setelah itu, buka mata perlahan-lahan, gerakkan ujung jari anda. Jangan langsung bergerak!Resapi perasaan sukses yang sedang anda rasakan.
5. Goal SettingPada saat anda mulai bisa melihat diri anda sebagai pribadi yang kompetenpada saat itulsh konsep diri mulai berubah. Lalu bagaimana cara membuat & menggunakan goal setting untuk meningkatkan konsep diri? Caranya sebagai berikut ;
-
- 1. Tentukan & putuskan apa yang anda inginkan (tujuan) sejelas-jelasnya.
- 2. Tuliskan di selembar kertas (jangan hanya diingat.
- 3. Tetapkan tenggat waktunya, kapan goal harus tercapai.
- 4. Uraikan goal itu menjadi sub-goal yang terukur & terarah.
- 5. Buat daftar tindakan yang harus anda lakukan untuk mencapai tujuan.
- 6. Atur daftar tindakan anda menjadi suatu perencanaan-tuliskan di atas kertas.
- 7. Lakuakan tindakan!
- 8. Lakukan sesuatu yang relevan setiap hari yang membawa dekat dengan tujuan
- 9. Tinjaulah setiap hari.
- 10. Rencanakan setiap tindakan yang akan dilakukan (sehari sebelumnya).
- 11. Tetapkan prioritas dengan A,B,C,D,&E.
-
-
- A=Sangat pentingàkalau tidak dilakukan, mendatangkan akibat serius.
- B=Perlu dilakukan àBila tidak, mengakibatkan efek negatif yang tidak terlalu berat.
- C= Baik untuk dikerjakanàTidak ada akibat negatif (Nonton, ngobrol,dll).
- D=Delegasikan/out-sourceàBebaskan waktu anda.
- E=EliminateàAbaikan saja.
-
- Sehingga didapatkan contoh goal setting sbb:
Dengan keinginan dankeberanian kita merubah maupun meningkatkan konsep diri m..asing-masing, maka semakin ringanlah beban kita dalam menjalani kewajiban belajar. Yakinlah bahwa sekian langkah lagi, kita akan mendapat reward dari apa yang kita usahakan yaitu Impian (tujuan) hidup kita. SUKSES UNTUK ANDA!! Luar Biasa!!!.









Majalah " Dewa Dewi " berkata,
Juli 23, 2007 @ 6:37 am
Hm artikelnya menarik. Gw seneng ngebacanya.
cakmoki berkata,
Oktober 18, 2007 @ 6:34 pm
hehehe, bener… ketika sudah menghadapi kenyataan, sayapun harus belajar ulang, milih moment, milih kalimat, banyak ngalah, banyak mendengar, menghargai beda pendapat si remaja dll …
Piye kalo ditambahi lagi dialog praktis di kehidupan nyata ? kayaknya sip gitu …
Tabik Friend
dokterearekcilik berkata,
November 18, 2007 @ 7:58 pm
versi remaja dan dewasanya emang gini
sibermedik berkata,
Februari 9, 2008 @ 9:39 pm
@All
ya gitu deh..
UKI berkata,
Juli 8, 2008 @ 6:57 pm
sekarang gw merasa yakin setelah membaca artikel yang berharga ini,thx y
Tika berkata,
Agustus 2, 2008 @ 3:57 pm
gilaaaaaaaaa kren Banget……..,bkin yang bagus lagi yeh…..
Sibermedik, S.Ked « SiberMedik Give You More Than Medicine berkata,
September 7, 2008 @ 11:53 pm
[...] Konsep diri [...]
irman berkata,
Oktober 7, 2008 @ 8:27 pm
lagi, lagi dan lagi dong…
ma’nyos banget n kalo bisa langsung ke email-ku, makasih
sukses bersama…..
dhit berkata,
Oktober 22, 2008 @ 8:03 pm
keren bgt taw w mw di tambahin lagi dunkx
Arzil berkata,
November 12, 2008 @ 6:58 am
Artikel yang menarik, teman-teman punya artikel tentang sejarah personal development? saya mohon dibantu untuk dasar teori + kalo ada referensinya y. Makasih
Rahman berkata,
Januari 22, 2009 @ 7:02 pm
Artikelnya sangat menarik, membantu saya dalam pencarian tugas di kampus… Tahnks…
boim berkata,
Juni 11, 2009 @ 9:54 am
artikel ini sangat bagus, karena dapat membangkitkan semangat siswa
kastim berkata,
Juni 13, 2009 @ 10:46 am
goal seting keuangan gemana
Agata berkata,
Juni 16, 2009 @ 9:39 am
Artikel yang bagus. Terima kasih
Angka berkata,
Juni 23, 2009 @ 1:28 pm
Artikelnya bagus …terutama dibagian saat qt sudah mampu membentuk karakter sendiri…karena yang paling tau apa yang kita inginkan adalah diri kita sendiri lingkungan hanyalah sarana, pengamat, juga perespon dari tindakan kita yang belum tentu selalu tau apa yang kita inginkan…yang pasti apapun tindakannya yang penting tidak merugikan orang lain dan lingkungan kenapa tidak….apalagi kalau sampai tidak merugikan diri sendiri atau bahkan efeknya positif…perlu itu…maksudnya perlu dikembangkan
fitri berkata,
Juni 24, 2009 @ 9:28 pm
artikelnya keren bgt…gw bakal nyoba….mudah2an bikin dampak yg positif bwt gw..
ricka berkata,
Juli 29, 2009 @ 9:30 pm
saya senagng sekali dengan artikel tersebut,, sangat bagus,,
semoga saya bisa melakukan hal tersebut dengan baik.. amiin..
yohanes pas berkata,
September 25, 2009 @ 2:43 pm
sungguh luar biasa jika konsep diri ini bisa saya kembangankan ke anak didik saya,saya guru pengambangan diri rasanya konsep diripun layak untuk saya sajikan ke anak didik saya
yohanes pas berkata,
September 25, 2009 @ 3:00 pm
setiap manusia punya pendirian akan tetapijika konsepdiri tidak punyaapalah arti hidup ini sebab konsap diri merupakan langkah setiap manusia yang terinci sehingga kehidupan kita lebih tertata dan terarah saya sangat senang jika hal ini terus terjalin saling tukar pengalaman serta saling tukar konsep pelajaran
yohanes pas berkata,
September 25, 2009 @ 3:31 pm
pengembangan kepri badian halini tidak semua orang mengerti apa itu kepribadian padahal setiap manusia dituntut untuk mempunyai kepribadian karena dengan kepribadian setiap orang akan tahu kemana langkah hidup yang akan dilakukan perlu saya berikan sedikit komentar tentang anak jaman sekarang karena anak jaman sekarang banyak yang lagi sakit . sakit yang paling mencolok ialah jika disuruh orang tua anak jaman sekang itu tidak pernah langsung melangkakan kaki untuk mengerjakan akan tetapi selalu memberi jawaban yaitu berupa jawaban SEBENTAR dan pelaksanaan sebentar ini bisa satu jam dua jam atau hanya sekedar ucapan kalau perlu jadi perkataan ohh ohh atau AKU LUPA jadi ucapan sebentar inilah bisa dikatakan penyakit atau anak jaman sekarang bisa dibilang sakit MAU TAHU PENYAKIT APA INI D E M E N S I A [ANEKDOT] DEMEN berasal darikata jawa . yaitu seneng . seneng mbojok, seneng semoyo , seneng mblenjani jaji prinsip MAAA LEEE SSS tahu
riaa natali berkata,
Oktober 6, 2009 @ 2:35 pm
saya lg nyusun skripsi yg judulya gambaran konsep diri remaja korban penyiksaan orangtua, kira2 ada referensi buku ga ya yg mencakup judul tsb
thx b4